Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Satya Negara Indonesia (USNI), Rabu (21/8), meresmikan pembukaan kelas baru di Kampus B, yang berlokasi di Jalan H. Jampang No.91 Jatimulya, Tambun Selatan, Bekasi.
Pembukaan Kelas Kolaboratif dan Kreatifi ini merupakan bagian dari upaya USNI untuk terus mengembangkan kapasitas dan kualitas pendidikan, serta memenuhi kebutuhan pendidikan tinggi yang semakin meningkat di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
"Kelas baru ini mencakup berbagai program studi yang dirancang untuk menyiapkan para mahasiswa menjadi lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja," kata Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama USNI Rustono Farady Marta, Rabu (21/8).
Baca juga : UIC College Gandeng SIM Perluas Akses ke Universitas Bergengsi
Ia menjelaskan, USNI merupakan institusi pendidikan tinggi swasta yang telah berdiri sejak tahun 1989 berlokasi di Jakarta dan Bekasi di bawah naungan Yayasan Abdi Karya. USNI memiliki komitmen untuk memberikan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman.
Rustono mengungkapkan, terdapat beberapa program studi unggulan yang ditawarkan USNI. Antara lain Manajemen, Teknik Informatika, Ilmu Komunikasi, dan Ilmu Perikanan dan Kelautan.
"Semua program ini dilengkapi dengan fasilitas modern dan kurikulum yang telah disesuaikan dengan kebutuhan industri saat ini," jelas Rustono.
Baca juga : Unkris Gelar Uji Publik Calon Satgas Penanganan Kekerasan Seksual
Wakil Rektor III juga berharap, semoga dengan Kelas Kolaboratif dan Kreatif menjadikan USNI semakin nyaman bagi para peserta didik, khususnya di Kampus B Bekasi. Hal itu untuk mematangkan setiap personel yang melaksanakan proses pembelajaran agar jadi versi terbaik diri serta mematangkan atmosfer akademik yang berkesinambungan.
Rustono mengatakan bahwa kehadiran Kelas Kolaboratif dan Kreatif di USNI Kampus B membawa suasana baru serta optimisme yang diharapkan mampu mendorong prestasi mahasiswa. Di antaranya, melahirkan sejumlah inovasi yang berbasis kreatifitas melalui kerja kolaboratif, sehingga membanggakan almamater.
"Selain itu, USNI juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran dengan menghadirkan dosen-dosen yang berpengalaman dan ahli di bidangnya. Universitas juga akan memberikan berbagai dukungan kepada mahasiswa, termasuk beasiswa, layanan bimbingan karier, serta kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan soft skills," terang Rustono.
Sejauh ini, kafa Rustono, USNI memiliki komitmen untuk memberikan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman. Dengan berbagai program studi yang inovatif dan tenaga pengajar yang profesional, USNI terus berupaya mencetak lulusan yang berdaya saing dan siap menghadapi tantangan global.
"USNI adalah kampus yang sangat tepat untuk meraih sukses dan menjadi versi terbaik diri, karena USNI merancang program pengembangan diri mahasiswa selam 4 tahun yang menyeluruh. Seperti narasi USNI yaitu Kreatif dan Kolaboratif, USNI sangat memperhatikan pengembangan diri mahasiswa untuk menemukan veris terbaik diri sehingga proses belajar mengajar yang nyaman sangat penting. Untuk mendukung proses belajar mengajar yang nyaman perlu kelas yang nyaman, juga kreatif dan kolaboratif," jelasnya.
Mitigasi lewat pendekatan sosial kemasyarakatan ini bisa menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan desa menghadapi bencana.
Penguatan kompetensi dan sistem perlindungan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja di luar negeri harus terus ditingkatkan.
Peserta juga diajak mengeksplorasi cara memanfaatkan kertas daur ulang sebagai media artistik seperti ilustrasi, kartu ucapan, kemasan kreatif, dan karya dekoratif.
Kunjungan akademik ini menjadi langkah strategis Universitas LIA dalam memperkuat jejaring internasional dan memberikan pengalaman global bagi sivitas akademika.
MIU kini menaungi puluhan ribu mahasiswa dari lebih 130 negara, dengan cabang di berbagai kawasan dunia.
Pengurus Pusat Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia (PP Hispisi) kembali menggelar rangkaian kegiatan International Conference
SEORANG mahasiswa berinisial A (19) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya yang berlokasi di Jalan Padat Karya I, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Jumat (16/1/2026).
KKN tematik ini tidak hanya menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga wadah pembelajaran bagi mahasiswa agar lebih peka terhadap isu-isu sosial.
Ketidakjelasan ini disebut menyebabkan warga negara tidak dapat memprediksi secara rasional apakah kritik atau pendapatnya dapat dipidana.
Posisi Turki sangat strategis sebagai lokasi belajar bagi pemuda dunia. Menurutnya, negara tersebut merupakan laboratorium hidup di mana peradaban bertemu dan berkolaborasi secara nyata.
Selain mahasiswa Polstat STIS yang terdiri dari 227 mahasiswa dan 283 mahasiswi, BPS juga mengerahkan 50 pegawai BPS Pusat, serta pegawai BPS di kabupaten/kota terdampak.
mitigasi bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perubahan perilaku serta penguatan kesiapan mental masyarakat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved