Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MITOKONDRIA dikenal luas sebagai pembangkit tenaga sel, namun fungsinya jauh lebih kompleks dari sekadar penghasil energi. Organela mikroskopis ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh, meningkatkan daya tahan, hingga memengaruhi risiko berbagai penyakit kronis.
Para ilmuwan menyebut mitokondria sebagai komponen krusial yang memengaruhi hampir seluruh fungsi biologis manusia. Dengan gaya hidup yang tepat, kinerja mitokondria dapat ditingkatkan sehingga tubuh bekerja lebih efisien dan tetap sehat dalam jangka panjang.
Berikut penjelasan lengkap mengenai cara kerja mitokondria dalam sel, dilansir dari Men’s Health.
Mitokondria dapat diibaratkan sebagai pekerja spesialis di dalam sel. Menariknya, para ilmuwan meyakini bahwa mitokondria awalnya merupakan bakteri mandiri yang kemudian hidup bersimbiosis dengan nenek moyang sel manusia.
Seiring waktu, mitokondria menjadi bagian tak terpisahkan dari sel dan berperan besar dalam menopang kehidupan. Keunikannya terletak pada kemampuannya untuk berkomunikasi, bereplikasi sendiri, bahkan berpindah antar sel. Profesor Stanford, Daria Mochly-Rosen, PhD, menyebut mitokondria sebagai organela serbaguna yang mengatur berbagai proses vital dalam tubuh manusia.
Fungsi utama mitokondria adalah memproduksi energi. Organela ini mengolah makanan, terutama lemak dan karbohidrat, menjadi adenosine triphosphate (ATP), yaitu molekul bahan bakar utama sel.
Sel yang membutuhkan energi besar memiliki jumlah mitokondria lebih banyak. Sebagai contoh, sel otot jantung mengandung sekitar 30–40 persen mitokondria dari total volumenya. Energi ATP memungkinkan otot berkontraksi, saraf mengirim sinyal, serta mendukung proses biologis penting lainnya, termasuk pembentukan DNA.
Selain menghasilkan energi, mitokondria berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. Organela ini terlibat dalam aktivasi sistem imun bawaan, yaitu pertahanan pertama tubuh terhadap virus, bakteri, dan patogen lainnya.
Peran ini membantu tubuh melawan penyakit ringan seperti flu, sekaligus berkontribusi dalam proses penghancuran sel yang rusak atau berpotensi menjadi kanker.
Mitokondria juga berfungsi mengatur daur ulang sel, yaitu proses memperbaiki atau mengganti bagian sel yang tidak lagi berfungsi. Proses ini sangat penting agar sel tetap sehat dan bekerja optimal.
Selain itu, mitokondria membantu menetralkan radikal bebas, molekul berbahaya yang dapat merusak sel dan memicu penyakit kronis seperti gangguan saraf dan penyakit ginjal. Dalam kondisi tertentu, mitokondria bahkan dapat berpindah ke sel lain untuk membantu pemulihan fungsi sel tersebut.
Olahraga memiliki hubungan langsung dengan peningkatan fungsi mitokondria. Menurut fisiolog Inigo San Millan, aktivitas fisik melatih tubuh membakar energi secara lebih efisien.
Latihan zona 2, di mana seseorang masih bisa berbicara namun dengan napas agak terengah, disebut paling efektif untuk meningkatkan kinerja mitokondria. Disarankan sekitar 80 persen olahraga dilakukan di zona ini.
Konsumsi lemak dan gula berlebihan dapat membebani mitokondria. Untuk menjaganya tetap optimal, dianjurkan mengonsumsi:
Tidur selama 7-9 jam per malam membantu mitokondria melakukan perawatan dan perbaikan. Penelitian juga menunjukkan bahwa fase tidur bermimpi berperan dalam membersihkan limbah metabolisme dari otak.
Potensi Mitokondria dalam Pengobatan Masa Depan
Disfungsi mitokondria berkaitan erat dengan berbagai penyakit serius, seperti diabetes tipe 2, Alzheimer, penyakit jantung, hingga kanker. Oleh karena itu, mitokondria menjadi fokus penting dalam pengembangan terapi dan pengobatan masa depan. (Men’s Health/Z-10)
Penelitian terbaru menjelaskan radikal bebas tidak hanya menyebabkan kerusakan, tetapi juga berperan penting dalam respirasi, imun, dan kesehatan tubuh.
Studi terbaru mengungkap bagaimana kerusakan mitokondria memicu stres oksidatif dan penumpukan alpha-synuclein, membuka peluang arah terapi baru untuk penyakit Parkinson.
Peneliti temukan cara mengaktifkan mitokondria di otak dengan saklar molekuler, mampu memulihkan fungsi memori pada tikus dengan gejala mirip Alzheimer.
Cacat mitokondria mengaktifkan respons stres yang mengubah perkembangan dan fungsi sel-β. Temuan mereka menyoroti mekanisme sebelumnya tidak diketahui yang dapat menjadi pusat diabetes.
Untuk memenangkan perang melawan penuaan dini, kamu harus tahu siapa musuh kamu. Radikal bebas musuh utama yang buat kita cepat menua.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved