Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Sar Gabungan menghentikan sementara pencarian terhadap satu orang korban bencana banjir bandang di Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate. Pencarian dihentikan lantaran banjir dengan debit air kecil kembali menerjang lokasi tersebut.
Dalam video yang direkam petugas tanggap darurat saat proses pencarian korban bencana banjir Rua Ternate, terlihat proses pencarian tiba-tiba dihentikan pada pukul 15.30 WIT karena banjir dengan debit air kecil kembali menerjang kawasan tersebut.
Petugas terpaksa menghentikan pencarian karena mengantisipasi banjir membawa material lumpur dari lereng gunung gamalama. sejumlah eksavator atau alat berat ditarik kembali dari lokasi pencarian.
Baca juga : Banjir Bandang Melanda Kota Ternate, 13 Orang Meninggal Dunia
Banjir dengan debit air kecil ini terjadi karena hujan mengguyur sekitar lereng gunung gamalama sehingga berpotensi membawa material vulkanik dari gunung ke lokasi pencarian korban. untuk itu pencarian korban akan dilanjutkan pada kamis besok jika cuaca mendukung.
Seperti diketahui, banjir terjadi di wilayah Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Minggu (25/8) pukul 03:30 WIT. Dampak dari kejadian ini, warga di Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate mengalami banyak kehilangan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan berdasarkan laporan yang diterima BNPB, Selasa (27/8) pukul 12:45 WIT, dua dari tiga warga yang hilang, berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi.
Baca juga : Banjir Bandang di Ternate, Dua Dari Tiga Warga hilang Berhasil Dievakuasi
"Sampai hari ini, dilaporkan total korban sudah sebanyak 18 jiwa meninggal di tempat dari yang sebelumnya 16 jiwa dan tersisa satu jiwa yang masih dalam pencarian," ujar dia.
(Z-9)
Satu korban banjir bandang di Kota Ternate, Maluku Utara ditemukan dan dievakuasi oleh tim gabungan, Minggu (1/9).
SETELAH perpanjangan masa pencarian dilakukan, Tim Sar Gabungan berhasil menemukan 1 korban terakhir bencana banjir bandang Ternate, pada Minggu, (31/8), sore.
Status tanggap darurat bencana masih akan berlangsung hingga 7 September 2024.
Operasi pencarian korban banjir bandang di Kekurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara diperpanjang hingga Selasa (3/9).
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan operasi pencarian korban banjir bandang di Rua, Ternate, Maluku Utara belum berakhir setidaknya sampai dengan Sabtu (31/8).
Tim gabungan masih berusaha mencari korban hilang akibat banjir bandang di Kelurahan Rua, Kota Ternate, Maluku Utara.
Bantuan berupa 2.000 tas sekolah dan 500 topi bagi anak-anak di Maluku Utara.
Kapal pesiar yang berbasis di Amerika itu membawa sebanyak 100 wisatawan mancanegara yang sebagian dari mereka berkunjung ke sejumlah tempat wisata sejarah di Kota Ternate.
Kegiatan itu terdiri dari kategori pelajar, umum, dan TNI-Polri, diikuti 318 peserta dalam rangka HUT ke-26 Provinsi Maluku Utara dan HUT ke-80 TNI.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) menyelenggarakan bakti sosial yang diikuti 402 peserta.
Cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan Maluku Utara sejak Selasa (7/10) menghambat arus penyeberangan, menyebabkan penumpukan kendaraan dan keterlambatan distribusi logistik.
Pemilihan Ternate sebagai lokasi awal ajang ini dilandasi keyakinan Menpora bahwa wilayah ini memiliki banyak bibit unggul di bidang sepak bola.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved