Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGADILAN Negeri (PN) Jakarta Pusat telah memutus bersalah produsen obat sirup yang menyebabkan gagal ginjal akut pada anak (GGAPA). Kejadian ini seharusnya menjadi rambut agar pengawasan obat lebih diperketat.
Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menyatakan bahwa kualitas obat merupakan hal yang wajib diperhatikan oleh produsen maupun regulator. Sebab hal ini menyangkut nyawa banyak orang.
“Kasus GGAPA yang korbannya ratusan anak itu menjadi pelajaran penting bahwa pengawasan tidak boleh lengah,” kata Edy di Jakarta pada Selasa (27/8).
Baca juga : DPR Apresiasi Kegiatan ‘LOBO’ Terkait RUU Pengawasan Obat dan Makanan
Edy menegaskan bahwa adanya cemaran etilen glikol yang melebihi ambang batas pada cemaran bahan baku tidak boleh terulang lagi, begitu juga bentuk keteledoran lainnya terhadap produksi obat di Tanah Air.
“Prinsip cara pembuatan obat yang baik (CPOB) harus benar-benar ditaati,” kata politisi PDI Perjuangan ini.
Lebih lanjut, Edy memaparkan bahwa pedoman terkait pengawasan dan pembuatan obat sudah ada adalah Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 34 Tahun 2018. Edy berharap agar aturan ini menjadi pedoman yang harus ditaati oleh industri farmasi dan sarana pembuat obat.
Baca juga : DPR Sebut RUU POM Perkuat Kelembagaan BPOM Lakukan Pengawasan
“Harapannya, mutu dan keamanan produk bisa dijamin. Sistem pengawasan dan audit secara berkala harus dijalankan. Tidak serta-merta ketika sertifikat CPOB sudah dikeluarkan, lantas dilepaskan. BPOM di daerah harus terus memantau setiap produksi obat,” jelasnya.
Legislator dari Dapil Jawa Tengah III itu juga menyebut Komisi IX yang menjadi mitra BPOM terus mengawasi dan menerima keluhan masyarakat atas permasalahan obat.
“Kami meminta agar BPOM terus meningkatkan kualitas alat pengujian obat sebelum beredar di Masyarakat. Yang perlu diingat adalah kualitas penguji SDM obat harus ditingkatkan,” kata Edy.
Baca juga : 1.000 Stakeholder Ikuti Sosialisasi Peraturan BPOM
Edy juga menyinggung perlunya Undang-Undang Pengawasan Obat dan Makanan. Saat ini yang ada Rancangan Undang-Undang Pengawasan Obat dan Makanan (RUU POM). “Ini merupakan salah satu senjata yang disiapkan untuk mengawal ekosistem obat yang terjangkau dan aman,” tuturnya.
Pada Rapat Paripurna DPR RI ke-1 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2023-2024 ada sembilan fraksi partai yang menyatakan persetujuannya terhadap RUU POM. Adanya persetujuan ini menjadikan RUU POM menjadi usul inisiatif DPR RI. “Payung hukum untuk pengawasan obat dan makan harus segera diwujudkan. Perlu diingat, RUU ini sudah lama tertunda,” tutur Edy.
RUU POM ini diperlukan karena harus ada ‘senjata’ bagi pengawas untuk menciptakan ketenangan masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan obat, makanan, dan kosmetik.
“Selain itu juga bisa menjadi pedoman bagi industri agar memproduksi obat, makanan, dan kosmetik sesuai dengan standar keamanan di Indonesia,” tandasnya. (H-2)
PENYUSUNAN Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem penegakan hukum nasional.
Legislator PDIP Edy Wuryanto mendesak pemerintah memprioritaskan pemenuhan dokter spesialis di daerah 3T serta mencegah mahalnya pendidikan kedokteran.
Siapa Sudewo? Simak profil Bupati Pati yang dilantik pada 2025, lengkap dengan biodata, karier politik, dan perjalanan menuju kursi kepala daerah.
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda memastikan mekanisme pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) tetap dilakukan secara langsung oleh rakyat.
Ahmad Safei meminta Kementerian Perhubungan bersama Basarnas, TNI, dan Polri untuk segera melakukan pencarian korban hilangnya pesawat ATR 42-500
Wakil Ketua Komisi V DPR RI mendesak Kemenhub melakukan audit soal insiden hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT di wilayah Maros
DPR meminta KPPU memperkuat pengawasan persaingan usaha agar pasar lebih adil dan pengusaha kecil terlindungi.
Operator seluler terbesar, seperti Telkomsel, IOH, XL, dan Smartfren, meningkat dari 50,69 juta TB pada 2024 menjadi 55,95 juta TB pada 2025.
Salah satu penyebab utama korupsi kepala daerah adalah tingginya biaya politik dalam kontestasi pilkada.
DPR akan mengawasi langkah konkret yang diambil Panglima TNI sebagai tindak lanjut atas keresahan Presiden.
Diperlukan peningkatan pengawasan, penerapan teknologi mutakhir, serta kontrol operasional pertambangan yang lebih terpadu.
Ia menjelaskan bahwa sistem WBS di Ombudsman dikelola oleh dua unit berbeda melalui Inspektorat dan Keasistenan Utama Manajemen Mutu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved