Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT kanker prostat adalah kondisi umum yang dapat mempengaruhi pria, terutama mereka yang berusia di atas 50 tahun. Meskipun faktor genetik dapat memainkan peran dalam perkembangan penyakit ini, ada langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko terkena penyakit kanker prostat atau mengelola gejalanya secara efektif.
Sebelum membahas cara mencegah penyakit kanker prostat, penting untuk memahami faktor risiko yang terkait dengannya. Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit kanker prostat meliputi:
Usia: Risiko penyakit kanker prostat meningkat seiring bertambahnya usia. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal European Urology, insidensi kanker prostat meningkat secara signifikan dengan bertambahnya usia.
Baca juga : Penderita Kanker Prostat Diprediksi Meningkat 2 Kali Lipat pada 2024
Riwayat Keluarga: Ada bukti kuat bahwa faktor genetik berperan dalam perkembangan penyakit kanker prostat. Studi yang dipublikasikan di The Journal of Urology menemukan bahwa ada hubungan antara riwayat keluarga dengan risiko kanker prostat.
Gaya Hidup: Faktor-faktor gaya hidup seperti diet tinggi lemak, kurangnya aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko terkena penyakit prostat. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Urology, adopsi pola makan sehat yang kaya akan buah, sayuran, dan biji-bijian dapat membantu mengurangi risiko kanker prostat.
Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah penyakit kanker prostat:
Baca juga : Merek Indonesia Cartiera Tangkap Peluang Usaha Fesyen Pria
Menerapkan Pola Makan Sehat: Konsumsi makanan rendah lemak jenuh, tinggi serat, dan kaya akan antioksidan dapat membantu menjaga kesehatan prostat. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrition and Cancer, konsumsi makanan seperti tomat, brokoli, dan kacang-kacangan dapat bermanfaat dalam mencegah kanker prostat.
Berolahraga secara Teratur: Aktivitas fisik teratur dapat membantu menjaga berat badan yang sehat dan mengurangi risiko terkena penyakit prostat. Studi yang dilakukan oleh Harvard T.H. Chan School of Public Health menemukan bahwa pria yang melakukan aktivitas fisik yang cukup memiliki risiko lebih rendah terkena kanker prostat.
Pemeriksaan Rutin: Pemeriksaan rutin dengan dokter, termasuk pemeriksaan prostat spesifik antigen (PSA) dan pemeriksaan fisik, dapat membantu mendeteksi penyakit prostat secara dini. Menurut American Cancer Society, deteksi dini dapat meningkatkan peluang kesembuhan penyakit prostat.
Penyakit prostat adalah masalah kesehatan yang umum di kalangan pria, tetapi langkah-langkah pencegahan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko terkena penyakit ini. Dengan mengadopsi gaya hidup sehat, melakukan pemeriksaan rutin, dan menjaga berat badan yang sehat, seseorang dapat mengurangi risiko terkena penyakit prostat atau mengelola gejalanya secara efektif. (Z-10)
Sumber:
Saat ini, sekitar 30% kasus kanker usus besar di tanah air diderita oleh pasien di bawah usia 40 tahun, sebuah angka yang jauh melampaui statistik di negara-negara maju.
Berbeda dengan sekadar tren kesehatan umum, lifestyle medicine merupakan pendekatan medis formal yang menggunakan intervensi gaya hidup berbasis bukti.
Sinar Mas Land membidik perputaran ekonomi dari belanja, okupansi hotel, dan agenda MICE lewat pembukaan ARTOTEL Living World Grand Wisata Bekasi pada Jumat (6/2).
Berbeda dengan ritel elektronik massal, perusahaan menggarap ceruk pasar konsumen yang menjadikan audio sebagai bagian dari gaya hidup, bukan sekadar kebutuhan fungsional.
Aktivitas travelling kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat urban.
BTN mulai menggeser wajah bisnisnya dari bank pembiayaan perumahan konvensional menuju ekosistem yang menyatukan hunian, gaya hidup, dan peluang usaha
“Asuransi bukan sekadar produk, melainkan bagian dari strategi pengelolaan risiko untuk menjaga keberlangsungan usaha dalam jangka panjang,”
DATA Kementerian Kesehatan mencatat estimasi lebih dari 2,5 juta penduduk Indonesia hidup dengan kondisi autoimun.
Fenomena Sudden Cardiac Death (SCD) atau kematian jantung mendadak menjadi salah satu masalah kardiovaskular serius.
Implementasi prinsip governance, risk, and compliance (GRC) atau tata kelola, risiko, dan kepatuhan adalah alat penting untuk membangun ketahanan.
Teknologi membuka peluang efisiensi baru — mulai dari underwriting yang lebih cepat dan presisi, hingga klaim otomasi dan prediksi risiko berbasis perilaku.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan wawasan mengenai pentingnya identifikasi dan pengelolaan risiko dalam menjalankan usaha, terutama di sektor kuliner.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved