Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan kelamin Indonesia (PERDOSKI), Hanny Nilasari, mengemukakan bahwa pasien yang terjangkit virus cacar monyet (Mpox) tak harus dirawat inap melainkan dapat melakukan isolasi mandiri.
Meskipun begitu, Hanny mengatakan kondisi rumah pasien perlu dipertimbangkan terlebih dahulu sebelum diputuskan apakah dapat melakukan isolasi mandiri atau isolasi terpusat
"Untuk kasus ringan, bisa isolasi mandiri di rumah. Tetapi penilaian syarat rumah sebelum pasien diputuskan untuk isolasi mandiri juga harus jadi perhatian," kata Hanny dalam diskusi daring yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Rabu, (28/8).
Baca juga : Cegah Penularan Mpox, Kemenkes Minta Masyarakat Jaga Higienitas
Isolasi mandiri juga perlu dipastikan bahwa pasien tetap dapat melakukan komunikasi dengan pihak luar. Misalnya melalui telepon.
Ketika isolasi mandiri, pasien perlu terus mengidentifikasi apakah kelainannya menjadi berat. Sebab, kata Hanny, pihak medis juga akan terus melakukan observasi setiap hari.
"Pasien diminta untuk melaporkan kondisinya. Kalau keadaan memburuk, isolasi mandiri bisa diganti menjadi isolasi terpusat supaya pasien bisa lebih tertangani dengan sempurna," kata Hanny.
Baca juga : Virus Mpox Clade Ib Sudah Semakin Menyebar ke Luar Afrika, 2 Kasus Terkonfirmasi
Hanny juga mengatakan bahwa pasien yang melakukan isolasi mandiri harus memiliki akses ke fasilitas kesehatan untuk melaporkan kondisi kulitnya.
Jika kondisi memburuk, kelainannya menjadi luas atau nyerinya bertambah, pasien perlu memberitahukan ke pihak medis agar dilakukan penilaian ulang dan diberikan obat-obatan tambahan.
Terkait dengan perawatan kulit pasien, tenaga medis atau keluarga yang merawat pasien Mpox di rumah, tetap perlu mengenakan alat pelindung diri (APD).
Baca juga : Awas Cacar Monyet, Ini Tips dari Pakar UGM untuk Mencegah Penularan dan Kefatalan
Pasien juga diimbau agar tidak memencet maupun menggaruk kelainan kulitnya karena bisa meningkatkan risiko penyebaran ke area yang lainnya.
"Dia akan lepas sendiri. Jadi nggak perlu dikorek-korek atau dilepas sendiri keropengnya," kata Hanny.
Selain itu, pasien juga diimbau agar menghindari berbagi alat mandi seperti handuk, pakaian dan lain-lain yang harusnya dipakai secara pribadi. Meski sedang mengalami masalah pada kulit, pasien Mpox tetap dianjurkan untuk mandi dan menjaga kebersihan kulit.
(Z-9)
Otoritas kesehatan Inggris mengidentifikasi varian baru cacar monyet hasil rekombinasi clade Ib dan IIb. Para ilmuwan menilai dampaknya, sementara kasus global terus meningkat.
Mpox merupakan infeksi virus yang menyebar melalui kontak dekat dan biasanya menyebabkan gejala seperti flu dan lesi bernanah di sekujur tubuh.
Dua kasus suspek Monkey Pox (Mpox) atau cacar monyet yang dilaporkan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, bukan merupakan kasus konfirmasi Mpox.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa monkeypox (mpox) bukan lagi dianggap sebagai keadaan darurat kesehatan internasional.
Kasus Mpox atau cacar monyet kembali muncul di Indonesia. Ketahui gejala awal, penyebab penularannya, dan langkah pencegahan efektif agar tidak tertular penyakit ini.
Angka korban tewas akibat Mpox di Afrika telah mencapai 1.200 orang, sementara jumlah kasus yang tercatat tahun ini telah melampaui 62.000.
Monkeypox adalah penyakit yang semakin menarik perhatian dunia, terutama setelah beberapa kasus dilaporkan di berbagai negara.
Penyakit mpox, yang sebelumnya dikenal sebagai monkeypox virus, telah menjadi perhatian global karena penyebarannya yang cepat melalui kontak fisik.
ANGGOTA Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi kesehatan anak-anak agar mereka tidak terkena penyakit cacar monyet atau MonkeyPox (mpox).
Kasus-kasus tersebut ditemukan di Ciracas, Grogol Petamburan, Jatinegara, Kebon Jeruk, Matraman, Pasar Minggu, Tanah Abang, dan Tanjung Priok.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut program vaksinasi cacar yang dilakukan pemerintah dulu bisa memberikan proteksi dari virus mpox. Sehingga memberikan proteksi seumur hidup.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI Tjandra Yoga Aditama mendorong pemerintah agar melakukan tindakan maksimal yang tepat untuk mencegah penyakit mpox merebak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved