Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI Peruri dalam menjalankan program dekarbonisasi seperti yang tertuang dalam roadmap Peruri Hijau dan secara khusus pada roadmap Pengurangan Emisi GRK, mengantarkan pada pencapaian yang membanggakan.
Pada Rabu (29/5), Peruri meraih penghargaan TOP CSR Awards 2024 yang diselenggarakan oleh Majalah Top Business dengan kategori TOP CSR Bintang 4 dan Top Leader on CSR Commitment 2024 yang diberikan kepada Direktur Utama Peruri, Dwina Septiani Wijaya. Penghargaan tersebut diterima oleh Ratih Sukma Pratiwi, Kepala Biro Strategic Corporate Branding & Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) di Hotel Raffles Jakarta.
TOP CSR Award 2024 mengusung tema “CSR & ESG Innovation Programs for Sustainable Business Growth” sebagai apresiasi terhadap perusahaan yang dinilai berhasil dalam menjalankan program CSR/TJSL yang efektif dan berkualitas, selaras dengan strategi bisnis perusahaan.
Baca juga : ICAEW Sambut Terobosan dalam Penangkapan dan Penyimpanan Karbon
“Kami terus berkomitmen melakukan upaya-upaya konkret terhadap pelestarian lingkungan, salah satunya melalui program dekarbonisasi. Pada 2030, Peruri memiliki target dekarbonisasi sebanyak 32 persen. Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus berkontribusi positif bagi masyarakat, lingkungan, dan perusahaan,” ujar Ratih.
Dalam sesi penjurian TOP CSR Award 2024, Adi Sunardi, Head of Corporate Secretary Peruri mengatakan “Program dekarbonisasi untuk mendukung keberlanjutan perusahaan ke depan. Banyak hal yang kami lakukan di antaranya menggunakan energi terbarukan, menggunakan peralatan dan mesin yang lebih efisien, pemasangan panel surya dan penanaman ratusan pohon di Kawasan Produksi Karawang, penggunaan mobil listrik untuk kendaraan operasional, hingga pengurangan penggunaan kertas (paperless) menggunakan layanan digital Peruri seperti tanda tangan dan stempel digital”.
Target dekarbonisasi 32 persen pada tahun 2030 diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam upaya global menekan laju perubahan iklim. Dengan mengurangi emisi karbon, Peruri tidak hanya berkontribusi pada pengurangan gas rumah kaca, tetapi juga meningkatkan kualitas udara dan kesehatan masyarakat di sekitar operasional perusahaan.
Kesuksesan program ini juga bergantung pada kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, komunitas lokal, dan mitra bisnis. Peruri berkomitmen untuk bekerja sama dalam menciptakan solusi inovatif yang dapat mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Dengan komitmen kuat dan langkah konkret yang diambil, Peruri berada di garis depan dalam perjuangan melawan perubahan iklim. Program dekarbonisasi ini adalah bukti nyata dari tujuan perusahaan untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (Z-6)
Teknologi Wet Gas Sulphuric Acid (WSA) mampu mengubah gas buang dari proses kilang—yang mengandung acid gas—menjadi produk asam sulfat bernilai tinggi.
Dukungan terhadap pengembangan bisnis pengangkutan karbon menjadi fokus utama dalam forum internasional The 5th Asia CCUS Network Forum di Jakarta.
Pakar ekonomi dan lingkungan IPB University Eka Intan Kumala Putri menilai positif upaya Pertamina mereduksi lebih dari 1 juta ton equivalen emisi karbon pada semester I 2025.
Indonesia diproyeksikan mampu menyerap emisi CO2 lebih dari 100 juta ton per tahun melalui CCS di sektor energi dan industri pada pertengahan abad ini.
PT Pertamina Hulu Energi menegaskan komitmennya mendukung target pemerintah Indonesia mencapai Net Zero Emission (NZE) 2060.
MENURUT Journal of Cleaner Production (2023), pelatihan profesional yang terstruktur di bidang berkelanjutan dapat meningkatkan efektivitas strategi dekarbonisasi perusahaan hingga 40%.
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
KERUSAKAN ekosistem global dan perubahan iklim tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati, tetapi juga memicu perubahan serius dalam hubungan antara manusia dan nyamuk.
Peneliti ciptakan alat 'Stomata In-Sight' untuk mengamati pori-pori daun saat bernapas. Teknologi ini diharapkan mampu menciptakan tanaman yang lebih hemat air.
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana pola hujan ekstrem mempercepat pelepasan karbon tanah ke atmosfer dan bagaimana biochar menjadi kunci ketahanan tanah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved