Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
Artemis Hospitals, fasilitas kesehatan asal India, mengumumkan kemitraan dengan rumah sakit indonesia, Perkasa Hospital Services. Itu merupakan kolaborasi strategis yang bertujuan untuk menjembatani kesenjangan kesehatan dan meningkatkan kolaborasi medis antar negara.
Duta Besar India untuk Indonesia dan Timor Leste, Sandeep Chakravorty mengatakan baik Indonesia dan India memiliki kekuatan di bidang kesehatan yang bisa saling melengkapi.
“Indonesia unggul dalam perawatan kesehatan primer dan sekunder tetapi menghadapi tantangan dalam perawatan tersier. Sebaliknya, India sangat maju dalam perawatan tersier tetapi menghadapi kesulitan di tingkat primer dan sekunder,” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Sabtu (31/8).
Baca juga : Presiden Jokowi Apresiasi Gedung Baru RSUP Dr Sardjito Garapan Hutama Karya
Untuk itu, menurutnya kolaborasi antara jaringan rumah sakit India dan rumah sakit di Indonesia dapat memanfaatkan kekuatan masing-masing negara dan menciptakan kerangka kerja kesehatan yang lebih kuat.
Direktur Utama AXA Financial Indonesia, Niharika Yadav memberikan gambaran tentang ekosistem kesehatan. Di sana, terdapat empat pemangku kepentingan utama yaitu konsumen, perusahaan asuransi, penyedia medis, dan regulator atau pemerintah. Ia menekankan peran penting pemerintah dalam membentuk kebijakan kesehatan dan memastikan koordinasi yang efisien antara pihak bersangkutan ini.
"Keterlibatan pemerintah sangat penting untuk menjaga keseimbangan dan efektivitas dalam sistem kesehatan," ujar Yadav.
Baca juga : Potensi Wisata Medis Dalam Negeri Besar, Rumah Sakit Didorong Raih Akreditasi Internasional
Mengacu pada pengalamannya di Indonesia, Yadav membahas langkah proaktif yang diambil oleh OJK, regulator asuransi. Upaya OJK untuk menghubungkan perusahaan asuransi dengan dewan medis dan Kementerian Kesehatan dirancang untuk mengurangi tekanan pada perusahaan asuransi dan meningkatkan efisiensi sistem secara keseluruhan. Inisiatif ini mencerminkan upaya regulasi yang lebih luas yang diperlukan untuk menyelaraskan kepentingan semua pemangku kepentingan kesehatan.
Yadav juga membahas masa depan asuransi swasta di Indonesia. Meskipun tingkat penetrasi saat ini masih rendah, ia menyatakan optimisme tentang pertumbuhannya. "Dengan biaya kesehatan yang terus meningkat dan kelas menengah yang berkembang, asuransi swasta diperkirakan akan menjadi lebih terjangkau," kata Yadav.
Ia menyoroti peningkatan kesadaran akan asuransi kesehatan pascapandemi, dengan 70% orang Indonesia kini menyadari pentingnya perlindungan kesehatan. Peningkatan kesadaran ini menandakan masa depan yang menjanjikan untuk asuransi swasta di Indonesia.
Baca juga : Peringati Hari Kesehatan Dunia dengan Gelar Bakti Katarak
Kepala Transformasi Bisnis Artemis Hospitals, Dr. Vishal Arora menambahkan bahwa saat ini terdapat tantangan operasional yang dihadapi oleh institusi kesehatan. Ia menekankan pentingnya manajemen keuangan dan efisiensi operasional dengan ungkapan, "Top line is vanity, bottom line is sanity, and cash flow is reality."
Arora menekankan perlunya standarisasi proses untuk memastikan efektivitas operasional dan keberlanjutan operasional kesehatan. Wawasannya menekankan bahwa efisiensi adalah kunci untuk mempertahankan layanan kesehatan berkualitas tinggi.
Sementara itu, CEO Perkasa Hospital Services, Septo Adjie menekankan pentingnya membangun kepercayaan dalam sistem kesehatan Indonesia. Ia mengakui bahwa kepercayaan masih menjadi kesenjangan signifikan dibandingkan dengan negara-negara seperti Malaysia dan India.
Baca juga : Jaringan RS Columbia Asia Resmikan Dua Rumah Sakit dalam Sepekan
"Kepercayaan dalam bagaimana dokter dan rumah sakit memperlakukan pasien sangat penting," kata Adjie.
Ia mengadvokasi peningkatan kolaborasi dan integrasi dukungan finansial atau asuransi untuk meningkatkan penyampaian layanan kesehatan. Adjie juga menyoroti potensi pengurangan biaya kesehatan dengan memanfaatkan opsi asuransi di India, mencatat bahwa banyak orang Indonesia saat ini mencari perawatan medis di luar negeri karena biaya domestik yang tinggi.
Dengan memanfaatkan sumber daya, pengetahuan, dan keahlian yang dimiliki oleh India dan Indonesia, bersama dapat membawa manfaat yang signifikan bagi kesehatan masyarakat di kedua negara.
Kemitraan ini juga diharapkan menjadi contoh negara-negara lain dalam kerja sama antarnegara di bidang kesehatan yang berpotensi dalam mengatasi tantangan kesehatan global serta memperkuat hubungan internasional di bidang kesehatan.
Dengan membangun kepercayaan dan kerja sama yang erat, India dan Indonesia berkomitmen untuk mengatasi isu-isu kesehatan secara komprehensif, menciptakan dampak positif yang luar, dan menetapkan standar yang baru dalam kerjasama kesehatan internasional. (Z-11)
Meskipun populer dan estetik, bubble tea menyimpan risiko kesehatan serius seperti paparan timbal, gangguan pencernaan, hingga masalah kesehatan mental. Simak faktanya!
Kabar baik! MK putuskan penyakit kronis kini bisa masuk kategori disabilitas. Simak syarat asesmen medis dan prinsip pilihan sukarela dalam Putusan MK No. 130/2025.
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Tidur cukup bukan sekadar istirahat. Ini 7 manfaat tidur berkualitas bagi kesehatan tubuh dan mental.
Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya menyebut Indonesia kekurangan 92 ribu dokter dan meluncurkan program pendidikan spesialis hospital based.
KEBIASAAN kurang bergerak atau duduk terlalu lama saat bekerja alasan mengapa bahu, leher, atau punggung terasa sakit. 7 gerakan peregangan meredakan punggung bawah.
Secara umum sayuran berdaun memang jarang disajikan pada menu rumah sakit karena selain alasan praktis seperti penyimpanan dan pengolahan, juga sayuran berdaun cenderung tinggi purin.
Kemenkes menegaskan rumah sakit tidak boleh menolak pasien peserta PBI dengan status JKN nonaktif sementara hingga tiga bulan.
Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa tidak boleh ada rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menolak melayani pasien peserta BPJS segmen PBI
Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat seiring perubahan gaya hidup.
Saat ini, fasilitas kesehatan maupun SDM kesehatan di Indonesia sudah sangat baik dan tidak kalah dengan rumah sakit di Malaysia maupun Singapura.
Biaya pengobatan di Penang, termasuk tindakan medis serius, seringkali lebih terjangkau daripada RS swasta premium di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved