Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengimbau seluruh rumah sakit untuk melakukan kolaborasi dalam memajukan upaya penelitian klinis. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan posisi Indonesia dalam penelitian medis dan inovasi layanan kesehatan yang pada akhirnya akan memberikan manfaat bagi kesehatan negara dan memajukan pengetahuan global.
"Indonesia tertinggal dibandingkan dengan negara-negara Asia. Sehingga perlu partisipasi lebih besar dalam uji klinis," ungkap Kepala Unit Pelayanan Kesehatan, Kemenkes, Indri Rooslamiati Supriadi yang mewakili Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Lucia Rizka Andalucia dalam diskusi bertema Health, Wellness, and Investment in Indonesia’s Healthcare Ecosystem, dilansir dari keterangan resmi, Sabtu (20/7).
Hadir pada acara yang digagas BritCham's Health, Wellbeing & the Life Sciences dan Professional Women's Hub, bekerja sama dengan Departemen Bisnis dan Perdagangan Kedutaan Besar Inggris (UK-DBT) yakni, Board of BritCham Indonesia dan President Director of AstraZeneca Esra Erkomay.
Esra menyampaikan apresiasinya atas pesatnya perkembangan telemedis di Indonesia. Menurut dia, artificial intelligence (AI) adalah alat yang penting untuk melakukan uji klinis dengan cara efektif dan efisien.
Baca juga : Siemens Healthineers Gandeng Kemenkes dan Empat Rumah Sakit
President S ASEAN International Advocacy & Consultancy (SAIAC) Shaanti Shamdasani menekankan pentingnya kemitraan Public-Private Partnerships (PPP) dalam ekosistem layanan kesehatan di Indonesia.
Ia menekankan keberhasilan ini bergantung pada pengelolaan investasi yang efektif, didukung dengan sistem kuat, kemitraan strategis, serta regulasi yang baik.
"Elemen-elemen ini penting dalam penggunaan PPP sebagai alat negosiasi bagi investor swasta dari lokal dan asing. Tanpa adanya PPP, kemajuan sektor kesehatan di Indonesia tidak bisa terwujud," tegas Shaanti.
Baca juga : Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Data Genomik Kesehatan Global
Ainsley Mann, mantan Chairman of BritCham Indonesia yang kini menjabat Consultative Board of BritCham Indonesia dan President Director of PT Swire Investments Indonesia, menekankan di balik semua kemajuan yang baik dan niat kuat, terdapat kebutuhan strategis agar segera menangani isu-isu terkait supply chain dan kapabilitas.
”Pemerintah, sektor swasta, dan para peneliti sepakat atas hal ini," pungkasnya.
Acara yang sekaligus merayakan 75 tahun hubungan perdagangan Inggris-Indonesia ini juga mencerminkan komitmen BritCham Indonesia untuk mengadvokasi peningkatan investasi asing dengan menunjukkan potensi pertumbuhan dan perkembangan di sektor kesehatan Indonesia.
AbadiNusa memulai langkah sebagai usaha distribusi alat laboratorium dan alat kesehatan dengan keyakinan atas pentingnya akses alat kesehatan berkualitas.
Penguatan daya saing industri kesehatan nasional dinilai semakin krusial di tengah meningkatnya kebutuhan layanan medis, dan ketatnya persaingan global.
Tes laboratorium presisi menjawab berbagai masalah kesehatan, mulai alergi yang tidak kunjung membaik, demam berulang pada anak, hingga berat badan yang turun naik atau yoyo.
Ketua Gakeslab Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Andri Noviar menyampaikan bahwa banyak pelaku usaha alat kesehatan menyebut kondisi saat ini sebagai masa berduka bagi dunia alat kesehatan.
Gakeslab Indonesia menekankan pentingnya komitmen pemerintah dalam membangun dan memperkuat industri alat kesehatan (alkes) nasional.
Perusahaan fokus pada penguatan rantai distribusi, peningkatan efisiensi operasional, serta kemitraan strategis.
Penelitian ini menawarkan rekomendasi yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan regional.
Para ilmuan menemukan bahwa bagian otak yang awalnya dianggap hanya memproses penglihatan ternyata dapat memicu gema sensasi sentuhan.
Resiliensi petani merupakan syarat penting jika pengelolaan usaha kelapa di provinsi tersebut ingin berkelanjutan.
Hasil penelitian menemukan persoalan kental manis bukan hanya perihal ekonomi, tetapi juga regulasi yang terlalu longgar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menilai Kitab Fikih Zakat karya Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene sangat relevan bagi pengelolaan zakat di era modern.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved