Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
OPERASIONAL sektor energi dan migas hilir memiliki risiko tinggi, mulai dari kebakaran, kerusakan aset, hingga tuntutan hukum pihak ketiga. Namun, masih banyak pelaku usaha yang belum memandang asuransi sebagai bagian penting dari strategi perlindungan keberlanjutan bisnis.
Merespons hal tersebut, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menggelar sosialisasi asuransi bersama Koperasi Pengusaha Nasional Minyak dan Gas Bumi (Kopana Migas) untuk para pengelola SPBU dan SPBE, diawali dari wilayah Bandung. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi risiko dan pemahaman atas perlindungan yang tepat bagi pelaku usaha migas hilir.
Direktur Utama Askrindo, M. Fankar Umran, mengungkap pentingnya literasi asuransi bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor migas hilir. “Asuransi bukan sekadar produk, melainkan bagian dari strategi pengelolaan risiko untuk menjaga keberlangsungan usaha dalam jangka panjang,” kata Fankar.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Kopana Migas Opik Taufik dan Regional Office Head Class II Bandung Askrindo, Mohamad Wafdy. Wafdy menyampaikan, Askrindo menyiapkan solusi perlindungan sesuai karakteristik risiko migas hilir, mulai dari Property All Risk (PAR), Asuransi Gempa Bumi (PSAGBI), Liability (tuntutan hukum pihak ketiga), hingga Asuransi Uang (Money Insurance).
Sosialisasi juga membahas proses klaim yang mudah dan transparan agar persepsi asuransi bergeser dari sekadar biaya menjadi investasi perlindungan aset dan keberlanjutan usaha. Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto, menambahkan, pemahaman produk dan mekanisme klaim membantu pelaku usaha beroperasi lebih tenang dan fokus pada pengembangan bisnis.
“Askrindo berkomitmen menghadirkan perlindungan yang relevan, klaim yang transparan, serta menjadi pelindung sektor strategis nasional, termasuk migas hilir,” ungkap Budhi.
Melalui kolaborasi ini, Askrindo dan Kopana Migas mendorong perlindungan terintegrasi bagi anggota koperasi sekaligus memperkuat posisi tawar pelaku usaha SPBU dan SPBE dalam menghadapi risiko. Ke depan, Kopana Migas diharapkan menjadi satu pintu koordinasi pengelolaan asuransi dan penyelesaian klaim bagi anggotanya, sejalan dengan komitmen Askrindo memperluas literasi asuransi di berbagai sektor strategis.(M-2)
DATA Kementerian Kesehatan mencatat estimasi lebih dari 2,5 juta penduduk Indonesia hidup dengan kondisi autoimun.
Fenomena Sudden Cardiac Death (SCD) atau kematian jantung mendadak menjadi salah satu masalah kardiovaskular serius.
Implementasi prinsip governance, risk, and compliance (GRC) atau tata kelola, risiko, dan kepatuhan adalah alat penting untuk membangun ketahanan.
Teknologi membuka peluang efisiensi baru — mulai dari underwriting yang lebih cepat dan presisi, hingga klaim otomasi dan prediksi risiko berbasis perilaku.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan wawasan mengenai pentingnya identifikasi dan pengelolaan risiko dalam menjalankan usaha, terutama di sektor kuliner.
PT Pertamina Patra Niaga menyediakan layanan air minum isi ulang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina.
Pembatasan dilakukan agar semua masyarakat bisa mendapatkan BBM. Selain itu, juga untuk menghindari kepanikan dan mencegah spekulan.
Bahlil Lahadalia meminta seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat untuk beroperasi 24 jam.
Cuaca ekstrem yang mengganggu pelayaran memicu keterlambatan pasokan BBM ke sejumlah SPBU di Sumatra Barat.
Upaya menjaga mutu bahan bakar minyak (BBM) dan pelayanan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terus diperkuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved