Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Mulia Balikpapan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dalam melakukan riset untuk mencari solusi soal kelangkaan air bersih di kawasan Kota Balikpapan dan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
"Kalau sekadar mencari solusi, tidak bisa kami perguruan tinggi yang hanya melakukannya riset. Kalau riset tidak digunakan, tidak ada manfaatnya. Kalau riset terbaik untuk bekerja sama, yaitu dengan BRIN," kata Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Balikpapan yang menaungi Universitas Mulia, Agung Sakti Pribadi, melalui keterangan di Jakarta, Selasa (16/7).
Melalui riset yang dimiliki oleh BRIN serta perguruan tinggi di Kalimantan Timur, Agung mengharapkan riset dapat digunakan untuk menjawab persoalan kota, seperti kelangkaan air bersih di Balikpapan dan IKN. Ia menilai dengan keberadaan IKN dan penambahan jumlah penduduk yang akan masif dalam waktu dekat, dibutuhkan solusi jangka panjang untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut.
Baca juga : PUPR: Air Keran di IKN Nusantara Bisa Langsung Diminum
Pihaknya siap menjadi penggerak dalam penyelesaian masalah yang dihadapi pemerintah dalam berbagai hal dengan memanfaatkan informasi teknologi dan teknologi terbaru. "Kita berharap kerja sama dengan perguruan tinggi itu ke depan lebih teknis, tidak hanya dalam riset," ujarnya.
Salah satu upaya dalam mencari solusi permasalahan tersebut diwujudkan melalui pergelaran International Conference of Science and Information Technology in Smart Administration (Icsintesa) ke-4 yang menghadirkan sejumlah perguruan tinggi dan akademisi di Asia Tenggara dan Taiwan. Rektor Universitas Mulia, Prof Muhammad Ahsin Rifa'i, mengatakan ajang yang mengangkat tema The Collaboration of Smart Technology and Good Governance for Sustainable Development Goals ini diharapkan dapat memberi solusi yang dapat diimplementasikan bagi Kalimantan Timur, terutama Kota Balikpapan serta Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ia menyebut sebanyak 158 paper penelitian telah dikumpulkan oleh berbagai peneliti yang berasal dari lebih 30 negara. "Kita hadir di sini untuk menjawab masalah global yang belum pernah kita hadapi. Semoga melalui Icsintesa, kita semua nanti tidak hanya menjadi pendengar dan pengamat, tetapi juga menjadi arsitektur untuk masa depan," kata Ahsin.
Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kalimantan Timur Fitriansyah menyebut kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan oleh pemerintah daerah agar tercipta kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan untuk dapat menjawab tantangan di masa depan. "Semoga konferensi ini dapat memberikan rekomendasi kepada pemerintah selaku pengambil kebijakan dan yang terpenting kepada masyarakat," ucapnya. (Ant/Z-2)
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Ketersediaan air bersih tidak hanya diperlukan untuk konsumsi, tetapi juga untuk menjaga sanitasi lingkungan, mencegah penyebaran penyakit, serta menunjang aktivitas harian.
Transformasi digital ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam menjamin kedaulatan air di Ibu Kota
Perluasan pelanggan ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang semakin stabil, baik dari Sungai Ciliwung maupun Kali Angke.
Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih di Sumut, Sumbar, Riau, Lampung, Jateng, Jatim, Kalsel dan Sulsel.
Pasokan air bersih Aceh Tamiang kembali normal setelah SPAM IKK Rantau beroperasi pascabanjir. Menteri PU memastikan kualitas air aman dan layak konsumsi.
Selain fokus pada perkantoran, pemerintah juga mulai memetakan pengembangan ekosistem pendukung di luar urusan birokrasi.
ANGGOTA Komisi II DPR RI Muhammad Khozin menilai permintaan Presiden Prabowo Subianto mengenai koreksi desain dan fungsi Ibu Kota Nusantara (IKN) mempercepat pembangunan di IKN
KEPALA Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN di Kalimantan Timur, akan berlanjut hingga 2028. Hal setelah Presiden Prabowo Subianto berkunjung
KEPALA Otorita IKN Basuki Hadimuljono optimistis setelah Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Ibu Kota Nusantara atau IKN di Kalimantan Timur.
Penguatan infrastruktur bagi lembaga negara menjadi prioritas utama Presiden saat ini.
IKN dipandang sebagai warisan pemerintahan Joko Widodo yang tidak ingin ditinggalkan begitu saja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved