Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepala Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler (PR EPS) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Umi Karomah Yaumidin menyampaikan, ekonomi biru menjadi salah satu pilar mempercepat pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, menurutnya diperlukan roadmap untuk membereskan tata ruang darat dan pesisir agar tidak tumpang tindih.
“Tidak ada kepentingan yang tidak terakomodasi terkait penggunaan tata ruang darat dan laut,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (28/10).
Dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Pakuan Bogor Mudjio mengungkapkan perencanaan tata ruang darat dan laut sangat penting, karena menurut data PBB diperkirakan terjadi peningkatan penduduk perkotaan dari Rp2,9 miliar pada 1990-an menjadi 5,0 miliar pada 2030.
"Ini menjadi tantangan ke depan, mengingat rata-rata populasi penduduk berada di daerah pesisir,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia menerangkan, wilayah pesisir meliputi darat dan laut. Kemudian Ia mengulas dampak-dampak terkait perencanaan wilayah di daerah perbatasan darat laut atau pesisir yang kurang tepat. Akibatnya, di wilayah pantura yakni Pekalongan, Demak, dan wilayah lain yang mengalami banjir rob.
Ia lantas menjelaskan hasil penelitiannya pada kejadian banjir rob di wilayah tersebut yang ternyata sangat besar sepanjang 10 tahun. Menurut pendapatnya, ini disebabkan dari dampak perencanaan wilayah di pesisir laut yang kurang diperhitungkan.
“Dampak naiknya permukaan laut atau banjir rob menyebabkan antara lain erosi pantai, genangan, banjir badai, perambahan air pasang ke muara dan sistem sungai. Selanjutnya, kontaminasi cadangan air tawar dan tanaman pangan, hilangnya pantai, serta pergeseran tutupan lahan dataran rendah pesisir, dan lahan basah,” urainya.
Faktor alam ini, menurutnya, juga menjadi salah satu bagian yang harus dllihat pada saat mengembangkan ekonomi biru, misalnya terkait perubahan iklim dan sebagainya.
“Dari hasil penelitian kami, jika berbicara ekonomi biru pasti tertumpu ke urban kostel atau perkotaan pesisir. Sebagian besar di Indonesia bahkan di dunia, sekitar dua pertiga dari perkotaan letaknya di pesisir,” lanjutnya. (H-3)
Di luar kendala administratif, tantangan terbesar bagi partai pendatang baru adalah segmentasi pemilih yang sudah terkunci pada partai-partai lama.
PRESIDEN Prabowo Subianto menambah dana riset pada 2026 hingga Rp12 triliun. Hal itu disampaikan saat pertemuan dengan 1.200 guru besar, dekan, dan rektor, presiden minta kerja sama dengan BRIN
Kerusakan padang lamun di pesisir Jawa dan sebagian Sumatra berpotensi menjadi salah satu sumber emisi karbon tersembunyi terbesar di Indonesia.
Kepala BRIN Arif Satria menyatakan kesiapan riset dan inovasi Giant Sea Wall untuk mengatasi banjir rob dan penurunan tanah di Pantura Jawa.
Kerja sama dengan BRIN disebut akan menghadirkan teknologi pemeliharaan beras hasil karya dalam negeri.
Proyeksi hingga 2040 menunjukkan Sumatera menjadi wilayah paling rawan terhadap cuaca ekstrem.
Kecepatan angin mencapai 4-30 Knot dan gelombang tinggi dan peluang turun hujan ringan di perairan utara Jawa Tengah.
POTENSI cuaca ekstrem masih mengintai 33 daerah di Indonesi. Pada Sabtu, (7/12) gelombang tinggi dan banjir rob masih merendam berbagai wilayah di Pesisir Pantura, Jateng.
Warga Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Demak Sholikin,55, mengatakan warga cukup kesulitan untuk pulang ke desa, sehingga sampai pagi memilih bertahan di pabrik menunggu banjir rob surut.
Banjir rob dengan ketinggian 30-60 centimeter mengakibatkan arus lalulintas tersendat hingga 3 km, petugas mengalihkan kendaraan berukuran kecil ke jalur alternatif.
Jalur Pantura Semarang-Demak tepatnya di Kecamatan Sayung, Kabupaten terendam banjir hingga ketinggian 40-60 centimeter.
Durasi puncak rob lebih panjang mulai pukul 01.00-05.00 WIB dengan ketinggian 100-110 sentimeter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved