Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri), Pringgodigdo Nugroho, menjelaskan skrining atau deteksi dini pada kelompok berisiko gagal ginjal dapat menghemat beban pembiayaan. Hal itu dikarenakan kasus gagal ginjal kronik sering ditemukan saat tahap akhir, sehingga beban pembiayaan sudah mahal.
Selain itu skrining juga diperlukan karena penyakit ginjal sering muncul tanpa gejala. Itu membuat kasus ditemukan serta insidensi beban yang ditimbulkan sangat tinggi.
Pada 2023 gagal ginjal memiliki beban pembiayaan sampai Rp2,9 triliun. Secara keseluruhan, penyakit tidak menular (PTM) menghabiskan biaya yakni Rp34,8 triliun lebih jika dilihat keseluruhan.
Baca juga : Nyeri Pinggang Akibat Kanker Ginjal Atau Batu Ginjal Sulit Dibedakan
"Skrining yang tertarget pada kelompok berisiko menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat komplikasi penyakit gagal ginjal kronik dengan mempertimbangkan biaya akibat penyakit gagal ginjal kronik terutama di negara berkembang. Secara ekonomi KDGIO merekomendasikan pemeriksaan sederhana yang dapat dilakukan pada berbagai fasilitas kesehatan," kata dr Pringgodigdo dalam konferensi pers, Kamis (14/3).
Kelompok yang berisiko adalah orang dengan hipertensi, diabetes penyakit kardiovaskular, riwayat penyakit ginjal pada keluarga, riwayat cedera penyakit ginjal akut, penyakit yang mengganggu fungsi ginjal seperti lupus, pekerjaan risiko tinggi, status sosial ekonomi rendah, dan kesulitan akses ke fasilitas kesehatan.
"Faktor lain yakni dengan adanya demografi, usia, ras, penyakit sistemik yang menyerang ginjal, faktor risiko genetik, dan paparan lingkungan. Kita harus memastikan skrining terhadap kelompok yang berisiko tinggi untuk menghemat biaya," ungkapnya.
Baca juga : Pasien Gagal Ginjal Boleh Berolahraga, Asal...
Adapun skrining dan cek fungsi ginjal bisa dengan kreatinin atau pengecekan darah kemudian cystatin C jika tersedia. Sementara dari urin juga bisa dilihat tingkat keparahan penyakit ginjal melalui rasio albumin kreatinin urine (RAKU).
Skrining dapat dilakukan di praktek pribadi, rumah sakit, puskesmas, dan posyandu adapun setting non klinik dapat dilakukan dengan syarat bersih, tenang dan mampu melayani semua peserta skrining. Pencatatan hasil skrining harus dicatat pada rekam medis untuk memantau status kesehatan ginjal.
Pringgodigdo menekankan bahwa skrining menurunkan risiko terjadinya penyakit ginjal tahap akhir. Bisa dilakukan seperti pada pasien-pasien diabetes dan persentase dengan hipertensi sudah cukup meningkatkan kualitas hidup dengan cost yang relatif lebih rendah.
(Z-9)
Memahami perbedaan antara pucat biasa dan pucat akibat gagal ginjal dapat menjadi langkah penyelamatan nyawa yang krusial bagi Anda dan keluarga.
Anemia renal adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin (Hb) berada di bawah normal akibat penurunan fungsi ginjal, berbeda dengan anemia biasa.
Gagal ginjal sering disebut sebagai silent killer karena gejalanya yang samar pada stadium awal. Salah satu tanda yang paling nyata namun sering disepelekan adalah wajah pucat.
Studi global mengungkap ketidakcocokan hasil tes kreatinin dan sistatin C bisa menjadi sinyal bahaya gagal ginjal hingga kematian.
Ginjal bisa rusak tanpa gejala awal. Simak 8 kebiasaan sehari-hari yang diam-diam merusak fungsi ginjal menurut pakar kesehatan.
Meningkatnya angka obesitas dan diabetes, ditambah dengan penuaan populasi global, menjadi pendorong utama lonjakan kasus CKD.
Penyakit infeksi dengan fatalitas tinggi seperti Virus Nipah menuntut kewaspadaan sejak gejala awal
Integrasi PET dan CT menghasilkan citra fusi komprehensif yang secara bersamaan mampu menampilkan fungsi sebagai hasil dari teknologi PET dan struktur sebagai hasil dari teknologi CT.
Kampanye ini bertajuk SWICC Stronger Together Journey dengan tema “Stronger in Awareness, Together in Detection”.
Pentingnya pemeriksaan diagnostik dalam mendukung upaya deteksi dini, khususnya pada penyakit jantung dan pembuluh darah.
Berbeda dengan herediter, kanker familia terjadi bukan karena mutasi gen, melainkan karena anggota keluarga hidup dalam satu ekosistem yang sama.
Pasien sering datang dengan kondisi umum yang sudah menurun sehingga mempersulit proses tindakan dan pemulihan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved