Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan puncak Demam Berdarah Dengue (DB) diperkirakan akan terjadi pada bulan April. Sehingga pemerintah melakukan antisipasi-antisipasi agar kasus DB tidak semakin meningkat.
"Kemungkinan kita perkirakan kalau mengikuti pola-pola sebelumnya kan puncak-puncaknya akan di April. Jadi sekarang kan kita sudah mulai edukasi-edukasi terus dengan salah satunya menyampaikan kepada masyarakat bahwa memang terjadi peningkatan kasus demam berdarah di beberapa daerah," kata Nadia, Sabtu (23/3).
Diketahui per 1 Maret 2024 terdapat hampir 16.000 kasus di 213 Kabupaten/Kota di Indonesia dengan 124 kematian. Kasus dengue terbanyak tercatat terjadi di Tangerang, Bandung Barat, Kota Kendari, Subang, dan Lebak.
Baca juga : 50% Pasien Dengue Tidak Merasakan Gejala
"Untuk daerah-daerah kabupaten/kota yang ada peningkatan kasus itu sudah ada surat edaran yang kita sebarkan ke bupati, wali kota, dan dinas kesehatan kabupaten/kota untuk mengajak dan gembor-gembor kepada masyarakat untuk melakukan PSN, 3M, gotong-royong," ujar dia.
Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) merupakan upaya gotong-royong membersihkan lingkungan sekitar sesama warga. Sementara 3M lebih pada kegiatan di tingkat keluarga untuk memastikan tidak ada tempat-tempat sarang nyamuk.
Di sisi lain mengingatkan juga fasilitas layanan kesehatan agar lebih sadar bahwa banyak kasus dengue saat ini. Sehingga tidak terlambat mendiagnosis dan juga memastikan rumah sakit cukup tempat tidurnya, alat infusnya dan sebagainya.
Diperkirakan terus berlanjut sampai bulan April seiring dengan musim hujan setelah El nino. Bagi masyarakat yang merasakan tanda-tanda komplikasi syok DB atau Dengue Shock Syndrome (DSS) seperti muntah terus menerus, nyeri perut hebat, kaki tangan pusat, nadi melemah, lesu, pendarahan, dan jumlah uris menurun maka itu merupakan gejala DB segera ke rumah sakit. (Z-10)
Target Nol Kematian Dengue 2030 Dinilai Masih Penuh Tantangan
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Hingga 1 Desember 2025, Kementerian Kesehatan RI mencatat 139.298 kasus dengue secara nasional dengan 583 kematian.
ECDC mencatat lebih dari 5 juta kasus demam berdarah dengue (DBD) secara global sepanjang Januari hingga Desember 2025.
Kementerian Kesehatan memperkuat kewaspadaan terhadap peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) di musim hujan.
MUSIM hujan telah tiba di berbagai wilayah Indonesia, membawa risiko meningkatnya sejumlah penyakit musiman. Kasus DBD di musim hujan akan mencapai puncaknya pada Desember 2024.
Meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia yang mencapai 91 ribu maka diperlukan adanya upaya perlindungan diri dengan 3M dan vaksin
Kasus DBD di Kabupaten Cianjur mulai terpantau meningkat sejak Januari. Hingga akhir Maret, dilaporkan terdapat 278 kasus DBD dengan jumlah kematian sebanyak empat orang.
Lonjakan kasus merata di semua kecamatan di Kabupaten Subang. Saat ini, hampir setiap hari beberapa rumah sakit dan puskesmas di wilayah Kabupaten Subang juga dipadati pasien dengan gejala DBD.
Sejak Januari sampai Maret 2024, total 711 kasus DBD di sejumlah kabupaten di NTT.
DBD adalah penyakit yang mengancam jiwa dan sampai saat ini tidak ada pengobatan khusus untuk DBD, sehingga tindakan pencegahan bisa dibilang menjadi kunci penting.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved