Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
MERAYAKAN Hari Kemerdekaan Indonesia tidak akan lengkap tanpa beragam perlombaan. Perlombaan yang sering kali terlihat sederhana dan menghibur ini ternyata menyimpan sejarah panjang dan makna mendalam bagi bangsa Indonesia.
Dari mana asal-usul lomba-lomba ini? Apa saja nilai-nilai luhur yang ingin disampaikan melalui perlombaan tersebut?
Mari kita telusuri sejarah dan makna lomba 17 Agustus yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kita.
Baca juga : Tamu Undangan Mengenakan Pakaian Adat Hadiri HUT RI di IKN
Menurut Heri Priyatmoko, Dosen Sejarah di Universitas Sanata Dharma, berbagai lomba yang meramaikan perayaan HUT RI sebenarnya sudah ada sejak lama, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Asal mula dan pencetus lomba-lomba seperti panjat pinang memang tidak diketahui pasti, namun tradisi ini telah lama mengakar dalam budaya kita.
"Pada saat pernikahan Mangkunegara VII (1885-1944), misalnya, acara tersebut dirayakan secara meriah dengan berbagai hiburan, salah satunya adalah panjat pinang," jelas Heri Priyatmoko.
Setelah Indonesia merdeka, lomba-lomba ini mulai diadakan untuk menyemarakkan perayaan kemerdekaan. Lomba-lomba seperti tarik tambang dan balap karung mulai populer pada tahun 1950-an, ketika intensitas pertempuran untuk mempertahankan kemerdekaan menurun dan ibu kota RI dipindahkan kembali ke Jakarta dari Yogyakarta.
Baca juga : Wapres Pimpin Upacara Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Kalibata
Lomba makan kerupuk menjadi salah satu yang paling ikonik dalam perayaan 17 Agustus. Dengan tangan diikat ke belakang, peserta harus menghabiskan kerupuk yang digantung, hanya menggunakan mulut. Lomba ini menggambarkan betapa sulitnya kondisi pangan saat masa penjajahan, sekaligus mengajarkan nilai-nilai tidak mudah menyerah dan bersyukur meskipun dalam keterbatasan.
Bakiak, yang berbentuk seperti sandal panjang, biasanya dimainkan oleh dua hingga tiga orang. Kerja sama dan kekompakkan sangat dibutuhkan untuk memenangkan perlombaan ini. Lomba bakiak menyampaikan pesan penting tentang gotong royong, sebuah prinsip yang sangat penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Balap karung, lomba yang tak pernah absen setiap Agustusan, menggambarkan kesulitan mendapatkan pakaian layak saat masa penjajahan. Karung goni menjadi alternatif pakaian karena mudah ditemukan. Lomba ini mengingatkan kita akan penderitaan masa lalu dan betapa sulitnya bergerak maju ketika kaki kita dibatasi rintangan.
Baca juga : Ini 64 Penerima Tanda Jasa dan Kehormatan di Hari Kemerdekaan
Panjat pinang adalah lomba yang selalu menjadi sorotan dalam perayaan Agustusan. Peserta harus bekerja sama untuk memanjat pohon yang diolesi minyak guna merebut hadiah di puncaknya. Lomba ini menuntut kekompakan dan pengorbanan dalam tim, serta menggambarkan semangat juang dan gotong royong yang menjadi landasan perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Lomba tarik tambang bukan hanya tentang kekuatan fisik, tetapi juga kekompakan dan solidaritas dalam tim. Nilai-nilai kebersamaan dan kerja sama tim yang tercermin dalam perlombaan ini mengingatkan kita pada kerasnya perjuangan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan dari penjajah.
Lomba-lomba 17 Agustus bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga merupakan cara untuk mengingat dan merayakan nilai-nilai luhur yang telah membentuk Indonesia sebagai bangsa. Dengan semangat gotong royong dan persatuan, kita dapat terus merayakan kemerdekaan ini dengan penuh makna.
Sejumlah pegolf mencatatkan prestasi membanggakan dalam kategori wanita maupun pria, baik untuk gelar Best Gross, Best Nett, hingga berbagai novelty challenge.
Dalam pidato peringatan Hari Kemerdekaan, Presiden Volodymyr Zelensky menegaskan Ukraina akan terus berjuang demi kebebasan dan perdamaian yang adil.
Endress+Hauser Indonesia ingin merayakan kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan seremonial, tetapi juga melalui aksi nyata menjaga kelestarian alam.
MEMPERINGATI Hari Kemerdekaan yang ke-80 bagi Indonesia menjadi momen mempererat kerukunan antarumat beragama.
Dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80, Lorin Group Solo telah menyiapkan berbagai promo menarik.
Duta Besar RI untuk Rumania dan Republik Moldova, Meidyatama Suryodiningrat, menyerukan agar WNI terus merawat persatuan serta menjadi duta bangsa di mana pun berada.
RESEPSI diplomatik dalam rangka peringatan HUT ke-79 RI yang setiap tahun diselenggarakan di Wisma Duta Wassenaar kali ini menjadi istimewa dengan kehadiran Menlu Belanda.
Tidak hanya menikmati kuliner, pengunjung juga dimanjakan lantunan musik keroncong yang hadir di setiap hari Rabu dan Minggu malam selama periode berlangsung.
SUDAH 79 tahun Indonesia merdeka dengan sumber daya alam yang melimpah dan potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi global.
Upacara bendera dengan mengenakan pakaian adat dan perlombaan tradisional membuat para sobat Medi belajar budaya Tanah Air.
Pawai budaya ini menampilkan berbagai atraksi dari beragam komunitas dan sekolah yang ada di Ciputat, mulai dari tarian tradisional, kostum adat, hingga iringan musik khas daerah.
Jelang Hari Kemerdekaan RI, Telkom gelar Apel Kesiapan untuk mengamankan infrastruktur dan layanan telekomunikasi
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved