Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

3 Cara Kerja Mitokondria dalam Sel untuk Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Bertenaga

Abi Rama
30/12/2025 21:49
3 Cara Kerja Mitokondria dalam Sel untuk Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Bertenaga
Cara kerja mitokondria dalam sel.(Dok. Freepik)

MITOKONDRIA dikenal luas sebagai pembangkit tenaga sel, namun fungsinya jauh lebih kompleks dari sekadar penghasil energi. Organela mikroskopis ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh, meningkatkan daya tahan, hingga memengaruhi risiko berbagai penyakit kronis.

Para ilmuwan menyebut mitokondria sebagai komponen krusial yang memengaruhi hampir seluruh fungsi biologis manusia. Dengan gaya hidup yang tepat, kinerja mitokondria dapat ditingkatkan sehingga tubuh bekerja lebih efisien dan tetap sehat dalam jangka panjang.

Berikut penjelasan lengkap mengenai cara kerja mitokondria dalam sel, dilansir dari Men’s Health.

Apa Itu Mitokondria?

Mitokondria dapat diibaratkan sebagai pekerja spesialis di dalam sel. Menariknya, para ilmuwan meyakini bahwa mitokondria awalnya merupakan bakteri mandiri yang kemudian hidup bersimbiosis dengan nenek moyang sel manusia.

Seiring waktu, mitokondria menjadi bagian tak terpisahkan dari sel dan berperan besar dalam menopang kehidupan. Keunikannya terletak pada kemampuannya untuk berkomunikasi, bereplikasi sendiri, bahkan berpindah antar sel. Profesor Stanford, Daria Mochly-Rosen, PhD, menyebut mitokondria sebagai organela serbaguna yang mengatur berbagai proses vital dalam tubuh manusia.

Fungsi Mitokondria sebagai Sumber Energi Utama

Fungsi utama mitokondria adalah memproduksi energi. Organela ini mengolah makanan, terutama lemak dan karbohidrat, menjadi adenosine triphosphate (ATP), yaitu molekul bahan bakar utama sel.

Sel yang membutuhkan energi besar memiliki jumlah mitokondria lebih banyak. Sebagai contoh, sel otot jantung mengandung sekitar 30–40 persen mitokondria dari total volumenya. Energi ATP memungkinkan otot berkontraksi, saraf mengirim sinyal, serta mendukung proses biologis penting lainnya, termasuk pembentukan DNA.

Selain menghasilkan energi, mitokondria berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. Organela ini terlibat dalam aktivasi sistem imun bawaan, yaitu pertahanan pertama tubuh terhadap virus, bakteri, dan patogen lainnya.

Peran ini membantu tubuh melawan penyakit ringan seperti flu, sekaligus berkontribusi dalam proses penghancuran sel yang rusak atau berpotensi menjadi kanker.

Mitokondria dan Keseimbangan Sel

Mitokondria juga berfungsi mengatur daur ulang sel, yaitu proses memperbaiki atau mengganti bagian sel yang tidak lagi berfungsi. Proses ini sangat penting agar sel tetap sehat dan bekerja optimal.

Selain itu, mitokondria membantu menetralkan radikal bebas, molekul berbahaya yang dapat merusak sel dan memicu penyakit kronis seperti gangguan saraf dan penyakit ginjal. Dalam kondisi tertentu, mitokondria bahkan dapat berpindah ke sel lain untuk membantu pemulihan fungsi sel tersebut.

Cara Menjaga Mitokondria Tetap Sehat

1. Rutin Berolahraga

Olahraga memiliki hubungan langsung dengan peningkatan fungsi mitokondria. Menurut fisiolog Inigo San Millan, aktivitas fisik melatih tubuh membakar energi secara lebih efisien.

Latihan zona 2, di mana seseorang masih bisa berbicara namun dengan napas agak terengah, disebut paling efektif untuk meningkatkan kinerja mitokondria. Disarankan sekitar 80 persen olahraga dilakukan di zona ini.

2. Menjaga Pola Makan Seimbang

Konsumsi lemak dan gula berlebihan dapat membebani mitokondria. Untuk menjaganya tetap optimal, dianjurkan mengonsumsi:

  • protein tanpa lemak
  • karbohidrat kompleks
  • lemak sehat seperti omega-3 dan omega-6
  • serat untuk mendukung kesehatan pencernaan

3. Cukup Istirahat

Tidur selama 7-9 jam per malam membantu mitokondria melakukan perawatan dan perbaikan. Penelitian juga menunjukkan bahwa fase tidur bermimpi berperan dalam membersihkan limbah metabolisme dari otak.

Potensi Mitokondria dalam Pengobatan Masa Depan

Disfungsi mitokondria berkaitan erat dengan berbagai penyakit serius, seperti diabetes tipe 2, Alzheimer, penyakit jantung, hingga kanker. Oleh karena itu, mitokondria menjadi fokus penting dalam pengembangan terapi dan pengobatan masa depan. (Men’s Health/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya