Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan Program Balai Ternak di Gunungkidul, Yogyakarta sebagai upaya mengentaskan kemiskinan, serta memberdayakan ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan.
Kegiatan yang dikemas dalam acara "Launching Program Balai Ternak BAZNAS Gunungkidul" pada Kelompok Ternak Rejo Koyo, di Desa Getas, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul.
Hadir dalam kesempatan itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, Deputi Pendistribusian dan Pendayagunaan, Imdadun Rahmat, Bupati Gunungkidul Sunaryanta, Sekda Gunungkidul Sri Suhartanta, dan Ketua DPRD Gunungkidu Endah Subekti Kuntariningsih.
Baca juga : Warga Gunungkidul Tewas Diseruduk Sapi untuk Kurban
Hadir pula, Ketua BAZNAS DI. Yogyakarta, Puji Astuti, Plh Kepala Kemenag Gunungkidul Supriyanto, Kepala Dinas Peternakan Hewan Gunungkidul Wibawanti Wulandari, dan para Pimpinan BAZNAS Kab. Gunungkidul, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menegaskan, peluncuran program Balai Ternak ini merupakan langkah penting sebagai upaya BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan umat.
"Kami selalu melakukan upaya terbaik untuk mewujudkan kesejahteraan mustahik, salah satunya dengan hadirnya program Balai Ternak yang kami gagas sebagai upaya mengentaskan kemiskinan di wilayah pedesaan," jelas Saidah di Gunungkidul.
Baca juga : Baznas Luncurkan Balai Ternak di Kabupaten Pacitan
Saidah menyampaikan, berdirinya Balai Ternak ini, selain sebagai tempat pembiakan dan penggemukan hewan ternak, tetapi juga sebagai pusat pelatihan bagi para mustahik peternak binaan BAZNAS.
"Hadirnya program Balai Ternak di Gunung Kidul, Yogyakarta bukan tanpa alasan. Kami memilihnya karena melihat begitu besar peluang di bidang peternakan dan kami berharap ini bisa meningkatkan taraf hidup peternak setempat," katanya.
Dalam pelaksanaannya, Saidah mengungkapkan, Balai Ternak ini memadukan konsep antara pembibitan ternak dan penggemukan ternak dengan pemberdayaan masyarakat, khususnya peternak dan petani kecil. Pemeliharaan ternak dilakukan dengan sistem komunal atau tersentral dalam satu kawasan.
Baca juga : Baznas Luncurkan Program Balai Ternak di Sijunjung
"Konsep peternakan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ternak di wilayah Gunung Kidul, Yogyakarta," jelasnya
Lebih lanjut, Saidah mengatakan, program yang terbentuk pada 28 Desember 2023 di Gunung Kidul, Yogyakarta, hingga saat ini sudah menghasilkan hewan ternak sebanyak 190 ekor, dengan rincian 2 ekor pejantan dorper, 50 ekor indukan, 40 ekor bakalan betina dan 88 ekor bakalan jantan.
"Adapun jumlah peternak mustahik binaan BAZNAS di Balai Ternak di Gunung Kidul, Yogyakarta ini sebanyak 25 KK, 23 laki-laki dan 2 perempuan. Dan Alhamdulilah saat ini sudah ada 190 ekor hewan ternak yang dihasilkan oleh para peternak binaan BAZNAS ini," ungkapnya.
Baca juga : Baznas Salurkan Beasiswa dan Paket Logistik Keluarga di Yogyakarta
Pada kesempatan yang sama, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menyambut baik hadirnya program Balai Ternak di Gunungkidul, Yogyakarta. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS yang telah menghadirkan program Balai Ternak di Gunungkidul.
"Kami atas nama pemerintah dan rakyat Gunungkidul menyampaikan terima kasih atas upaya yang diberikan oleh BAZNAS RI. Mudah-mudahan, bantuan ini bisa bermanfaat jangka panjang bagi kelompok ternak,” katanya.
Menurut Sunaryanta, bantuan hewan ternak dari BAZNAS RI harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk peningkatan ekonomi. Terlebih, lanjutnya, salah satu struktur ekonomi di Gunungkidul adalah peternakan.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Pendistribusian dan Pendayagunaan Imdadun Rahmat menyampaikan dukungan BAZNAS RI dengan hadirnya program Balai Ternak di Gunung Kidul, Yogyakarta.
“Jumlah total kambing mencapai 190 ekor yang diperuntukkan bagi 25 peternak mustahik. Jadi ini adalah bantuan dari BAZNAS untuk memberikan modal kepada para penerima manfaat untuk mengembangkan ekonominya melalui program peternakan,” katanya. (Z-8)
Baznas menilai Banyuwangi sebagai lokasi strategis untuk mengembangkan program pemberdayaan.
Kabupaten Blora dipilih sebagai lokasi pengembangan Balai Ternak karena memiliki potensi besar dalam bidang peternakan domba.
Pemilihan Trenggalek sebagai lokasi program didasarkan pada potensi lokal yang tinggi dalam pengembangan peternakan domba.
Program Balai Ternak merupakan bagian dari upaya Baznas dalam memberdayakan ekonomi mustahik melalui pengelolaan ternak secara komunal.
JELANG perayaan Idulfitri, Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) tetap optimal di seluruh Indonesia.
Kementan distribusikan obat dan vitamin untuk ternak yang selamat dari banjir Bekasi.
Berbagai proyek pariwisata dinilai merusak Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunungsewu, bertentangan dengan prinsip perlindungan kawasan karst.
Bagi Desa Wisata Tepus, lanjut Heri, penghargaan Wonderful Indonesia Awards 2025 diyakini akan terus menambah jumlah kunjungan yang saat ini mencapai 400 orang per bulan.
Program TERA Semesta Saintek berfokus Ko-Kreasi antara akademisi di perguruan tinggi dan komunitas masyarakat yang diharapkan dapat membentuk ekosistem saintific-citizen science.
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyoroti potensi abalon (Haliotis spp.) sebagai sumber daya laut unggulan di kawasan pesisir Gunungkidul.
Program ini bertujuan untuk memerangi stunting di Indonesia dengan mengatasi akar penyebabnya melalui pendekatan holistik yang berdampak langsung pada keluarga.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono mengungkapkan bahwa Gunungkidul menjadi korban pembuangan sampah liar dari luar daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved