Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH perpanjangan masa pencarian dilakukan, Tim Sar Gabungan berhasil menemukan 1 korban terakhir bencana banjir bandang Ternate, pada Minggu, (31/8), sore. Korban ditemukan dalam kondisi tertimbun material lumpur sedalam 1.5 meter.
Upaya pencarian Tim sar gabungan di hari kedelapan membuahkan hasil, Pada minggu sore pukul 18.30 waktu Indonesia timur 1 korban terakhir bencana banjir bandang di kelurahan Rua, Kota Ternate, berhasil ditemukan Tim sar gabungan.
Korban atas nama Minianti Musa usia 39 tahun, Ia ditemukan tertimbun lumpur sedalam 1.5 meter di sekitar bibir pantai Kelurahan Rua, yang jaraknya sekitar 200 meter dari rumahnya yang tertimbun lumpur.
Baca juga : Timsar Hentikan Sementara Pencarian Korban Banjir Bandang di Ternate
Proses penggalian lumpur menggunakan alat berat agar memudahkan petugas mengevakuasi jasad korban yang tertimbun.
Jasad korban kemudian dievakuasi Petugas sar menggunakan tandu ke ambulan untuk dibawa menuju Rumah Sakit Chasan Boseori Ternate agar dilakukan identifikasi.
Dengan ditemukan 1 korban tersebut, maka total korban meninggal dunia akibat banjir bandang ternate berjumlah 19 orang. Sementara masa pencarian korban resmi ditutup Basarnas Ternate. (Z-9)
Satu korban banjir bandang di Kota Ternate, Maluku Utara ditemukan dan dievakuasi oleh tim gabungan, Minggu (1/9).
Status tanggap darurat bencana masih akan berlangsung hingga 7 September 2024.
Operasi pencarian korban banjir bandang di Kekurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara diperpanjang hingga Selasa (3/9).
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan operasi pencarian korban banjir bandang di Rua, Ternate, Maluku Utara belum berakhir setidaknya sampai dengan Sabtu (31/8).
Tim gabungan masih berusaha mencari korban hilang akibat banjir bandang di Kelurahan Rua, Kota Ternate, Maluku Utara.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
ADA dua artikel yang ditulis Phil O’Keefe, Ken Westgate, dan Ben Wisner dalam dua tahun berturut-turut: 1976 dan 1977.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti alih fungsi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan sebagai faktor utama yang memperparah dampak bencana alam.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved