Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KABUPATEN Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara dilanda banjir, Jumat (4/10) pukul 22.00 WIT dan menyebabkan 748 kepala keluarga terdampak. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan banjir diakibatkan oleh intensitas hujan yang tinggi sehingga membuat Sungai Wailamo meluap.
Baca juga : Banjir di Kabupaten Sanggau, 193 Kepala Keluarga Terdampak
“Berdasarkan data BNPB, tercatat sebanyak 748 kepala keluarga terdampak akibat kejadian ini, untuk kerugian materil dilaporkan 748 unit rumah terendam dan masih terus dilakukan pendataan,” ujarnya Minggu (6/10).
Banjir sebut Abdul, melanda lima desa yang berada didalam wilayah administratif Kecamatan Kao Barat yaitu Desa Pitago, Desa Bailengit, Desa Soamaetek, Desa Parseba dan Desa Tuguis dengan tinggi muka air mencapai 80 cm.
Peringatan dini yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa tanggal 4-5 Oktober 2024, Provinsi Maluku Utara masih berpotensi terjadi hujan lebat dengan status waspada (signature.bmkg.go.id)
Baca juga : Banjir Melanda Kota Binjai, Ratusan Rumah Warga Terendam
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara dan BPBD Provinsi Maluku Utara terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait lainnya untuk melakukan pendataan dan upaya pertolongan kepada masyarakat yang terdampak akibat peristiwa tersebut.
“Kondisi mutakhir dilaporkan air sudah surut dan warga yang terdampak secara bergotong-royong mulai melakukan pembersihan material sisa banjir di rumahnya dan di lingkungannya masing masing,” papar Abdul. (H-3)
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tetap siaga mendampingi pemerintah daerah meski status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sumatra telah dicabut.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) buka suara terkait dugaan upaya pengangkutan material tanpa izin di Bandar Udara Khusus Weda Bay yang berada di dalam kawasan IWIP.
PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menerima kunjungan industri dari 13 siswa dan 5 guru pendamping SMK Negeri 3 Halmahera Utara jurusan Geologi Pertambangan ke Tambang Emas Gosowong.
PT NHM melalui program NHM Peduli berhasil memulihkan akses air bersih di lima desa Kecamatan Kao Barat, Halmahera Utara, pasca banjir besar April 2025.
PENGACARA OC Kaligis meminta pemerintah menindak mafia tambang di Halmahera Utara, Maluku Utara (Malut).
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos menegaskan bahwa proyek pengembangan Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi di Halmahera Timur merupakan katalisator ekonomi daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved