Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
SERING mendengarkan lagu galau ternyata tidak hanya mempengaruhi suasana hati, tetapi juga dapat memiliki dampak negatif terhadap kesehatan mental seseorang. Hal ini diungkapkan dalam hasil penelitian dan pandangan dari berbagai ahli di bidang psikologi.
1. Menyebabkan Depresi Berkepanjangan
Mendengarkan lagu galau yang terus-menerus dapat meningkatkan produksi hormon kortisol dalam tubuh, hormon yang muncul sebagai respons terhadap stres dan ketidaknyamanan emosional. Hal ini dapat memperburuk suasana hati dan memperbesar risiko terkena depresi, terutama bagi individu yang cenderung mudah larut dalam perasaan.
Baca juga : Ini Perbedaan Postpartum Depression dan Baby Blues Syndrome Menurut Psikolog
2. Mengurangi Semangat Hidup
Atmosfer melow dari lagu-lagu galau dapat mempengaruhi kondisi psikologis seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Sering mendengarkan lagu galau dapat mengurangi produktivitas dan membuat seseorang cenderung merasa bahwa kesedihan adalah sesuatu yang patut dialami secara berkelanjutan.
3. Emosi Tak Terkendali
Baca juga : Hobi Menimbun Barang Lama? Waspada, Bisa jadi Hoarding Disorder
Efek psikologis dari mendengarkan lagu-lagu galau juga dapat membuat seseorang sulit mengendalikan emosi. Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang menjadi mudah tersinggung, kesulitan dalam menanggapi situasi dengan tenang, dan berpotensi mengalami gangguan psikologis jika tidak ditangani dengan baik.
Irma Gustiana Andriani, Psikolog dari Universitas Indonesia sekaligus pakar Self-Growth menegaskan bahwa ketidakmampuan mengendalikan emosi yang disebabkan oleh seringnya meresapi kesedihan melalui musik dapat berujung pada gangguan psikologis serius.
Namun demikian, bukan berarti kita tidak boleh sama sekali mendengarkan lagu galau. Menurut para ahli, penting untuk mengatur durasi dan intensitas mendengarkan lagu-lagu tersebut. Disarankan untuk menyelipkan lagu-lagu ceria atau yang memiliki muatan positif untuk menjaga keseimbangan emosional.
Baca juga : Kesehatan Mental Generasi Muda Penting dalam Proses Pembangunan Bangsa
Rekomendasi Aktivitas Alternatif
Untuk menjaga keseimbangan emosional dan mengurangi ketergantungan pada lagu-lagu galau, ada beberapa aktivitas lain yang bisa Anda pertimbangkan:
1. Berolahraga
Aktivitas fisik seperti berlari, bersepeda, atau yoga dapat membantu melepaskan endorfin dan meningkatkan suasana hati secara alami.
Baca juga : Ini Ciri-Ciri Ibu Hamil yang Mengalami Gangguan Kesehatan Mental
2. Membaca atau Menulis
Menyalurkan perasaan melalui membaca buku atau menulis jurnal dapat membantu memproses emosi dengan lebih baik.
3. Berinteraksi Sosial
Bertemu dengan teman-teman atau keluarga untuk berbicara atau melakukan aktivitas menyenangkan bersama dapat mengurangi rasa kesepian dan meningkatkan mood.
4. Mendengarkan Musik Positif
Selain lagu-lagu galau, dengarkan juga musik yang ceria, enerjik, atau yang memiliki pesan positif untuk mengangkat semangat.
5. Kegiatan Kreatif
Menggambar, melukis, atau bermain musik sendiri bisa menjadi cara yang baik untuk mengekspresikan diri dan memusatkan pikiran pada hal-hal positif.
Mendengarkan lagu galau sesekali mungkin bisa membantu dalam menghadapi emosi negatif, tetapi perlu diingat bahwa hal ini harus dilakukan dalam batas yang sehat. Penting untuk mencari keseimbangan dalam aktivitas harian dan mengadopsi kegiatan yang mendukung kesehatan mental secara menyeluruh. Dengan memilih aktivitas yang tepat, Anda dapat membantu menjaga keseimbangan emosional dan meningkatkan kualitas hidup Anda.
Jika depresi pada umumnya identik dengan kesedihan dan tangisan, pada pria gejalanya sering muncul dalam bentuk kemarahan, gampang tersinggung, hingga perilaku agresif.
Analisis data selama 45 tahun mengungkap penggunaan ganja untuk depresi, kecemasan, hingga PTSD tidak memiliki bukti ilmiah yang kuat.
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025–2026 menemukan indikasi masalah kesehatan jiwa pada hampir 10 persen anak di Indonesia.
Uji klinis terbaru menunjukkan terapi bertenaga DMT, zat aktif dalam ayahuasca,memberikan efek antidepresan cepat dan bertahan hingga 6 bulan bagi pasien depresi berat.
Riset James Cook University mengungkap olahraga efektif mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Temukan jenis latihan dan intensitas yang tepat untuk kesehatan mental.
Individu yang menggunakan chatbot AI setiap hari memiliki risiko sekitar 30% lebih tinggi mengalami depresi tingkat sedang atau lebih berat.
Riset terhadap 16 ribu anak menunjukkan pubertas datang lebih dini. Faktor berat badan, stres, dan lingkungan ikut berperan besar.
Tidak menutup kemungkinan anak dengan latar belakang yang baik pun bisa juga dijadaikan target.
Bagi pejuang garis dua dan penyintas keguguran, prank kehamilan di hari April Mop bukanlah hal lucu.
Banyak orang merasa tertekan karena merasa harus selalu tampil sempurna di depan keluarga besar.
Laporan Kebahagiaan Dunia terbaru mengungkap dampak negatif algoritma TikTok dan Instagram pada mental pemuda.
Doja Cat buka suara soal diagnosis BPD yang diidapnya dan alasannya kerap membalas komentar pedas netizen di media sosial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved