Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut telah menemukan karakteristik khusus hujan di Sumatra Barat (Sumbar). Hujan di Sumbar disebut unik karena dilewati awan Afrika, sehingga cenderung berpotensi lebih ekstrem dan memicu bencana alam, seperti banjir bandang dan tanah longsor.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, daerah Sumbar yang melintang di daerah atau jalur katulistiwa, sering kedatangan kiriman awan-awan hujan dari Samudra hindia sebelah timur Afrika. Jadi, hujan yang turun di Sumbar bukan hanya hujan local, tetapi awan-awan itu menjadi hujan.
“Awan-awan African melewati khatulistiwa dan saat menabrak gunung di daerah Sumbar, besar menjadi hujan. Hal ini memperparah hujan di Sumbar menjadi ekstrim, karena gabungan hujan lokal dan kiriman dari Afrika,” ujar Dwikorita, di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman, Sumbar, Senin (13/5) sore.
Baca juga : Awas, Cuaca Ekstrem Melanda Jawa Tengah
Di Sumbar, selain hujan lokal, juga sering mendapatkan kiriman awan memicu hujan lebat di daerah ini. Sehingga, daerah Sumatra Barat sering mendapatkan bencana alam, seperti banjir bandang dan tanah longsor dengan tingkat keparahan tinggi dan mengakibatkan banyak korban jiwa.
Sementara itu, sebelum banjir bandang melanda Sumbar pada 11 Mei 2024, BMKG sudah menerbitkan peringatan dini prakiraan cuaca di Sumbar pada 8 Mei 2024. Peringatan dini tersebut yaitu adanya potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah tersebut.
"Adanya sirkulasi itu terdeteksi pada tanggal 8 mei dan sehingga kami sudah memberikan peringatan dini cuaca prospek 3 hari kedepan, yakni pada tanggal 10–12 Mei di wilayah Sumatera Barat dalam kategori hujan sedang-lebat disertai kilat atau petir," kata Dwikorita.
Baca juga : Update Korban Banjir Bandang dan Longsor Sumbar, 40 Meninggal, 13 Masih Hilang
Dwikorita juga menjelaskan banjir lahar yang terjadi utamanya karena adanya endapan material hasil erupsi dari Gunung Marapi. Material tersebut tersapu oleh hujan intensitas lebat dan akhirnya menjadi longsor.
Lebih lanjut, pihaknya memprediksi bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat ini masih berlangsung di Sumbar. Hal itu diperkirakan berlangsung hingga 22 Mei 2024.
"Prospek cuaca sampai tanggal 22 Mei ini masih potensi curah hujan masih terjadi, tetap waspada akan potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi," pungkas dia.
(Z-9)
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengeluhkan harga tiket pesawat yang mahal untuk menuju titik bencana di Sumatra dan Aceh.
Sejumlah provinsi telah mengirimkan relawan kemanusiaan, di antaranya Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sigit berharap dengan adanya gotong royong polisi dan warga ini, anak-anak bisa segera kembali ke kursi sekolah.
Pramono mengatakan perayaan akan digelar di delapan titik bersama Forkopimda, dengan pusat kegiatan di Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Pemulihan pascabencana dapat berjalan karena kolaborasi lintas sektor. Pemerintah pusat, daerah, dan berbagai pemangku kepentingan disebut saling bahu-membahu.
Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) disebut menjadi faktor utama terjadinya banjir bandang di sejumlah wilayah Kabupaten Pohuwato, Gorontalo
Selain itu, perhatikan tanda alam seperti awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol berwarna gelap, yang seringkali menjadi penanda akan terjadinya hujan lebat disertai petir.
Selain kebutuhan primer, salah satu yang juga dibutuhkan warga Aceh Tamiang adalah bantuan untuk memperbaiki kendaraan yang rusak akibat banjir.
BANJIR lumpur dan galodo yang kembali melanda sejumlah kawasan di Kota Padang, Sumatra Barat, tidak mengalihkan perhatian warga pesisir dari ancaman bencana lain yang tak kalah berbahaya.
Tanggul Sungai Bremi di Pekalongan jebol Rabu pagi (7/1). 335 KK terdampak banjir mendadak setinggi 1 meter, BPBD lakukan penanganan darurat
BANJIR di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro atau Sitaro, Sulawesi Utara, yang terjadi mulai Senin (5/1) dini hari menewaskan 16 orang, sementara tiga warga lainnya hilang
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved