Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Tjandra Yoga Aditama menyambut baik upaya pemerintah menjadikan pengendalian tuberkulosis (Tb) menjadi prioritas.
Program pengendalian Tb sama seperti penyakit menular lainnya bermula dari promotif berupa penyuluhan kesehatan dan lainnya. Preventif atau mencegah dengan terapi pencegahan TB-TPT, vaksinasi dan peningkatan daya tahan tubuh alias makanan bergizi.
"Kemudian deteksi, baik dengan check up seperti yang direncanakan, pemeriksaan kontak dan risiko tinggi, upaya kuratif dengan pengobatan sampai tuntas, baik yang Tb sensitif obat maupun yang resisten obat, MDR, XDR," kata Tjandra dalam keterangannya, Kamis (26/9).
Baca juga : Tuberkolusis hingga Rokok, Masalah Kesehatan Paru Harus Mendapat Perhatian Khusus dari Pemerintah Mendatang
Aspek pencegahan penularan di masyarakat juga dimulai dari aspek sosial ekonomi pasien dan keluarganya, aspek sosio budaya, hingga kesempatan kerja.
"Artinya, semua kegiatan, dari promotif, preventif, deteksi, kuratif dan aspek lain yang disampaikan di atas, memang bagus dan penting dilakukan, dan berdampak penting pada pengendalian Tb di negara kita," ungkapnya.
Selain itu, ia juga menyarankan agar penyakit paru lain seperti kanker paru, penyakit paru obstruktif, hingga penyakit paru akibat kerja dilakukan check up paru juga.
Baca juga : Kasus Tuberkulosis di Jawa Barat Tertinggi di Indonesia
"Misalnya, di Jepang dulu pernah dilakukan pemeriksaan rontgen untuk mendeteksi Tb, tapi belakangan apalagi kasus di Jepang sudah jauh menurun pemeriksaan yang sama digunakan juga untuk mendeteksi kanker paru," ujarnya.
Tb merupakan masalah kesehatan yang serius di Indonesia dengan jumlah kasus Tb terbesar ke dua di dunia. Karena itu sangat mendukung jika pemerintah baru akan memberi prioritas penting bagi pengendalian Tb. Diketahui pemerintah baru akan memprogramkan pemeriksaan check up pada masyarakat termasuk berhubungan dengan Tb.
"Kita sambut baik dan kita dukung bahwa pengendalian Tb akan jadi salah satu prioritas pemerintah mendatang, semoga sukses demi kesehatan anak bangsa," pungkasnya. (H-2)
Dengan asumsi satu alat dapat melayani 3.000 pasien, Benjamin memperkirakan 60.000 warga Makassar dapat diperiksa pada tahun 2026.
Peneliti Universitas Basel kembangkan tes sel tunggal untuk membedakan antibiotik yang hanya menghambat pertumbuhan dan yang benar-benar membunuh bakteri.
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
Peneliti BRINĀ mengembangkan Tuberculosis Colorimetric Sensor, yaitu sensor deteksi cepat berbasis metode colorimetric.
Dari tahun 2023 hingga 2024, terdapat 737 mahasiswa dari 13 provinsi di Indonesia yang telah menjadi TB Rangers.
Kampanye itu mendeteksi pengidap Tb kemudian mengobati hingga tuntas sampai betul-betul sembuh.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Selain jumlah, persoalan lain yang disoroti adalah distribusi dokter yang belum merata. Ia menyebut sebagian besar pendidikan kedokteran masih terpusat di Pulau Jawa.
Polda Metro Jaya menetapkan dr. Richard Lee sebagai tersangka kasus perlindungan konsumen atas laporan Dokter Detektif (Doktif).
KemenkesĀ melepas ratusan relawan dokter dan tenaga kesehatan bantu penanganan bencana di sejumlah wilayah di Aceh.
Tempat praktik yang digunakan bukan merupakan aset pribadi, melainkan unit yang disewa secara harian maupun mingguan.
Universitas itu nantinya tidak hanya berfokus pada pendidikan dokter, tetapi menaungi berbagai disiplin ilmu kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved