Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT Alzheimer dan demensia merupakan dua jenis penyakit degeneratif pada lansia yang membuat penderitanya mengalami gejala penurunan daya ingat, kemampuan berkomunikasi, kemampuan berpikir, hingga perubahan perilaku. Gejala-gejala tersebut membuat kedua penyakit itu sulit untuk dibedakan, terutama bagi orang awam. Lantas, apa perbedaan Azheimer dan demensia?
Perlu diketahui bahwa demensia bukanlah sebuah penyakit tunggal, melainkan istilah untuk kumpulan gejala yang berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif yang memengaruhi aktivitas sehari-hari penderitanya, seperti kemampuan dalam berkomunikasi, berpikir, bersosialisasi, dan daya ingat.
Sementara itu, Alzheimer adalah salah satu jenis demensia yang paling umum. Alzheimer adalah gangguan yang memengaruhi fungsi kognitif, di mana penderitanya dapat mengalami masalah pada ingatan, perilaku, dan kemampuan dalam berpikir.
Baca juga : Membangun Kesadaran di Hari Alzheimer Sedunia: Memahami Penyakit dan Dampaknya
Perbedaan Alzheimer dan demensia selengkapnya dapat dilihat dari segi penyebab, gejala, dan pengobatannya. Berikut masing-masing penjelasannya.
Perbedaan demensia dan penyakit Alzheimer yang pertama bisa dilihat dari penyebabnya.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab penyakit Alzheimer. Namun, terdapat dugaan bahwa kondisi ini terjadi akibat adanya endapan atau penumpukan plak amiloid dan protein tau di dalam otak, sehingga suplai nutrisi menuju otak terhambat dan menyebabkan kebutuhan nutrisi pada otak tidak terpenuhi. Kondisi ini juga bisa dipengaruhi oleh kelainan genetik dan gaya hidup.
Baca juga : Di Bulan Alzheimer Sedunia, ADI dan Alzi Serukan Peningkatkan Kesadaran dan Pengurangan Stigma
Penyebab demensia bisa berbeda-beda, tergantung dari jenisnya. Salah satu penyebabnya adalah mengidap penyakit degeneratif seperti penyakit Alzheimer, Parkinson, dan Huntington. Berikut adalah jenis-jenis demensia dan penyebabnya :
Adapun kondisi lain yang juga dapat menyebabkan demensia, antara lain :
Jika dilihat sekilas, gejala penyakit Alzheimer dan demensia hampir sama, yakni gangguan ingatan, kesulitan berkomunikasi, perubahan perilaku, dan penurunan kemampuan berpikir. Hal ini terjadi karena penyakit Alzheimer merupakan salah satu jenis demensia.
Baca juga : Mengenal Penyakit Demensia, Ini yang Perlu Anda Ketahui
Beberapa gejala yang ditunjukkan oleh penderita penyakit Alzheimer atau demensia Alzheimer adalah sebagai berikut :
Sementara itu, gejala-gejala pada jenis demensia lainnya yang membedakannya dengan penyakit Alzheimer adalah sebagai berikut.
1. Gejala demensia vaskular:
Baca juga : Deretan Artis dan Selebritas yang Terkena Penyakut Alzheimer
2. Gejala demensia Lewy body:
3. Gejala demensia frontotemporal:
Perbedaan Alzheimer dan demensia berikutnya adalah dari pengobatannya. Namun, perlu diketahui bahwa penyakit Alzheimer tidak dapat disembuhkan secara total, sehingga pengobatan yang dilakukan hanya bertujuan untuk meringankan gejala serta meningkatkan kualitas hidup penderitanya.
Sementara itu, pengobatan demensia tergantung dari penyebab dan jenisnya.
Penyakit Alzheimer adalah kondisi yang tidak dapat disembuhkan secara total, hanya saja gejalanya bisa diringankan melalui penggunaan obat-obatan penghambat kolinesterase seperti donepezil, rivastigmine, dan lain-lain.
Pengobatan ini dilakukan untuk mengatasi masalah tidur, perubahan perilaku, depresi, dan hilangnya memori pada penderita.
Menerapkan gaya hidup sehat, seperti menjaga asupan makanan dengan gizi seimbang, rutin berolahraga, dan tidur yang cukup diketahui dapat meringankan gejala yang dialami penderita.
Pengobatan demensia berbeda-beda, tergantung dari jenisnya. Misalnya, pasien dengan demensia vaskular biasanya akan diberikan obat penurun tekanan darah dan kolesterol, serta obat-obatan untuk mencegah terjadinya pembekuan darah.
Sedangkan pada pasien dengan demensia Lewy body, dokter biasanya juga akan meresepkan obat penghambat kolinesterase.
Sementara itu, pada pasien dengan demensia frontotemporal, hanya dapat diberikan obat antipsikotik dan antidepresan sebab sampai saat ini tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan atau memperlambat perburukan penyakitnya.
Berikut merupakan informasi mengenai perbedaan Alzheimer dan demensia. Kedua penyakit yang sama-sama menyerang fungsi otak ini merupakan kondisi yang perlu mendapatkan penanganan sesegera mungkin dari dokter.
Maka dari itu, jika terdapat anggota keluarga atau kerabat yang mengalami gejala demensia atau penyakit Alzheimer, segera konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai. (berbagai sumber/Z-1)
Kenali bahaya Digital Dementia yang membuat otak anak muda menua lebih cepat. Simak penjelasan medis dan cara efektif mencegahnya di sini.
Studi JAMA 2026 ungkap 32% kasus demensia terkait gangguan pendengaran. Simak tanda awal dan cara alat bantu dengar cegah penurunan kognitif hingga 50%.
Penelitian terbaru terhadap 125.000 perempuan mengungkap menopause memicu penyusutan volume otak.
DEMENSIA atau alzheimer sering kali dianggap hanya menyerang lansia. Faktanya, demensia merupakan gangguan fungsi otak yang tidak normal dan bisa menyerang siapa pun
MINIMNYA aktivitas fisik disebut sebagai salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami demensia atau Alzheimer usia muda
Pola makan sehat bisa membantu mencegah risiko demensia. Buah beri, sayuran hijau, ikan berlemak, kacang, dan minyak zaitun efektif lindungi fungsi otak.
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved