Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
DAMPAK perubahan iklim telah menjadi ancaman serius bagi kehidupan anak-anak dan pemuda. Studi yang dilakukan oleh Save the Children pada tahun 2020 menemukan bahwa anak-anak yang lahir pada tahun 2020 mengalami bencana sebanyak 3,4 kali lebih sering daripada kakek-nenek mereka yang lahir pada tahun 1960.
Bencana tersebut melibatkan perubahan iklim seperti gelombang panas, kekeringan, kebakaran hutan, banjir, dan kegagalan panen, memberikan tekanan tambahan pada lingkungan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perlindungan anak-anak. Studi lain yang dilakukan oleh UNICEF menyoroti bahwa perubahan iklim merupakan ancaman terbesar terhadap kesehatan, nutrisi, pendidikan, dan masa depan anak-anak.
Dalam hal ini, banyak kemudian anak-anak muda yang bergerak sesuai dengan kapasitasnya untuk bersama-sama menyelamatkan bumi dari krisis iklim dan dampaknya yang terus memburuk. Salah satunya Pendiri Papua Trada Sampah Dina Danomira. Lewat organisasi yang didirikannya sejak 2018, Dina bersama dengan anak-anak muda lainnya bergerak untuk mengatasi permasalahan sampah yang ada di tanah Papua.
Baca juga : Generasi Z Harus Ambil Bagian dalam Upaya Mitigasi Perubahan Iklim
“Papua Trada sampah merupakan wadah agar pemuda Papua bisa mengeluarkan keresahan tentang permasalahan lingkungan yang ada di tanah Papua. Kita menggunakan cara yang lebih positif untuk meluapkan keresahan tersebut, yakni dengan mengumpulkan sampah-sampah yang berserakan di lingkungan,” kata Dina dalam acara webinar Road to Youth Climate Conference: Anak-anak, Pemuda dan Perubahan Iklim, Jumat (3/5).
Sebagai anak muda, Dina pun melihat banyak perubahan alam yang terjadi di tanah kelahirannya. Hal itu yang menjadi keresahannya dan membuat dirinya bergerak untuk membentuk sebuah komunitas. Kegiatan mulanya ialah melakukan bersih-bersih sampah pantai. Hingga kini, Papua Trada Sampah rutin melakukan kegiatan bersih-bersih minimal seminggu sekali di berbagai titik, mulai dari Jayapura, Nabire dan Wamena. “Sebagai akar rumput kami mengakui keterbatasan. Dan kami sadar power of collective action itu penting. Karenanya, kami banyak melakukan kolaborasi dan aksi bersama dengan kominitas lain,” imbuh dia.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Seasoldier Sulawesi Utara Reskiwati juga melakukan hal serupa. Selain kegiatan bersih-bersih pantai dan menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan ke masyarakat sekitar, Seasoldier Sulawesi Utara juga rutin melakukan aksi transplantasi terumbu karang hingga penanaman mangrove. Hal itu dilakukan karena wilayah tersebut memiliki banyak ekosistem laut yang perlu dilestarikan.
“Dan diharapkan dengan adanya transplantasi karang di daerah tersebut akan pulih dan memperbaiki ekosistem meningkatkan jumlah ikan. Sehingga mereka boleh mencari makan, berlindung di ekosistem terumbu karang itu,” ucapnya. (Z-8)
PP GP Ansor menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang melarang kepemilikan akun media sosial (medsos) dan platform digital
Elvine mengajak para mahasiswa memahami bahwa ketangguhan mental merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki setiap orang ketika memasuki dunia kerja.
Kepastian halal tetap memerlukan sistem dan regulasi yang jelas. Kemenag mengajak generasi muda untuk menambah pemahaman terkait halal.
Kehadiran generasi muda dengan literasi teknologi tinggi dipandang sebagai faktor penentu daya saing industri nasional.
Direktorat Rehabilitasi Mangrove memperkuat upaya membangun ketahanan kawasan pesisir melalui pelibatan generasi muda lewat program Mangrove Goes To School (MGTS).
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan bahwa pendidikan Pancasila harus menjadi arus utama dalam pembentukan karakter generasi muda
Penelitian terbaru di jurnal Nature mengungkap fakta mengejutkan. Serangga di wilayah tropis, termasuk Amazon, terancam punah karena tidak mampu beradaptasi dengan kenaikan suhu ekstrem.
Suhu Greenland Maret 2026 menunjukkan tren menghangat yang mengkhawatirkan. Simak update terbaru mengenai "Zona Gelap" dan dampaknya bagi permukaan laut dunia.
Ilmuwan mengungkap penyebab zona gelap di lapisan es Greenland. Debu kaya fosfor memicu pertumbuhan alga yang mempercepat pencairan es akibat perubahan iklim.
Peneliti menemukan bahwa kenaikan kadar CO2 di atmosfer mulai mengubah kimia darah manusia, termasuk kenaikan bikarbonat yang signifikan.
Studi terhadap 5 juta kelahiran di Afrika dan India mengungkap tren mengejutkan, paparan panas saat hamil menurunkan jumlah bayi laki-laki yang lahir.
Berbeda dengan aksi penanaman biasa, program ini mencakup pendampingan nursery (pembibitan) bagi masyarakat lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved