Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH studi terbaru menemukan bahwa kebiasaan bekerja hingga larut malam dapat meningkatkan risiko terkena diabetes dan obesitas. Studi ini, yang dilakukan oleh para peneliti dari Washington State University dan Pacific Northwest National Laboratory, menyoroti dampak signifikan dari pekerjaan shift malam terhadap kesehatan metabolik.
Larut malam, yang diartikan dari jam 20.00 hingga 06.00, sering kali dianggap sebagai waktu produktif bagi beberapa orang. Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa pola tidur yang terganggu akibat pekerjaan larut malam dapat mengacaukan ritme protein yang bertanggung jawab atas regulasi glukosa darah, metabolisme energi, dan peradangan.
Para peneliti merekrut relawan untuk berjaga dalam jadwal shift malam atau siang selama tiga hari dengan durasi 24 jam untuk mengukur ritme biologis internal mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta shift malam mengalami perubahan signifikan dalam ritme protein yang terlibat dalam regulasi glukosa darah, yang dapat meningkatkan risiko terkena diabetes.
Baca juga : 1.038 Juta Penduduk Dunia Alami Obesitas
Selain itu, tidak ada sinkronisasi yang jelas antara proses-produksi insulin dan sensitivitasnya pada peserta shift malam, yang seharusnya bekerja bersama untuk menjaga kadar glukosa dalam rentang sehat. Temuan ini menunjukkan bahwa pekerjaan larut malam tidak hanya mengganggu pola tidur, tetapi juga dapat mengacaukan proses metabolisme tubuh yang penting untuk kesehatan.
Dengan demikian, penting bagi individu yang sering bekerja larut malam untuk memperhatikan risiko kesehatan yang terkait dan mempertimbangkan langkah-langkah untuk menjaga keseimbangan ritme biologis tubuh mereka.
Tips untuk Menyelesaikan Pekerjaan Sebelum Larut Malam
Baca juga : Ini Sebabnya Camilan Larut Malam Tidak Baik Bagi Kesehatan
1. Rencanakan dengan Bijak
Buat daftar prioritas untuk tugas yang harus diselesaikan dan alokasikan waktu dengan bijak untuk setiap tugas.
2. Manfaatkan Waktu Siang
Gunakan waktu siang untuk menyelesaikan tugas-tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi atau penyelesaian cepat.
3. Istirahat yang Cukup
Pastikan untuk beristirahat yang cukup sebelum memasuki shift malam. Tubuh yang segar dan pikiran yang jernih akan meningkatkan produktivitas saat bekerja larut malam.
Baca juga : Sistem Pangan Buruk Tambah Biaya Tersembunyi Sebesar US$10 Triliun
4. Jaga Pola Makan
Konsumsilah makanan ringan dan sehat selama shift malam untuk menjaga energi dan konsentrasi. Hindari makanan berat yang dapat membuat Anda merasa lelah dan lesu.
5. Manfaatkan Teknologi
Gunakan alat bantu seperti aplikasi manajemen waktu atau penjadwalan untuk mengoptimalkan waktu kerja Anda dan menghindari penundaan.
6. Berikan Istirahat Tengah Malam
Selama shift malam, berikan waktu untuk istirahat sebentar guna menjaga kesehatan fisik dan mental Anda.
7. Batasi Konsumsi Kafein
Hindari minuman berkafein terlalu dekat dengan waktu tidur. Meskipun kafein dapat membantu menjaga kewaspadaan, konsumsilah dengan bijak.
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Kasus kanker kolorektal usia muda terus meningkat. Pola makan modern, rendah serat dan tinggi makanan ultra-olahan disebut jadi faktor risiko utama.
Tiga tinjauan Cochrane yang ditugaskan WHO mengungkap potensi besar obat GLP-1 untuk penurunan berat badan, namun pakar peringatkan risiko jangka panjang.
Saat berat badan berlebih, tubuh tidak hanya menyimpan lemak ekstra. Sistem metabolisme ikut berubah.
Satu dari tiga pasien mampu mencapai penurunan berat badan lebih dari 20%, sebuah angka yang selama ini identik dengan hasil terapi suntikan mingguan.
Meskipun populer dan estetik, bubble tea menyimpan risiko kesehatan serius seperti paparan timbal, gangguan pencernaan, hingga masalah kesehatan mental. Simak faktanya!
Kabar baik! MK putuskan penyakit kronis kini bisa masuk kategori disabilitas. Simak syarat asesmen medis dan prinsip pilihan sukarela dalam Putusan MK No. 130/2025.
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Tidur cukup bukan sekadar istirahat. Ini 7 manfaat tidur berkualitas bagi kesehatan tubuh dan mental.
Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya menyebut Indonesia kekurangan 92 ribu dokter dan meluncurkan program pendidikan spesialis hospital based.
KEBIASAAN kurang bergerak atau duduk terlalu lama saat bekerja alasan mengapa bahu, leher, atau punggung terasa sakit. 7 gerakan peregangan meredakan punggung bawah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved