Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TAHUKAH kamu apa itu mitokondria? Ternyata mitokondria yang ada dalam tubuh merupakan kunci rahasia supaya kita tetap awet muda. Kok bisa sih?
Ternyata tubuh kita tidak diciptakan untuk menua secara alami. Gunakan mitokondria untuk meremajakan. Demikian kutipan dari penelitian Dr. Shigeo Ohta, otoritas dunia dalam penelitian mitokondria.
Ide melawan penuaan harus ditinggalkan, karena orang tidak menua secara alami. Hanya, kita belum bisa menggunakan teknik peremajaan.
Baca juga : Olahraga Terbukti Membuat Anda Awet Muda
Kita dapat mempertahankan masa muda dengan memaksimalkan fungsi yang ada di tubuh. Kuncinya ada di mitokondria yang memiliki kemampuan untuk meremajakan tubuh. Lebih jelasnya, yuk baca artikel ini sampai selesai yang dilansir dari Moon Mate.
Mitokondria adalah bagian dalam sel berbentuk blok kecil dan bertindak seperti pabrik yang menghasilkan energi untuk tubuh. Mitokondria hanya memproduksi energi sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan tubuh kita.
Karena itu, mitokondria dapat meningkat atau menurun. Ini tergantung pada gaya hidup kita.
Baca juga : Demi Hidup yang Lebih Sehat, Pilih Camilan Buah daripada Gorengan
Saat tubuh kita beristirahat, jumlah mitokondria yang diproduksi jadi berkurang. Karenanya, ia berpikir untuk tidak lagi membutuhkan energi, fungsi tubuh menurun, dan tubuh menjadi lemas, mudah lelah, atau sesak napas. Kemampuan tubuh untuk menghasilkan energi juga akan berkurang.
Nah, jika kita dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk menghasilkan energi, kekuatan fisik dan metabolisme juga meningkat, dan kita akan memiliki tubuh yang tidak mudah gemuk. Selain itu, kulit juga terlihat sehat dan lebih indah. Hal ini merupakan kunci utama dalam peremajaan.
Nah, bila mitokondria sebagai pabrik penghasil energi, oksigen radikal bebas ialah air limbah berbahaya yang dihasilkan sebagai residunya. Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh kita.
Baca juga : 3 Ikan yang Mengandung Kolagen: Bikin Wajah Awet Muda
Sekitar 90% penyakit yang menyebabkan penuaan disebabkan oleh radikal bebas. Namun sayangnya, ketika energi diproduksi pembentukan radikal bebas tidak dapat dihindari.
Seiring penelitian berjalan, ditemukan bahwa mitokondria terbagi menjadi mitokondria berkualitas baik dan mitokondria berkualitas buruk. Mitokondria yang baik menghasilkan energi secara efisien sekaligus memproduksi lebih sedikit radikal bebas.
Sebaliknya mitokondria yang buruk menghasilkan lebih banyak radikal bebas. Baik buruknya kualitas mitokondria tergantung pada gaya hidup kita.
Hal ini juga berpengaruh untuk cepat lambatnya proses penuaan kita. Penuaan tubuh berlangsung sedikit demi sedikit.
Namun, selama kita meningkatkan jumlah mitokondria yang baik, tubuh akan berfungsi lebih baik dan hidup pun jadi lebih sehat. Nah, penasaran bagaimana cara membuat mitokondria yang baik? Nanti kita lanjutkan dalam tulisan berikut. To be continued. (Z-2)
Mitokondria berperan penting dalam produksi energi, imunitas, dan pencegahan penyakit. Simak cara kerja dan tips menjaga mitokondria tetap sehat.
Penelitian terbaru menjelaskan radikal bebas tidak hanya menyebabkan kerusakan, tetapi juga berperan penting dalam respirasi, imun, dan kesehatan tubuh.
Studi terbaru mengungkap bagaimana kerusakan mitokondria memicu stres oksidatif dan penumpukan alpha-synuclein, membuka peluang arah terapi baru untuk penyakit Parkinson.
Peneliti temukan cara mengaktifkan mitokondria di otak dengan saklar molekuler, mampu memulihkan fungsi memori pada tikus dengan gejala mirip Alzheimer.
Cacat mitokondria mengaktifkan respons stres yang mengubah perkembangan dan fungsi sel-β. Temuan mereka menyoroti mekanisme sebelumnya tidak diketahui yang dapat menjadi pusat diabetes.
Untuk memenangkan perang melawan penuaan dini, kamu harus tahu siapa musuh kamu. Radikal bebas musuh utama yang buat kita cepat menua.
Sejak jutaan tahun lalu, rotasi Bumi terus mengalami perlambatan. Perlambatan ini terjadi akibat tarikan gravitasi Bulan yang menciptakan gaya pasang surut, berfungsi seperti rem alami.
Atmosfer Bumi tidak selalu kaya oksigen seperti saat ini. Sekitar 3 miliar tahun lalu, hampir tidak ada oksigen bebas di udara.
Keterlambatan penanganan penyakit pneumonia pada bayi bisa menyebabkan bayi kekurangan oksigen dalam waktu lama dan kondisi ini mempengaruhi perkembangan otaknya.
Hasil interaksi radiasi dengan es, seperti yang ditemukan di Europa atau Ganymede (bulan Jupiter), yang menghasilkan sedikit oksigen di permukaan, tetapi tidak membentuk atmosfer layak huni.
Bukti geologi menunjukkan bahwa sekitar 2,4 miliar tahun yang lalu, Bumi mulai mengalami peningkatan kadar oksigen di atmosfer.
Selama miliaran tahun pertama, atmosfer di Bumi hampir tanpa oksigen. Padahal, makhluk penghasil oksigen telah hidup di lautan purba.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved