Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUBAHAN iklim yang memengaruhi kelangkaan air berdampak terhadap rusaknya fasilitas sanitasi dan air. Padahal, keterbatasan terhadap fasilitas ini dapat mengancam kesehatan mereka. Program Water, Sanitation and Hygiene (Wash) Sustainable Development Goals (SDG) yang dilaksanakan Plan Indonesia dan SNV Indonesia serta didukung pemerintah Belanda bertujuan meningkatkan akses sanitasi dan higiene berkelanjutan dengan memastikan aspek kesetaraan gender, ketahanan iklim, dan inklusi sosial.
Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widiastuti menjelaskan sanitasi buruk akan berdampak kepada semua orang, terlebih kelompok marginal, termasuk anak perempuan yang membutuhkan akses ke sanitasi layak dalam menjaga kebersihan seperti saat mengalami menstruasi. Tak hanya di lingkungan rumah, kelompok marginal sangat penting mendapatkan hak mereka terhadap air bersih dan sanitasi aman di sekolah.
"Pelibatan semua kelompok, termasuk perempuan anak perempuan, penyandang disabilitas, masyarakat miskin, dan kelompok rentan lain sangat penting untuk mencapai target 100% akses sanitasi aman pada 2030. Ini sesuai dengan semangat SDG, yaitu tidak ada satu pun yang tertinggal atau ditinggalkan," ujar Dini dalam lokakarya Pembelajaran Implementasi WASH SDG untuk Mendorong Sanitasi Aman yang Berkelanjutan dan Inklusif.
Baca juga : Perempuan Berperan Penting dalam Penyediaan Air Minum yang Bersih
Plan Indonesia telah melaksanakan program Wash SDG sejak 2018 di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Tengah, Malaka, dan Belu. Banyak capaian signifikan yang telah dicapai di wilayah dampingan Plan Indonesia itu. Saat ini empat kota/kabupaten dampingan Winner Project telah mendeklarasikan sebagai kabupaten/kota 100% Stop BAB Sembarangan. Tiga di antaranya menuntaskan 5 Pilar STBM.
Keberhasilan lain yaitu peningkatan partisipasi aktif perempuan dan penyandang disabilitas di wilayah dampingan Plan Indonesia dalam program STBM. Keberhasilan pencapaian ini ditentukan oleh beberapa faktor yakni kemitraan Plan Indonesia dengan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan organisasi disabilitas yang berhasil menjangkau masyarakat hingga tingkat rumah tangga. Faktor keberhasilan yang lain ialah kuatnya dukungan kepala daerah terhadap implementasi program STBM. Melalui dukungan Plan Indonesia, pemerintah kota/kabupaten tersebut saat ini telah memiliki dokumen SSK (Strategi Sanitasi Kota) sebagai acuan untuk pelaksanaan program sanitasi jangka panjang.
Untuk meningkatkan akses sanitasi aman dan higiene yang inklusif bagi seluruh masyarakat di wilayah dampingan, Plan Indonesia menerapkan tiga strategi utama dalam menjalankan program Wash SDG. Ketiganya yakni memperkuat lingkungan kebijakan dan anggaran yang mendukung, melaksanakan promosi yang berorientasi pada perubahan perilaku, dan mendorong ketersediaan produk dan layanan sanitasi yang terjangkau melalui kewirausahaan sanitasi.
Country Director SNV Indonesia, Rizki Pandu Permana, menyampaikan bahwa untuk mencapai sanitasi aman perkotaan yang inklusif dan berkelanjutan, pihaknya menerapkan pendekatan Urban Sanitation & Hygiene for Health & Development (USHHD) dan mendorong pelibatan dan kolaborasi multipihak. Pendekatan ini berfokus pada peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam melaksanakan komunikasi perubahan perilaku sanitasi, menyediakan layanan sanitasi yang profesional dan terjangkau, memperkuat tata kelola sanitasi, memiliki sistem pembiayaan dan investasi sanitasi yang tepat sasaran, dan mengoperasikan sistem pengolahan, pemanfaatan kembali, atau pembuangan limbah terolah secara aman. (RO/Z-2)
Studi terbaru mengungkap sisi emosional hilangnya gletser dunia. Dari tujuan wisata "kesempatan terakhir" hingga ritual pemakaman es, bagaimana manusia merespons kepunahan gletser?
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
Analisis global terhadap 31.000 spesies pohon mengungkap tren mengkhawatirkan: spesies pohon yang tumbuh lambat mulai punah, digantikan pohon cepat tumbuh yang rapuh.
Fenomena Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi dijelaskan secara ilmiah oleh pakar IPB University.
Di tengah meningkatnya tekanan perubahan iklim dan pemanasan laut, diskusi tentang energi dan kelautan kini tidak lagi berdiri sendiri.
Peneliti mengungkap mekanisme seluler yang membantu tanaman tetap tumbuh meski cuaca ekstrem. Temuan ini menjadi kunci masa depan ketahanan pangan global.
Gapki menggelar pertemuan 140 pemangku kepentingan di Palu untuk mendorong perlindungan pekerja perempuan dan penguatan prinsip kesetaraan gender di sektor sawit.
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Anggia Ermarini mengungkapkan IMW 2026 merupakan bentuk nyata keberpihakan Fatayat NU terhadap penguatan peran perempuan di berbagai sektor kehidupan.
Workshop peningkatan kapasitas ini diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM perempuan ibu rumah tangga dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Forum ini menyoroti kontribusi perempuan dalam mendorong resiliensi di komunitasnya, sekaligus memberikan wadah untuk berdiskusi menggaungkan suara perempuan.
Dampak psikologis pascabencana berpengaruh terhadap proses pemulihan sosial dan ekonomi, terutama di wilayah dengan kerentanan ekonomi tinggi seperti di Sumatra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved