Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menggelar Pelatihan Vokasi PascaPanen dan Pengolahan Hasil Buah dan Sayuran, 13-20 Maret 2024. Kegiatan diikuti 30 penyuluh pertanian dari empat provinsi wilayah kerja BBPP Lembang, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Banten.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong petani mengembangkan berbagai produk olahan dari hasil pertanian, sehingga tidak lagi menjual produk mentah (raw product). Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengingatkan petani untuk tidak lagi berpikir tanam, petik lalu jual. "Bukan lagi zamannya, petani bekerja sendiri-sendiri. Harus bersama-sama seperti pada KEP dan KWT (Kelompok Wanita Tani) didampingi penyuluh," kata Dedi.
Pelatihan ini merupakan upaya Kementan dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk hortikultura, terutama penanganan pascapanen. Karena, proses penanganan pascapanen yang tepat menjadi kunci utama. Kegiatan pascapanen buah dan sayuran merupakan salah satu aspek penting dalam usahatani yang memerlukan perhatian khusus.
Baca juga : PPIU Jawa Timur Fasilitasi Penyuluh untuk Dukung Petani Muda Banyuwangi
Pelatihan dilaksanakan dengan metode kelas dan praktik. Selama tujuh hari berlatih, peserta diberikan materi inti yang mencakup berbagai aspek dari hulu ke hilir, antara lain Good Handling Practices, Good Manufacturing Practices, SOP Pengolahan Hasil dan Buah, hingga Teknologi Pasca Panen Hasil Buah dan Sayuran.
Salah satu materi yang menarik adalah tentang pengemasan dan pelabelan. Peserta diajak mencoba berbagai teknik pengemasan dan pelabelan untuk membuat produk lebih tahan lama, dan meningkatkan nilai jual suatu produk.
Materi lain yang disampaikan adalah Teknologi Pengolahan Hasil Buah dan Sayuran, peserta praktik teknik pengemasan dan pengolahan cabai, dan Teknologi Pasca Panen Hasil Buah dan Sayuran. Untuk memperkaya pengalaman peserta, BBPP Lembang juga mengadakan kunjungan lapangan ke Pisang Linting Ceu Popon, salah satu UMKM di Kabupaten Bandung.
Baca juga : Ukur Emisi Gas Rumah Kaca, Penyuluh CSA Gunakan Sungkup Tertutup
Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika saat penutupan pelatihan menegaskan bahwa ilmu yang didapat harus disebarluaskan kepada petani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) di masing-masing wilayah. "Pelatihan ini sebagai awal dari upaya peningkatan kualitas komoditas unggulan di daerah," katanya.
Biryati, salah satu peserta dari Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banjarnegara, mengakui manfaat besar yang diperoleh dari pelatihan ini. Ia melihat pelatihan sebagai kesempatan untuk berbagi ilmu antar penyuluh dan memperluas relasi. "Materi yang didapat juga dinilai relevan dengan perkembangan pasar saat ini sehingga dapat bermanfaat bagi para pelaku usaha di wilayah kerja penyuluh," tuturnya. (RO/R-2)
Kabar gembira! Kementan pastikan stok & harga telur ayam terkendali jelang idul fitri 2026. Intip langkah strategis pemerintah lindungi konsumen di sini.
Meskipun harga terpantau stabil, pemerintah akan terus melakukan sidak secara rutin selama Ramadan untuk memantau pergerakan harga.
Berdasarkan data proyeksi neraca pangan nasional, komoditas cabai rawit diproyeksikan mengalami surplus sebesar 54 ribu ton pada Februari 2026.
Kenaikan harga cabai rawit merah dipicu berkurangnya pasokan dari Kabupaten Kepahiang, sementara harga beras premium Rp16.000/kg dan beras medium Rp13.750/kg.
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan aneka cabai di Provinsi Jawa Barat dalam kondisi sangat aman untuk kebutuhan menjelang Ramadan dan Idul fitri 2026.
Kementerian Pertanian menargetkan distribusi 4 juta dosis vaksin PMK secara nasional sepanjang 2026.
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) melakukan sosialisasi di berbagai lokasi terkait dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2025.
TENAGA Penyuluh Pertanian di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sangatlah kurang.
Tujuan klasterisasi untuk mendorong pembentukan korporasi di tingkat kabupaten guna menaungi klaster-klaster komoditas pangan.
Kunjungan mahasiswa Polbangtan merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan serta pengembangan praktik pertanian modern.
Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengingatkan petani untuk mengembangkan produk olahan dari hasil pertanian, sehingga tidak lagi menjual produk mentah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved