Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
CHIKUNGUNYA adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit ini dikenal dengan gejalanya yang mirip dengan demam berdarah dan dapat menyebabkan nyeri sendi yang parah.
Chikungunya adalah penyakit virus yang ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Nama "chikungunya" berasal dari bahasa Makonde, sebuah bahasa yang dituturkan di daerah Tanzania dan Mozambik, yang berarti "menjadi bengkok" atau "melengkung," menggambarkan postur tubuh yang membungkuk karena nyeri sendi yang parah, gejala utama dari penyakit ini. Chikungunya pertama kali diidentifikasi selama wabah di Tanzania pada tahun 1952.
Penyakit ini ditandai dengan onset mendadak dari demam tinggi, sering disertai dengan nyeri sendi yang parah. Selain itu, gejala lain yang sering menyertai termasuk nyeri otot, sakit kepala, mual, kelelahan, dan ruam. Walaupun penyakit ini jarang berakibat fatal, nyeri sendi yang ditimbulkan bisa sangat parah dan melumpuhkan, dengan beberapa pasien mengalami gejala ini selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah infeksi awal.
Baca juga : Waspada Gejala DBD, Agar Kondisi tidak Menjadi Berat
Chikungunya disebabkan oleh virus chikungunya (CHIKV), yang termasuk dalam genus Alphavirus dan keluarga Togaviridae. Virus ini terutama ditularkan kepada manusia oleh nyamuk yang terinfeksi. Dua spesies nyamuk utama yang bertanggung jawab atas penyebaran chikungunya adalah Aedes aegypti dan Aedes albopictus.
Aedes aegypti: Nyamuk ini dikenal sebagai vektor utama chikungunya di banyak bagian dunia. Aedes aegypti umumnya berkembang biak di sekitar tempat tinggal manusia dan memiliki kebiasaan menggigit manusia di siang hari, terutama di pagi dan sore hari. Nyamuk ini sering ditemukan di daerah tropis dan subtropis.
Aedes albopictus: Dikenal juga sebagai nyamuk harimau Asia, Aedes albopictus adalah spesies yang sangat invasif yang telah menyebar ke banyak bagian dunia, termasuk Amerika Utara dan Eropa. Seperti Aedes aegypti, nyamuk ini juga aktif di siang hari, tetapi dapat berkembang biak di berbagai lingkungan, termasuk daerah yang lebih dingin.
Baca juga : Nyamuk Wolbachia, Inovasi Efektif tetapi bukan Solusi Satu-Satunya
Nyamuk menjadi terinfeksi ketika mereka menggigit orang yang sudah terinfeksi virus chikungunya. Virus kemudian berkembang biak di dalam nyamuk dan dapat ditularkan ke orang lain saat nyamuk tersebut menggigit mereka. Siklus penularan ini bisa terjadi dengan cepat, terutama di daerah dengan populasi nyamuk yang tinggi dan sanitasi lingkungan yang buruk.
Berikut adalah informasi mengenai gejala dan pencegahan chikungunya.
Gejala chikungunya biasanya muncul antara 4 hingga 8 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi. Meskipun jarang menyebabkan kematian, chikungunya dapat menyebabkan nyeri yang melemahkan dan gejalanya dapat berlangsung selama beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun.
Baca juga : DBD Dipastikan Merupakan Penyakit Berbahaya
Menghindari Gigitan Nyamuk: Langkah pencegahan utama adalah menghindari gigitan nyamuk. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan obat nyamuk yang mengandung DEET, mengenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang, serta menggunakan kelambu saat tidur.
Mengelola Lingkungan: Mengurangi tempat perkembangbiakan nyamuk di sekitar rumah dan lingkungan sangat penting. Ini termasuk menguras dan membersihkan tempat-tempat yang dapat menampung air, seperti bak mandi, pot bunga, dan ban bekas, setidaknya seminggu sekali.
Penggunaan Insektisida: Penggunaan insektisida pada area yang menjadi tempat nyamuk berkembang biak juga dapat membantu mengurangi populasi nyamuk.
Baca juga : Daftar 6 Superfood untuk Lawan DBD
Pemasangan Kelambu: Memasang kelambu di jendela dan pintu dapat mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah.
Penggunaan AC atau Kipas Angin: Menggunakan AC atau kipas angin dapat mengurangi risiko gigitan nyamuk karena nyamuk cenderung tidak aktif di lingkungan yang berangin dan sejuk.
Saat ini, belum ada vaksin atau obat khusus untuk mengobati chikungunya. Pengobatan yang ada berfokus pada meredakan gejala dan memberikan perawatan suportif. Beberapa langkah yang dapat diambil termasuk:
Jika mengalami gejala-gejala yang mencurigakan, segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat. Dengan mengenali gejala dan menerapkan langkah-langkah pencegahan, kita dapat mengurangi risiko tertular chikungunya dan menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan kita. (Z-10)
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, sejak Januari hingga Februari 2026 tercatat sebanyak 30 orang positif.
Kasus DBD pada Januari 2026 yakni dua kasus dari wilayah kerja Puskesmas Selatpanjang, satu kasus dari Puskesmas Alai dan Puskesmas Kedabu Rapat.
Chikungunya merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus.
"Nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus menjadi vektor utama. Keberadaan dan penyebarannya yang meluas menjadikan arbovirus sebagai ancaman serius,”
DOKTER spesialis penyakit dalam dr. Dirga Sakti Rambe menyebut terdapat penjelasan mengapa kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia sulit sekali dihentikan.
Virus ini dapat masuk ke tubuh manusia lewat perantara nyamuk Aedes aegypti maupun Aedes albopictus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved