Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT musim kemarau, udara di dalam rumah menjadi panas sehingga tidak nyaman. Menghadapi cuaca yang panas memerlukan strategi khusus, ternyata dengan mengoptimalkan material bahan bangunan dan struktur bangunan dapat membuat rumah lebih sejuk.
Terdapat berbagai langkah konstruksi dan struktural dapat diambil untuk memastikan rumah tetap sejuk meski suhu luar meningkat. Berikut beberapa tipsnya :
Baca juga : Jurus Tenang di Tengah Masa Pandemi
Mengoptimalkan Atap dan Plafon Rumah: Menggunakan atap berwarna terang atau yang dilapisi bahan reflektif dapat membantu memantulkan sinar matahari dan mengurangi penyerapan panas. Selain itu, memasang ventilasi atap atau turbine ventilator dapat meningkatkan sirkulasi udara, sehingga panas yang terperangkap di bawah atap dapat dilepaskan dengan lebih efisien. Pilihan lain yang juga efektif adalah menggunakan material atap dengan lapisan insulasi termal, seperti foil isolasi, yang dapat mengurangi transmisi panas ke dalam rumah. Selain itu pertimbangkan juga menggunakan plafon rumah dengan ceiling tinggi, dengan ini panas yang ada di bawah atap semakin diatas dan semakin menjaga kesejukan didalamnya. Umumnya tinggi plafon ruang tamu 2,8m-3,2m dari lantai, dengan ini Anda dapat memperkirakan berapa tinggi yang ideal bagi plafon Anda.
Memasang Jendela yang Tepat: Jendela yang tepat juga merupakan kunci untuk menjaga rumah tetap sejuk. Jendela berlapis ganda atau kaca rendah-emisi (low-e) dapat mengurangi panas yang masuk ke dalam rumah sekaligus mempertahankan suhu dingin di dalam. Selain itu, orientasi jendela juga perlu dipertimbangkan; jendela yang menghadap ke arah timur atau barat cenderung menerima lebih banyak sinar matahari langsung sehingga meningkatkan suhu dalam rumah. Menggunakan tirai tebal, gorden berlapis, atau film pelindung panas pada jendela dapat membantu mengurangi panas yang masuk.
Baca juga : 5 Alasan untuk Menghindari Bekerja di Tempat Tidur
Memastikan Ventilasi yang Baik: Langkah lain yang tak kalah penting adalah memastikan rumah memiliki ventilasi yang baik. Sistem ventilasi silang, di mana udara dapat bergerak bebas dari satu sisi rumah ke sisi lain, sangat efektif dalam menjaga sirkulasi udara dan mendinginkan ruangan. Membuka jendela pada waktu yang tepat, terutama pada pagi dan sore hari ketika suhu lebih rendah, dapat membantu mengalirkan udara segar ke dalam rumah. Pemasangan ventilasi tambahan seperti ventilasi atap atau lubang angin di dinding juga dapat meningkatkan aliran udara dan mengurangi panas dalam rumah.
Menggunakan Pelapis Dinding yang Tepat: Menggunakan pelapis dinding yang tepat juga bisa menjadi solusi jitu. Cat berwarna terang atau pelapis dinding reflektif dapat mengurangi penyerapan panas. Di beberapa daerah, penggunaan bahan isolasi pada dinding luar juga menjadi pilihan populer untuk mengurangi transfer panas dari luar ke dalam rumah. Bahan isolasi ini bisa berupa busa poliuretan atau panel isolasi yang dipasang di antara dinding bata.
Penggunaan AC/ Kipas: Terakhir, penggunaan teknologi modern seperti pendingin udara hemat energi atau sistem pendingin berbasis evaporatif juga bisa menjadi tambahan yang berguna. Meskipun ini adalah solusi yang memerlukan energi listrik, memilih perangkat yang efisien dan ramah lingkungan dapat membantu menjaga rumah tetap sejuk tanpa menguras daya listrik secara berlebihan. (H-3)
Di tengah suasana Lebaran, penderita penyakit autoimun perlu memerhatikan kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan atau flare up.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Rasa gatal pada ibu hamil biasanya berpusat di area perut dan payudara.
Faktor pertama yang paling berpengaruh adalah perilaku pengemudi di balik kemudi. Gaya berkendara agresif menjadi musuh utama efisiensi baterai.
Menciptakan aroma wangi di kamar tidur tidak hanya mendatangkan suasana menyenangkan, tetapi juga menjadi strategi penting untuk meningkatkan kualitas istirahat.
Apabila nyeri ulu hati sangat hebat disertai muntah, penderita disarankan untuk tidak memaksakan puasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved