Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
ILMUWAN asal Australia telah menciptakan uji coba pemeriksaan kanker kulit yang hanya memerlukan beberapa detik.
Ini adalah langkah besar bagi deteksi dini kanker kulit, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil dengan akses terbatas ke dokter.
Peneliti genomik asal Australia Stefan Mazy, telah mengembangkan teknologi DermR Patch yang memungkinkan pemeriksaan kanker kulit dalam hitungan detik.
Baca juga : Inagro Cipta Nusantara Manfaatkan Data Satelit untuk Pacu Produktivitas Pertanian
Teknologi ini menggunakan jarum mikro untuk mengidentifikasi lesi kanker dengan cepat.
"Jarum mikro ini panjangnya kurang dari satu milimeter dan menembus kulit sekitar satu milimeter untuk mengumpulkan sampel jaringan kecil," jelas Mazy dalam laporan SBS Australia.
Proses pemeriksaan ini sangat singkat, memakan waktu kurang dari satu menit. Mazy menjelaskan bahwa waktu tersebut cukup untuk mengumpulkan sampel jaringan yang bisa dianalisis secara genomik.
Baca juga : Bumame Luncurkan NIFTY Core untuk Deteksi Jenis Kelamin dan Risiko Janin
"Kami bisa menentukan lesi mana yang berpotensi kanker dan mana yang tidak," tambahnya.
Mazy dan timnya di DermR Health Solutions, perusahaan genomik yang ia dirikan, telah melakukan uji klinis pertama di wilayah Pilbara, Australia Barat, pada bulan Mei.
Meskipun hasil akhir masih dalam proses, hasil awal menunjukkan potensi yang menjanjikan.
Baca juga : Hari Pertambangan dan Energi Nasional, Orica Perkuat Inovasi dan Terapkan Teknologi
Langkah selanjutnya adalah uji klinis kedua yang lebih besar, yang dijadwalkan dalam enam hingga 12 bulan ke depan.
Teknologi ini terinspirasi oleh diagnosis kanker kulit ibu Mazy, Gillian, yang menderita karsinoma sel basal (BCC).
"Diagnosis itu cukup agresif, dan kami berharap teknologi ini bisa membantu mencegah kasus serupa di masa depan," kata Mazy. (Z-10)
Berbeda dengan herediter, kanker familia terjadi bukan karena mutasi gen, melainkan karena anggota keluarga hidup dalam satu ekosistem yang sama.
Pasien sering datang dengan kondisi umum yang sudah menurun sehingga mempersulit proses tindakan dan pemulihan.
Kemajuan teknologi medis saat ini menawarkan tingkat kesembuhan yang tinggi, asalkan masyarakat memiliki keberanian untuk melakukan deteksi dini kanker.
Kanker leher rahim tercatat sebagai kanker kedua terbanyak pada perempuan di Indonesia, dengan kondisi mayoritas pasien baru terdeteksi pada stadium lanjut.
Patah tulang akibat osteoporosis bukan sekadar persoalan tulang rapuh, tetapi kerap disertai penyakit penyerta yang membuat penanganannya semakin kompleks.
“Cakupannya yang tahun lalu dilakukan di puskesmas dan sekolah, tahun ini kita mau lakukan di tempat kerja. Termasuk DPR RI,”
Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun. Fenomena ini membuat rotasi Bumi melambat dan panjang satu hari bertambah, meski perubahan terjadi sangat lambat.
Penelitian ini dilakukan oleh tim ilmuwan yang dipimpin oleh Prof Steve Brusatte dari University of Edinburgh bersama Dr Gregor Hartmann dari Helmholtz-Zentrum, Jerman.
Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature melalui makalah berjudul Soft photonic skins with dynamic texture and colour control.
NAMA seorang romo sekaligus ilmuwan asal Indonesia oleh International Astronomical Union menetapkan nama Bayurisanto sebagai nama resmi sebuah asteroid
Kimberlit merupakan jenis batuan beku ultrabasa yang berasal dari kedalaman lebih dari 150 kilometer di bawah permukaan Bumi, tepatnya di bagian mantel.
Tinta ini menggabungkan galium, logam yang padat pada suhu ruangan tetapi meleleh tepat di bawah suhu tubuh 98,6 derajat Fahrenheit atau setara dengan 37 derajat Celsius
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved