Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
TINGKATKAN pemahaman masyarakat tentang pangan aman dan bergizi untuk mewujudkan generasi penerus yang tangguh dan berdaya saing.
"Pemahaman dan kemampuan masyarakat untuk memenuhi konsumsi gizi yang seimbang bagi keluarga dan lingkungannya merupakan bagian upaya untuk mewujudkan generasi penerus yang berdaya saing di masa depan," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/10).
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatat tiga masalah gizi yang dihadapi Indonesia yaitu kekurangan gizi, kelebihan gizi atau overweight, serta defisit mikronutrien.
Kondisi itu, berdasarkan catatan yang sama, antara lain terlihat dari angka stunting yang prevalensinya masih 21,7%, sebagian anak-anak dan orangtua kelebihan gizi (overweight) bahkan sampai pada tahap metabolisme sindrom yang menyebabkan angka kematian noninfeksi mencapai 73% serta defisit mikronutrien berupa kekurangan gizi spesifik seperti kekurangan vitamin dan kekurangan mineral.
Menurut Lestari, kondisi tersebut membutuhkan pemahaman yang sama dari setiap warga negara untuk mengatasinya. Sehingga, jelas Rerie, sapaan akrab Lestari, harus dibangun pemahaman masyarakat pentingnya menerapkan pola asupan gizi seimbang sejak dini.
Rerie yang juga legislator dari Dapil II Jawa Tengah berharap upaya penerapan gizi seimbang di masyarakat bisa didorong dalam sebuah gerakan nasional agar mampu mengakselerasi pencapaian target yang diharapkan.
Karena, tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, pemenuhan gizi seimbang bagi masyarakat sangat penting dalam proses mewujudkan sumber daya manusia (SDM) nasional yang tangguh dan berdaya saing.
Rerie sangat berharap para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah mampu berkolaborasi dengan baik dengan berbagai upaya dalam memenuhi kecukupan gizi seimbang bagi setiap warga. (Z-2)
Asupan gizi yang tidak seimbang atau penggunaan suplemen yang sembarangan justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Persepsi ini lahir dari cara pandang lama yang mengabaikan prinsip gizi seimbang. Padahal ukuran kesehatan tidak bisa hanya dilihat dari tampilan fisik semata.
Kunci pembeda utama antara stunting dan stunted terletak pada penyebab dan asupan nutrisi sang anak.
Rasa lapar saat puasa berkaitan erat dengan komposisi menu sahur.
Pemenuhan gizi tidak bisa disamaratakan bagi setiap orang. Strategi nutrisi yang efektif harus menyesuaikan dengan profil fisik dan usia individu.
Kuncinya terletak pada penerapan kebiasaan yang tepat saat sahur, berbuka, hingga pengaturan waktu istirahat agar puasa tidak hanya bernilai ibadah.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyerukan seluruh pihak untuk bergerak bersama menciptakan ruang digital yang aman bagi generasi penerus bangsa.
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat soroti lonjakan kasus campak di Indonesia. Ia menekankan pentingnya imunisasi lengkap untuk mencegah risiko penyakit menular.
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mendorong peningkatan literasi masyarakat sebagai fondasi menghadapi tantangan berbangsa. Pentingnya berpikir kritis di tengah derasnya arus informasi.
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan opsi pembelajaran daring untuk penghematan BBM harus dipersiapkan matang, termasuk kesiapan SDM.
POSKO Mudik Dewan Pimpinan Wilayah Partai NasDem Jawa Tengah (Jateng) layani pemudik tetap bugar menuju kampung halaman di momen libur Lebaran 2026.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan kebinekaan harus menjadi kekuatan bangsa di tengah momentum perayaan Nyepi dan Idul Fitri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved