Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS perundungan pada anak di sekolah acap kali tidak tertangani dengan baik karena guru tidak sensitif terhadap fenomena ini. Ia terkadang tidak bisa mengidentifikasi suatu kejadian merupakan perundungan atau bukan.
Untuk itu, pengembangan kapasitas guru terkait perundungan perlu terus ditingkatkan. Hal itu disampaikan Wakil Ketua LP2M PP Muhammadiyah dan Dosen Psikologi Universitas Ahmad Dahlan Khoiruddin Bashori dalam kegiatan Workshop Manajemen Konflik Berbasis Sekolah (MKBS) dalam rangkaian Kongres HUT Partai NasDem di Auditorium Ki Hajar Dewantara, Akademi Bela Negara NasDem, Jakarta Selatan, Senin (5/8).
"Belakangan ada sekolah yang orangtuanya mengadu karena anaknya dikeroyok sampai luka-luka. Ketika saya mencoba mengkonfirmasi kepada gurunya, jawab gurunya, 'Biasa, Pak, kelahi anak-anak. Hal-hal seperti itu malah diwajarkan," ungkap Khoiruddin.
Baca juga : Sekolah Harus Pahami Relasi Kuasa untuk Mencegah Perundungan
Menurutnya, kualitas interaksi guru dengan siswa harus diperhatikan. Ketika hubungan guru-murid tidak berkualitas, katanya, yang muncul adalah relasi kuasa. "Kalau komunikasinya lancar, enak, guru dengan anak-anak itu dekat, itu biasanya semua bisa dibicarakan secara baik," jelasnya.
Ia mengatakan bahwa pengembangan kapasitas guru penting dilakukan untuk menciptakan sekolah yang aman dan nyaman.
Pelatihan atau edukasi pertama untuk guru adalah memberikan kesadaran untuk mengidentifikasi perundungan. "Ini termasuk perundungan atau bukan, bagaimana cara mencegahnya, kalau terjadi apa yang harus kita lakukan, strateginya apa? Itu hal-hal yang terus harus kita diskusikan karena di lapangan variasinya macam-macam," kata Khoiruddin.
Baca juga : Kemendikbud Ristek Perkuat Layanan Pendidikan Lewat Digitalisasi
Kemudian guru perlu dilatih soal empati dan iklusi. Tujuannya agar ia peka kalau ada tanda-tanda yang mengarah pada perundungan.
"Ini kok kayaknya (anak) selalu dijadikan sasaran. Coba kita selidiki apa yang terjadi. Siapa tahu (ada yang) sedang merencanakan sesuatu kepada korban," contohnya.
Kemudian, pengembangan keterampilan komunikasi. Khoiruddin menyebut komunikasi ada yang bersifat agresif, pasif, dan asertif. Yang terakhir itu yang paling baik. "Asertif itu terus terang tapi tidak menyakitkan hati. Ini yang harus dilatih," katanya.
Baca juga : 4 Ribu Guru Honorer Jakarta Direkomendasikan Masuk Dapodik
Selanjutnya, guru harus belajar untuk active listening atau mendengarkan secara aktif. "Jadi kalau mendengarkan itu ada respons. Kalau orang lain ngomong kita kasih tanggapan meskipun tanggapannya sedikit-sedikit," jelasnya.
Terakhir, sekolah perlu membuat kebijakan perihal penanganan bullying. Misalnya bagaimana kalau ada konflik, cara menyelesaikannya seperti apa, dan sebagainya. Tujuannya agar sekolah punya mekanisme kalau ada sebuah masalah dapat diselesaikan dengan baik.
"Kebijakan anti perundungan itu harus jelas, apa yang harus dilakukan. Lalu harus dikomunikasikan kepada semua pihak bahwa di sekolah ini kebijakannya seperti ini. Termasuk kepada anak dan orangtua," pungkasnya. (Z-8)
IDAI menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus keracunan makanan pada anak sekolah dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah.
Kunjungan-kunjungan para siswa sekolah ke gedung DPRD DKI Jakarta selama ini hanya sebatas pengenalan ruang-ruang kerja anggota dewan dan penjelasan singkat mengenai fungsi legislasi.
KETUA Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya merespons terkait wacana sekolah yang akan diliburkan selama satu bulan penuh saat Ramadan 2025 mendatang.
Renovasi tata letak sekolah mengantisipasi peningkatan jumlah siswa setiap tahun, mendorong pendidikan yang mudah diakses dan nyaman.
Konsep pemberdayaan idealnya dilakukan di lingkungan terdekat operasional perusahan, melibatkan karyawan, serta memperpanjang usia material yang semula dianggap limbah.
Ketua Kopmas: ketika bicara pemenuhan hak anak untuk hidup sehat, tidak boleh ada diskriminasi.
Kemenkes mengungkapkan temuan senior yang merupakan peserta PPDS Unsri melakukan perundungan atau bullying pada juniornya dengan memeras Rp15 juta per bulan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut akan memberikan sanksi untuk penerbitan Surat Tanda Registrasi (STR) pelaku perundungan.
Peran warga sekolah, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan murid, sangat strategis dalam memastikan sekolah aman dan nyaman.
Merespons bullying, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menggelar 'Gen Z Fest: The Next Wave of Digital Natives' di Jakarta (18/12)
Data UPT PPA DKI Jakarta menunjukkan, hingga 19 Desember 2025 terdapat 2.182 pengaduan. Kekerasan psikis menempati urutan tertinggi dengan 1.059 kasus.
Dalam aksinya, mereka sempat mendatangi sekolah yang berlokasi di Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (15/12).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved