Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
STASIUN Meteorologi Maritim Belawan, Sumatra Utara (Sumut), menyebutkan gelombang setinggi 2,0 meter hingga 2,5 meter diprakirakan berpeluang terjadi perairan Sumatra. Beberapa wilayah yang diperkirakan akan terdampak adalah di wilayah Samudera Hindia barat Nias, perairan utara Sabang, Perairan barat Aceh, Perairan Meulaboh - Sinabang, Perairan Nias - Sibolga, dan Samudera Hindia barat Aceh.
“Gelombang 2,0 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi Kamis malam hingga Jumat pagi,” kata Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Belawan Christen Novena, di Medan, Kamis.
Terkait gelombang tinggi tersebut, kata dia, perahu nelayan, kapal tongkang, kapal feri, dan kapal berukuran besar lainnya seperti kapal kargo dan kapal pesiar, untuk memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.
Baca juga : Prakiraan Cuaca Senin, 29 Juli 2024, Waspadai Gelombang Tinggi di Beberapa Wilayah Indonesia
Kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi, kata dia, juga diharapkan agar tetap selalu waspada.
“Kondisi angin di wilayah perairan Sumatera bagian utara pada umumnya bertiup dari arah timur hingga barat daya, dengan kecepatan berkisar antara 2 - 20 knot,” katanya.
Sementara berdasarkan informasi dari Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, cuaca di Sumatera Utara pada Jumat, (2/7) pagi rata-rata berawan.
Baca juga : Prakiraan Cuaca Hari Ini, Potensi Hujan di Sejumlah Kota di Pulau Sumatra
Pada siang dan sore hari berpotensi terjadi hujan ringan hingga lebat di Humbang Hasundutan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Toba, Samosir, Sibolga, Padang Sidempuan, Gunung Sitoli, Nias Barat, Nias Utara, Nias, Nias Selatan, dan sekitarnya.
Kemudian malam hari berpotensi hujan ringan hingga lebat di Humbang Hasundutan, Padang Sidempuan, Mandailing Natal, Toba, Samosir, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, dan sekitarnya.
Sementara pada dini hari berpotensi hujan lebat di wilayah Gunung Sitoli, Nias Barat, Nias Utara, Nias, Nias Selatan, dan sekitarnya.
(ANT/Z-9)
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
BMKG: gelombang tinggi disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) ini.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Gelombang tinggi 1,25-2,5 disertai angin hujan dan badai masih berlangsung di perairan Jawa Tengah berisiko terhadap pelayaran.
Cuaca ekstrem berpotensi di 27 daerah Salasa (13/1) warga di Pantura dan Jateng bagian tengah diminta waspada terhadap bencana hidrometeorologi dan gelombang tinggi.
ANGGOTA Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna, mendukung langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang menggugat enam perusahaan besar atas dugaan keterlibatan bencana banjir Sumatra
Kerusakan padang lamun di pesisir Jawa dan sebagian Sumatra berpotensi menjadi salah satu sumber emisi karbon tersembunyi terbesar di Indonesia.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Subhan mengatakan, dari total 18 unit huntara, tiga unit telah dihuni warga Desa Gedumbak
Donasi ini merupakan hasil penggalangan dana sukarela dari Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai BUMD, serta masyarakat Kabupaten Sumedang
SATUAN Tugas Pemulihan Pascabencana (Galapana) DPR RI mengungkapkan empat permasalahan utama yang harus segera dituntaskan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumatra.
ANGGOTA Komisi II DPR RI, Ahmad Heryawan mendukung Kemendagri mengalokasikan anggaran sebesar Rp59,25 triliun untuk pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Sumatra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved