Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SISTEM mitigasi bencana alam di Indonesia diakui dunia. Hal ini dibuktikan dengan tampilnya Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) RI Dwikorita Karnawati yang menjadi pembicara dalam High Level Panel di rangkaian World Water Forum ke-10 di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Rabu (22/5/).
Hal ini dilakukan karena pentingnya sistem peringatan dini bencana di berbagai belahan dunia yang kini menjadi pembahasan dalam High Level Panel di rangkaian World Water Forum ke-10. Bencana hydro meteorologi juga penting untuk didiskusikan dengan berbagai negara di dunia.
Di hadapan para delegasi, Dwikorita Karnawati menegaskan bahwa peristiwa tsunami Aceh yang terjadi saat Indonesia sama sekali belum memiliki sistem peringatan dini dan tidak boleh terulang kembali.
Baca juga : Paviliun Indonesia Pamer Kecanggihan Teknologi Pengolahan Air ke Peserta World Water Forum
Tsunami Aceh yang terjadi 20 tahun lalu masih menjadi sebuah mimpi buruk. Saat itu, kebanyakan orang Indonesia tidak tahu apa itu tsunami.
"Bahkan saya sebagai ahli geologi, saya tahu dari buku teks bahwa tsunami itu bla bla bla. Faktanya saat itu terjadi, kami seperti kehilangan akal sehat," katanya.
Pada peristiwa itu, korban jiwa mencapai ratusan ribu orang. Kejadian yang membuat Indonesia belajar banyak.
Baca juga : BNPT Pastikan World Water Forum Ke-10 Berjalan Aman
Pemerintah Indonesia pun melakukan reformasi dengan mengembangkan sistem digital dan mengesahkan Undang Undang Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Pemerintah juga menambahkan kurikulum untuk belajar tentang bencana tsunami di sekolah.
Berkaca dari sana, para panelis mendorong kerja sama dan kolaborasi internasional untuk mewujudkan 'Peringatan Dini bagi Semua'.
Baca juga : Bentoel Group Pamerkan Inisiatif ‘Save the Drop’ Pengolahan Air Limbah pada World Water Forum 2024
Para panelis yang berasal dari berbagai organisasi internasional saling bertukar pandangan dan pengalaman tentang sistem peringatan dini. Mereka di antaranya Ketua Asia Pacific Water Forum Changhua Wu, Presiden Sidang Majelis Umum PBB ke-77 Csaba Korosi, Secretary General of World Meteorological Organization (WMO) Prof. Dr. Celeste Saulo, UNESCO Assistant Director General for Natural Resources Dr. Lidia Arthur Brito, Wakil Menteri Transportasi dan Pariwisata Infrastruktur Pertanahan Jepang, Koyari Takashi dan Executive Secretary and CEO Global Water Partnership, Alan AtKisson.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Sumber Daya Air dan Irigasi Mesir, sekaligus Ketua Dewan Menteri Afrika untuk Air (AMCOW) Prof. Dr. Hani Atef Nabhan Sweilam mengakui ketangguhan Indonesia dalam mitigasi bencana.
Negara dengan potensi bencana yang besar tetapi pemerintah dan rakyat bisa belajar dari pengalaman dan kemudian meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam memitigasi bencana alam yang terjadi. Ia mengisahkan keberhasilannya dalam menerapkan peringatan dini di Afrika. Namun tidak setangguh Indonesia. Ia mengakui banyak belajar dari pengalaman Indonesia dalam menanggulangi bencana alam. (OL/P-5)
Pada awal 2026, Indonesia masih merasakan pengaruh fenomena La Nina.
Sinkhole adalah lubang amblas akibat runtuhnya tanah di atas rongga bawah permukaan. Kenali penyebab, tanda awal, bahaya, dan mitigasinya + contoh kasus Limapuluh Kota 2026.
Informasi iklim memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan masyarakat.
PEMERINTAH menyiapkan serangkaian langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak susulan bencana alam di tengah kondisi cuaca ekstrem di Sumatra.
Peran satelit Telkomsat memungkinkan percepatan koordinasi tanggap darurat, distribusi bantuan yang lebih tepat sasaran, serta pemantauan dampak bencana secara real-time.
Kementerian ATR bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat sepakat memperkuat fungsi kehutanan pada lahan-lahan milik PTPN I.
Praktik lokal mitigasi bencana di Aceh dan irigasi Subak di Bali adalah contoh bentuk-bentuk kearifan lokal dalam menangkal dampak perubahan iklim yang dapat direproduksi di tempat lain.
Masalah air bukan lagi sekadar isu sosial ekonomi semata, melainkan sudah harus masuk ke dimensi diskursus politik di ruang debat legislatif.
Water treatment dengan metode pemisahan partikel secara elektrik dan fast vertical filtration membuat proses pengolahan air lebih ramah lingkungan.
RIBUAN delegasi atau peserta WWF atau World Water Forum 2024 belum meninggalkan Bali, usai acara tersebut berakhir. Para peserta tersebut lanjut berwisata.
Polri mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk masyarakat yang terlibat dalam penyelenggaraan WWF ke-10 di Bali
Deklarasi menteri pada World Water Forum (WWF) Ke-10 di Bali mengesahkan pusat keunggulan ketahanan air dan iklim atau Center of Excellence (COE) on Water and Climate Resilience.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved