Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN delegasi atau peserta WWF atau World Water Forum 2024 belum meninggalkan Bali, usai acara tersebut berakhir. Para peserta tersebut lanjut berwisata, mengunjungi berbagai destinasi wisata di Pulau Dewata.
Beberapa lokasi wisata yang ramai dikunjungi pascagelaran WWF usai adalah Desa Penglipuran, Danau Batur, Museum Subak, Irigasi Tradisional Bali di Jatiluwih, Museum Gunung Api Batur, Nusa Penida, dan Kebun Raya Bedugul.
Salah seorang pemandu wisata di Museum Subak Tabanan, Ni Nyoman Mirahwati mengatakan, jumlah para delegasi yang masih berada di Bali hingga hari ini masih sangat banyak.
Baca juga : Pemprov Bali Hitung Dampak Ekonomi dari Penyelenggaraan WWF Ke-10
"Dalam sehari kita bisa melayani sampai ratusan bahkan ribuan. Mereka umumnya bertanya soal museum, bagaimana sejarah dan apa manfaatnya. Kami akhirnya membentuk beberapa personil untuk melayani semua informasi tersebut. Jumlahnya sangat banyak. Dan dari dialek, kita tahu mereka berasal dari banyak negara di dunia," ujarnya, Minggu, 26 Mei 2024.
Sementara Manajer Desa Wisata Jatiluwih John K. Purna mengaku, kunjungan para delegasi WWF ke Jatiluwih sesungguhnya sudah terjadi sejak awal pelaksanaan WWF. Namun kunjungan dengan jumlah yang besar juster terjadi sejak Jumat hingga Minggu. Ia mengakui, jika dihitung sejak hari pertama WWF hingga hari ini Minggu (26/5) bisa lebih dari 6 ribu orang yang datang ke Jatiluwih.
“Ini mungkin karena Jatiluwih ini sudah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO dan juga sangat sesuai dengan tema WWF soal pemanfaatan air berbasis budaya lokal Bali. Mereka penasaran ke Jatiluwih," ujarnya.
Baca juga : 2 Kapal dan 3 Helikopter Disiagakan untuk Amankan KTT WWF ke-10 di Bali
Selama di Jatiluwih, pengunjung yang notabene delegasi WWF ini tidak sekedar melihat pemandangan dari halaman parkir, spot foto, halaman restoran. Melainkan mereka langsung turun ke sawah, berjalan di atas pematang sawah. Ini membuat beberapa pemandu bekerja keras untuk memandu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Pengunjung melakukan perjalanan di persawahan terasering Jatiluwih, yang tengah tumbuh padi beras merah lokal Cendana. Sawah terasering ini menerapkan sistem subak yang dalam prosesnya melalui 15 tahapan upacara adat Bali setiap musim tanam datang. Subak Jatiluwih memiliki luas 303 hektar dan yang efektif ditanami padi seluas 227 hektare.
(Z-9)
MUSIBAH banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian Sumatra merupakan dampak dari proses panjang.
WWF mencatat populasi gajah terus menurun akibat deforestasi masif dan hilangnya habitat.
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Laporan ilmiah terbaru menyebut Bumi telah mencapai titik kritis pertama dalam krisis iklim, yakni kematian massal terumbu karang.
Novotel Makassar Grand Shayla bekerjasama dengan WWF melakukan bakti sosial di pesisir Pantai Losari, peringati hari laut sedunia.
Menhut memastikan pihaknya terbuka untuk kerja sama dengan berbagai pihak selama memiliki tujuan yang produktif.
DAMARA Estate Jimbaran Hijau, pengembangan hunian premium oleh Greenwoods Group bekerja sama dengan Jimbaran Hijau, secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Banyan Group.
BALI Indonesia meraih Peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor.
BALI tetap menjadi destinasi papan atas pariwisata dunia walau diterpa berbagai isu seperti sampah, kemacetan, serta isu sepinya turis.
Meski secara konsisten masuk dalam jajaran sepuluh besar setiap tahunnya, ini adalah kali pertama Bali menempati posisi puncak dalam sejarah penilaian TripAdvisor.
Penetapan status tersangka terhadap Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bali, I Made Daging, kini memasuki babak pengujian hukum.
Kementerian Lingkungan Hidup (LH) menjadikan Bali sebagai pioneer penanganan sampah plastik. KLH menilai jika Bali lebih progresif dan proaktif dalam menangani sampah plastik sekali pakai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved