Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA pemenang kompetisi hackathon kebijakan energi bersih pertama di Indonesia yang diprakarsai oleh kaum muda telah mempresentasikan rekomendasi kebijakan mereka kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.
Rekomendasi kebijakan tersebut akan disampaikan kepada para pemimpin kebijakan yang akan merumuskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2025 - 2029 mendatang.
“Kaum muda bukan hanya seperempat dari populasi Indonesia, tetapi mereka juga berada di garis depan dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, kami menampilkan ide-ide dan solusi mereka, serta memberikan kesempatan untuk berkolaborasi dengan para pengusaha, peneliti, dan pembuat kebijakan untuk memberi pengaruh pada kebijakan energi di masa depan. Kami sangat bangga dengan para finalis dan semua peserta yang menunjukkan optimisme yang kuat untuk memecahkan berbagai permasalahan yang paling kompleks di dunia,” ungkap Direktur Program New Energy Nexus Indonesia, Diyanto Imam, Jumat (20/9).
Baca juga : Materi Perubahan Iklim Perlu Dimasukkan dalam Kurikulum SD Hingga Perguruan Tinggi
Beberapa kaum muda pemenang [RE]Power Hackathon di antaranya Juara Pertama yaitu Tim 3GE yang mendorong keterlibatan sektor swasta melalui efisiensi dan transparansi dalam kemitraan publik-swasta untuk proyek infrastruktur energi terbarukan di Indonesia.
Juara Kedua Tim Invaluable yang mendorong pembentukan Kementerian Koordinator Perubahan Iklim sebagai Solusi Integrasi Data dan Sinkronisasi Peta Jalan untuk Mencapai Target Net Zero Emission Indonesia
Terakhir Juara Ketiga Tim Arindama dengan pengajuan strategi untuk memperkuat ekosistem penelitian dan pengembangan energi bersih di Indonesia
Baca juga : WWF Dorong Perbankan Perkuat Pengelolaan Risiko Perubahan Iklim
Para pemenang telah menyelesaikan pelatihan intensif, mengembangkan proyek akhir, dan mengikuti sesi mentoring yang intensif, serta berhak mendapatkan hadiah total sebesar Rp45 juta
Tim 3GE, sebagai juara pertama [RE]Power 2024 mengidentifikasi beberapa isu utama dalam kebijakan energi bersih Indonesia, khususnya yang terkait dengan Kemitraan Publik-Swasta (KPS). Untuk mengatasi tantangan ini, tim 3GE merekomendasikan peningkatan transparansi dan akuntabilitas publik melalui pelaporan terbuka tentang implementasi proyek, membangun mekanisme pembagian risiko yang jelas untuk memperkuat kemitraan publik-swasta, serta mengembangkan program yang lebih menarik bagi investor dengan strategi pembiayaan yang efektif.
“Langkah-langkah ini penting untuk mendorong pembangunan berkelanjutan di sektor energi bersih Indonesia. Tentunya kami sangat senang tim kami bisa menang, namun kami lebih bersyukur atas pengetahuan dan jaringan yang kami peroleh melalui [RE]Power Hackathon, terutama diskusi intensif yang kami lakukan dengan mentor dan para pakar industri,” jelas anggota tim 3GE dari Universitas Jember, Elmaira Ferlita S dan Rafi Ramadhan Seba.
Baca juga : Perlu Kebijakan yang Tangguh untuk Atasi Dinamika Cuaca dan Perubahan Iklim di Sektor Pertanian
[RE]Power Hackathon dari New Energy Nexus (NEX) Indonesia merupakan hackathon kebijakan energi pertama di Indonesia yang diprakarsai oleh kaum muda dan ditujukan untuk para para inovator muda dalam mengembangkan kebijakan masa depan yang akan mendorong penerapan teknologi bersih di seluruh Indonesia.
“Saya senang melihat generasi muda kita mendedikasikan pikiran mereka untuk menciptakan kebijakan yang akan membawa Indonesia menuju pencapaian transisi energi yang berkelanjutan. Fakta bahwa puluhan kaum muda mendaftar [RE]Power Hackathon ini menunjukkan minat dan komitmen mereka yang mendalam terhadap isu-isu penting ini. Sebagai seseorang yang berperan dalam menyusun regulasi, saya merasa tenang setelah mengetahui bahwa kami tidak sendirian dalam perjalanan ini. Saat masa jabatan saya berakhir, saya yakin bahwa para pemimpin masa depan kita akan mengambil alih dan memastikan kemajuan Indonesia yang berkelanjutan dengan kebijakan energi terbarukan,” ujar Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Kementerian ESDM, Senda Hurmuzan Kanam.
[RE]Power Hackathon juga menerima lima startup dari Bali yang memamerkan produknya mulai dari inovasi berbahan dasar limbah hingga aplikasi ramah lingkungan yang bertujuan untuk mempromosikan pariwisata berkelanjutan. Yakni Ambawarna, Kishara, Decoco Luminer, Ecous, Kelana Terra.
“Dalam [RE]Power 2024 ini, kami berterima kasih atas dukungan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional yang sangat penting dalam upaya NEX Indonesia untuk membangun ekosistem teknologi bersih yang dinamis di Indonesia,” tutup Diyanto Imam. (S-1)
Walhi menegaskan, tidak akan ada perencanaan aksi iklim yang adil tanpa keterbukaan informasi dan partisipasi penuh rakyat.
HUBUNGAN manusia, Tuhan, dan alam yang tidak harmonis bisa mengakibatkan dampak yang mengerikan, bahkan melebihi kerusakan akibat perang. Hal itu diungkap Menteri Agama RI Nasaruddin Umar.
Tema wildlife diambil karena isu climate change dan pangan lokal sedang hangat-hangatnya dibicarakan
Untuk menghadapi tantangan ini, dibutuhkan generasi muda yang peduli pada lingkungan dan memiliki pengetahuan serta keahlian membangun masa depan berkelanjutan.
Izin tambang untuk ormas menjadi perdebatan publik. Ormas keagamaan mulai disoroti terkait sikap apa yang akan mereka ambil. Yang menjadi sorotan adalah PBNU dan PP Muhammadiyah
Mayoritas pelaku usaha kreatif merupakan usaha mikro dan kecil yang berkembang terutama di wilayah perkotaan.
Generasi muda Indonesia diajak untuk berani mengambil peran aktif dalam menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Jumlah pasien kanker usus besar di bawah usia 50 tahun diperkirakan akan berlipat ganda pada 2030.
Faktor risiko hipertensi mencakup berat badan berlebih dan obesitas, riwayat hipertensi dalam keluarga, serta kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Dari sekitar 25.000 kasus kanker kolorektal di Indonesia, sekitar 1.400 pasien berusia di bawah 40 tahun, termasuk 446 kasus pada rentang usia 20 hingga 29 tahun.
Ramadan selalu menjadi momen yang dinanti-nanti. Bukan hanya bulan penuh berkah, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki diri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved