Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI penderita diabetes dan hipertensi, menjaga konsumsi makanan tentunya menjadi keharusan.
Menjaga pola makan dilakukan untuk memastikan kadar gula darah dan tekanan darah dalam posisi normal.
Makanan yang terlihat putih belum tentu baik untuk penderita penyakit ini.
Baca juga : Penderita Hipertensi dan Diabetes Diingatkan Deteksi Dini Penyakit Ginjal
Gula putih adalah sumber utama karbohidrat sederhana yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Penderita diabetes dan hipertensi harus menghindari atau membatasi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula putih, seperti kue, permen, dan minuman manis.
Nasi putih memiliki indeks glikemik yang tinggi, yang berarti dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Selain itu, nasi putih rendah serat dibandingkan dengan nasi merah atau biji-bijian utuh lainnya, yang membuatnya kurang ideal untuk penderita diabetes.
Kentang putih, terutama yang digoreng seperti kentang goreng atau keripik kentang, memiliki indeks glikemik tinggi dan dapat meningkatkan gula darah. Kentang juga tinggi karbohidrat, yang perlu dipantau oleh penderita diabetes.
Baca juga : Lingkungan yang Mendukung Kunci Penanggulangan Obesitas Anak
Susu kental manis mengandung banyak gula tambahan yang dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Ini sebaiknya dihindari oleh penderita diabetes.
Roti putih terbuat dari tepung terigu yang telah diproses dan kehilangan sebagian besar serat dan nutrisi penting. Ini juga memiliki indeks glikemik yang tinggi, yang dapat mempengaruhi kadar gula darah.
Tepung putih adalah bahan dasar untuk banyak produk roti, kue, dan makanan olahan lainnya. Menggunakan tepung putih dalam memasak atau memanggang dapat meningkatkan kadar gula darah karena rendahnya kandungan serat.
Baca juga : Dokter Pastikan Tes Tusuk Glukometer bukan untuk Diagnosis Diabetes
Makanan olahan seperti biskuit, kerupuk, dan makanan ringan lainnya yang terbuat dari tepung putih sering kali tinggi gula dan rendah serat, yang dapat meningkatkan kadar gula darah.
Pasta putih, seperti roti putih dan nasi putih, terbuat dari tepung yang diproses dan rendah serat. Mengonsumsi pasta putih dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat.
Jangan khawatir, untuk menggantikan makanan berwarna putih yang harus dihindari penderita diabetes dan hipertensi, anda bisa mengganti dengan alternative yang lebih sehat, di antaranya :
Dengan memilih makanan yang lebih sehat dan rendah indeks glikemik, penderita diabetes dan hipertensi dapat lebih mudah mengontrol kadar gula darah dan tekanan darah, serta meningkatkan kualitas hidup.
Jaga pola hidup sehat dan jangan lupa untuk menjaga kebugaran tubuh. (Z-3)
Studi global mengungkap hubungan air minum asin dengan kenaikan tekanan darah. Ancaman serius bagi warga pesisir akibat perubahan iklim.
Satu dari lima remaja Indonesia mengalami tekanan darah di atas normal. Kondisi ini membuka jalan bagi hipertensi dan penyakit kronis di usia produktif.
Oahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi.
Asupan nutrisi pada waktu sahur dan berbuka harus benar-benar diperhatikan agar kebutuhan vitamin, mineral, dan air tetap terpenuhi.
Inovasi ini dirancang khusus untuk membantu menurunkan stres psikologis pada penderita hipertensi, sebuah faktor yang sering terabaikan dalam penanganan tekanan darah tinggi.
Selain hipertensi, Dinkes Batam juga menyoroti tingginya beban penyakit menular dan pernapasan. I
Kandungan natrium (garam) dalam satu bungkus mi instan, khususnya varian kuah, sangatlah tinggi yakni mencapai lebih dari 1.000 miligram.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Orangtua juga diminta mewaspadai Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pewarna atau penyedap rasa yang sering ditambahkan ke dalam makanan.
Pemeriksaan ini dilakukan karena ada laporan pada Sabtu (24/1) yang menduga makanan tersebut terbuat dari bahan Polyurethane Foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spon cuci.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Makanan yang sejak awal sudah diolah dengan suhu tinggi, seperti digoreng atau dibakar, sangat rentan mengalami degradasi nutrisi jika kembali terkena panas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved