Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rondonuwu mengatakan penderita hipertensi dan diabetes perlu deteksi dini sebelum terkena penyakit gagal ginjal.
"Kalau sudah hipertensi dan diabetes, sering cek fungsi ginjal, paling gampang tes urine ada albumin atau protein di urine," kata Maxi, dikutip Kamis (11/4).
Ia mengatakan jika ada protein di urine dan menderita hipertensi, kemungkinan besar penyakit ginjal dan dapat menurunkan fungsi ginjal secara keseluruhan.
Baca juga : Waspadai Penyakit Ginjal, Cara Pencegahan dan Gejalanya
Hipertensi juga dapat menimbulkan komplikasi gagal ginjal, dan pada tahap kronik gagal ginjal akan menyebabkan risiko organ lain terjadi retensi air sehingga bengkak pada kaki dan lama kelamaan ke jantung menjadi gagal jantung.
Maxi menyampaikan, secara global, penderita penyakit ginjal di dunia mencapai 2 juta lebih dan hanya 10% penduduk yang benar-benar mendapatkan perawatan dialisis atau transfer ginjal tiap tahunnya.
Sementara beban pengeluaran negara untuk penyakit ginjal sebesar Rp2,3 triliun. Untuk itu, Kemenkes akan lebih banyak melihat faktor risiko yang menyebabkan penyakit gagal ginjal dengan promotif preventif dan meningkatkan kesadaran masyarakat mencegah penyakit ginjal.
Baca juga : Dokter Pastikan Tes Tusuk Glukometer bukan untuk Diagnosis Diabetes
"Upaya paling murah promotif dan preventif, meningkatkan kesadaran masyarakat dengan perilaku hidup bersih, sering cek kesehatan, itu penting sehingga jangan sakit, kalau sakit ada biaya keluar, kalau faktor risiko diabetes atau hipertensi tentu pasti nambah berat penyakitnya," katanya.
Maxi menyarankan masyarakat untuk mulai mencegah penyakit ginjal dengan deteksi dini dan memperbaiki gaya hidup, pola makan, meningkatkan aktivitas, mengurangi rokok dan obesitas agar kerusakan ginjal tidak semakin tinggi.
Akses pengobatan tingkat primer juga didorong untuk pengendalian penyakit dan faktor risiko yang menyebabkan sakit ginjal.
Pemetaan kebutuhan pemenuhan peralatan di rumah sakit daerah ditingkatkan hingga pusat dan meningkatkan akses pada rumah sakit pengampu agar rumah sakit vertikal bisa mengampu rumah sakit di daerah. (Ant/Z-1)
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Virus Nipah secara alami berasal dari kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus atau dikenal sebagai flying fox.
Penularan utama leptospirosis terjadi melalui kontak kulit dengan air atau tanah yang telah tercemar urine hewan pembawa bakteri, dengan tikus menjadi perantara yang paling sering ditemukan.
TANTANGAN dan dinamika penyakit hati di Indonesia disoroti. Penyakit hati di Indonesia menunjukkan pola yang semakin kompleks, mulai dari hepatitis kronis, sirosis, hingga kanker hati.
Epilepsi bukan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau organisme yang bisa berpindah antarindividu.
Kondisi kaki dapat memberikan petunjuk penting terkait kesehatan saraf, peredaran darah, hingga penyakit sistemik.
Karena ginjal terletak di bagian belakang rongga perut, tumor kecil sulit dideteksi tanpa teknologi terkini di bidang kesehatan.
Batu ginjal merupakan kondisi medis yang terjadi ketika mineral dan garam dalam urine mengkristal dan membentuk benda keras di dalam ginjal.
Rasa lelah ini tidak hilang meski sudah istirahat. Ginjal yang sakit gagal memproduksi hormon erythropoietin. Hormon ini penting untuk pembentukan sel darah merah.
Deteksi dini gejala batu ginjal diperlukan agar Anda dapat mengambil langkah pencegahan sebelum merembet jadi operasi batu ginjal.
Anda bisa menambahkan kale ke dalam salad, ditumis dengan bumbu, atau diolah menjadi smoothies.
Tim Andrews (67), Seorang pria asal New Hampshire, Amerika Serikat, kembali menjalani dialisis setelah berhasil hidup selama 271 hari dengan ginjal babi hasil rekayasa genetik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved