Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SATU korban berhasil ditemukan dan dievakuasi tim gabungan jelang petang, Minggu (1/9).Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan penemuan jenazah tersebut berlangsung pada periode perpanjangan tiga hari yang diminta oleh pemerintah Kota Ternate pascabanjir bandang Kelurahan Rua.
Baca juga : BNPB: Operasi Pencarian Korban Banjir di Ternate Masih Berlanjut
“Pada Minggu (1/9), pukul 19.00 waktu setempat atau WIT, satu korban meninggal telah ditemukan tim gabungan,” ujarnya Senin (2/9).
Baca juga : Banjir Bandang di Ternate, Dua Dari Tiga Warga hilang Berhasil Dievakuasi
Ia menuturkan operasi pencarian dan evakuasi akan ditutup setelah semua korban hilang, yang berjumlah 19 orang, ditemukan tim gabungan. Selanjutnya, satu korban meninggal dunia yang baru saja ditemukan akan dirujuk ke instalasi medis setempat.
“Hal tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi korban,” sambungnya.
Baca juga : 1 Korban Banjir Bandang Ternate Akhirnya Ditemukan, Tertimbun Lumpur 1,5 Meter
Operasi pencarian korban hilang dilakukan sejak hari pertama bencana terjadi pada Minggu lalu (25/8), yang menerjang Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara.
Baca juga : Pencarian Korban Banjir Bandang Ternate Diperpanjang Tiga Hari
Sementara itu, Pos Komando (Posko) Penanganan Bencana Banjir Bandang Kelurahan Rua mencatat Minggu (1/9), warga yang mengungsi di SMK Negeri 4 berjumlah 73 kepala keluarga (KK) atau 241 jiwa.
Sedangkan kerugian teridentifikasi rumah rusak berat dilaporkan sebanyak 18 unit, rusak ringan 21 unit, serta terdampak 33 unit. Abdul mengatakan posko akan memverifikasi dan memvalidasi lebih lanjut terkait dengan kerusakan tempat tinggal. Pada fasilitas umum, musola rusak berat berjumlah 1 unit.
Status tanggap darurat bencana masih akan berlangsung hingga 7 September 2024. Pemerintah Kota Ternate telah menetapkan status tersebut melalui Surat Keputusan Wali Kota Ternate Nomor 205/III.6/KT/2024, terhitung 14 hari sejak ditetapkan pada 25 Agustus 2024. (H-3)
SETELAH perpanjangan masa pencarian dilakukan, Tim Sar Gabungan berhasil menemukan 1 korban terakhir bencana banjir bandang Ternate, pada Minggu, (31/8), sore.
Status tanggap darurat bencana masih akan berlangsung hingga 7 September 2024.
Operasi pencarian korban banjir bandang di Kekurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara diperpanjang hingga Selasa (3/9).
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan operasi pencarian korban banjir bandang di Rua, Ternate, Maluku Utara belum berakhir setidaknya sampai dengan Sabtu (31/8).
Tim gabungan masih berusaha mencari korban hilang akibat banjir bandang di Kelurahan Rua, Kota Ternate, Maluku Utara.
Kepala BNPB memastikan setiap kepala keluarga yang kehilangan rumah akan memperoleh satu unit hunian, meski sebelumnya tinggal bersama dalam satu rumah.
Hingga Senin (19/1), banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang dengan Tinggi Muka Air (TMA) bervariasi antara 10 hingga 200 sentimeter.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
BANJIR dan tanah longsor yang terjadi di Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah memutus akses jalan masyatakat dan merusak rumah warga.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Nasional Letjen TNI Suharyanto menegaskan, pemerintah tidak membeda-bedakan satu daerah dengan daerah yang lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved