Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pos Indonesia (Persero) atau Pos Ind melanjutkan penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan sembako untuk triwulan I 2024 di wilayah Semarang. Bantuan tersebut disalurkan kepada 16.649 keluarga penerima manfaat (KPM).
Penyaluran bantuan ini dilaksanakan Kantorpos KC Semarang. Menurut Executive General Manager Kantorpos KC Semarang Rusdi Sanjaya, penyaluran bansos PKH dan sembako berjalan dengan lancar. Bahkan, sudah terealisasi 61% pada hari pertama.
"Sebanyak 9.900 KPM yang sudah mendapatkan bantuan ini dan ada sisa sekitar 6.300 KPM. Mungkin dalam waktu sehari dua hari sudah selesai kami kerjakan," ujar Rusdi.
Baca juga : Penyaluran Bansos PKH dan Sembako 2024 Dimulai, KPM Apresiasi Pelayanan Kantor Pos
Pos Indonesia menyiapkan strategi agar penyaluran terealisasi dengan baik. Mulai dari strategi penyaluran melalui Kantorpos, penyaluran melalui komunitas, hingga penyaluran door to door (mengantar bantuan langsung ke rumah KPM).
Agar penyaluran bantuan tepat sasaran, Pos Indonesia juga menyediakan aplikasi Pos Giro Cash kepada para petugas atau juru bayar. Aplikasi tersebut dilengkapi dengan teknologi canggih seperti face recognition dan geo tagging.
Rusdi pun mengakui penggunaan aplikasi tersebut sangat efektif untuk melakukan verifikasi terhadap KPM. Baik dari kecocokan identitas maupun daerah tempat tinggal mereka.
Baca juga : Penyaluran Bansos Sembako dan PKH Tahap 2 di Bandung Capai 95%
"Aplikasi PGC nya lebih baik dan versinya sudah lebih meningkat. Kemudian, proses perekaman wajah sudah ada face recognition. Jadi ada kepastian bahwa seseorang tersebut adalah penerima yang sah," kata Rusdi.
Meski demikian, Rusdi tidak menampik adanya kendala yang dialami saat para petugas Kantorpos melakukan penyaluran. Kendala tersebut bersifat nonteknis. Misalnya, para KPM tidak bisa menerima bantuan tersebut karena sudah meninggal dunia atau pun sudah pindah tempat tinggal.
"Tapi, bisa diselesaikan. Biasanya, ketika kami menyalurkan pasti ada yang tidak datang. Mereka tidak bisa hadir karena mungkin sedang ada pekerjaan di luar kota, alamat rumah penerima tidak ketemu. Kalau kendala seperti itu biasanya kami berkoordinasi dengan desa atau pun dinas sosial. Sisanya lagi juga ada yang meninggal dunia. Hal tersebut menjadi kendala sehingga penyaluran bantuan tidak bisa dilakukan 100%," jelas Rusdi.
Baca juga : Bansos Langsung Diantar ke Rumah, KPM Banyuwangi Sebut Pos Indonesia Memudahkan
Rusdi mengaku banyak masyarakat puas dengan pelayanan Kantorpos. Terutama dalam melakukan penyaluran bantuan.
"Berdasarkan pengalaman, pelayanannya lebih disukai masyarakat. Mereka juga nyaman dengan Kantorpos karena kami bisa cepat, tepat sasaran, dan permasalahannya minim," kata Rusdi.
"Jadi bisa dikatakan tidak ada permasalahan, tidak ada komplain, tidak ada pengaduan. Cepat itu kita bisa melebihi ekspektasi. Kami pernah menyalurkan dalam 1,5, lebih banyak dari target harian. Jadi kami bisa melakukan penyaluran dengan cepat. Masyarakat juga lebih familier dengan Pos," lanjutnya.
Baca juga : Meski Terkendala Cuaca, Penyaluran Bansos PKH dan Sembako Triwulan IV di Manado Lancar
KPM Puji Pelayanan Door to Door Pos Indonesia
Salah satu pelayanan Kantorpos yang paling mendapat apresiasi adalah pelayanan door to door. Masyarakat merasa diringankan dan dimudahkan dalam menerima bantuan berkat metode tersebut.
Hal tersebut diakui Lilis Nugi Rahayu, Lurah Bugangan Kecamatan Semarang Timur Kota semarang, yang menurutnya membuat penyaluran bantuan tepat sasaran. "Alhamdulillah, kegiatan door to door ini lebih tepat sasaran. Pemerintah juga tahu kondisi sesungguhnya. Yang diberi bantuan seperti mereka tidak bisa beraktivitas, jauh dari keluarga, tempat tinggal beliau juga kurang memadai," katanya.
Baca juga : Penyaluran Door to Door Jadi Strategi Sukses Pos Indonesia Salurkan Bansos Sembako dan PKH
"Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Presiden Jokowi dan juga Kantorpos yang telah membantu warga kami agar mendapatkan kebahagiaan," tambah Lilis.
Ia pun memuji kinerja Kantorpos yang saat ini memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Bahkan, ia salut dengan komitmen Kantorpos untuk mendekat kepada masyarakat. "Luar biasa saat ini kinerja Kantorpos. Pelayanannya prima. Mereka langsung turun ke lapangan, langsung menyentuh ke masyarakat. Dua jempol untuk Kantorpos. Sekarang banyak berubah," katanya.
Apresiasi atas pelayanan door to door juga dilontarkan salah satu KPM Sumiyarni Asih di Semarang. Ia merasa sangat terbantu dengan adanya pelayanan door to door. Mengingat, kondisinya yang terbatas untuk bisa mengambil bantuan di Kantorpos.
Baca juga : Pos Indonesia Salurkan Bansos Sembako dan PKH Tahap 3 di Daerah 3T
"Saya senang diantarkan bantuan ini. Saya enggak perlu merepotkan orang lain untuk jalan. Saya kan tidak bisa jalan. Kalau saya merepotkan orang lain tidak enak. Kalau saya berjalan, orang lain harus menggendong saya untuk naik mobil. Kan enggak enak," kata Sumiyarni.
Ia mendapat bantuan Rp200 ribu. Ia menilai bantuan ini sangat bermanfaat dan membantunya memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Uang ini akan saya gunakan untuk kebutuhan saya. Kadang ada sisa, saya tabung untuk berjaga-jaga kalau ada keperluan saya nanti," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi para petugas Kantorpos yang bersedia mengantarkan bantuan langsung ke rumahnya. "Saya mengucapkan terima kasih kepada petugas Kantorpos yang sudah mau mengantar bantuan ke sini, mengunjungi saya," kata Sumiyarni.
Baca juga : Pos Indonesia Kembali Salurkan Bansos PKH Tahap 3 dari Daerah 3T di NTT
Ungkapan syukur juga diucapkan warga lainnya, Hardianto yang merupakan perwakilan dari KPM Sukarni. Ia menilai pelayanan door to door membantu ibunya yang saat ini sedang dalam kondisi sakit. "Saya mengucapkan banyak terima kasih. Bantuan ini sangat membantu ibu saya dan juga meringankan beban saya," kata Hardianto.
Hardianto menilai bantuan ini juga membantunya untuk memenuhi kebutuhan ibunya. Terutama dalam memenuhi kebutuhan diapers. "Sehari ibu pampers dua kali. Kalau nominalnya dua kali itu Rp15 ribu," katanya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo serta pemerintah melalui Kementerian Sosial yang membuat program bantuan ini. Ia pun mengapresiasi Pos Indonesia yang juga memberikan pelayanan terbaik dalam menyalurkan bantuan ini. "Terima kasih kepada Bapak Jokowi dan Pos Indonesia yang memberi bantuan kepada ibu saya. Saya sebagai wakil penerima, banyak-banyak mengucapkan terima kasih," tuturnya. (RO/S-3)
Peluncuran seri perangko reguler edisi khusus Imlek ini sudah yang ketiga kalinya dilakukan Pos Indonesia. Sebelumnya telah diluncurkan pada tahun 2024 Naga Kayu 2575 dan edisi Tahun Ular 2576.
Perhelatan Inacraft 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) bukan sekadar ajang pameran kriya tahunan.
Hitachi POS kembali berpartisipasi di BCA Expoversary 2026 dan menegaskan perannya sebagai mitra strategis BCA dalam solusi pembayaran non-tunai.
PT Pos Properti Indonesia menandatangani Berita Acara Kesepakatan dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE, IDX: WIFI).
Kerja sama ini sejalan dengan mandat Pos Indonesia sebagai BUMN yang memiliki jaringan logistik terluas di Tanah Air.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau langsung penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) hari terakhir yang dilaksanakan di Kantor Pos Cikini, Jakarta Pusat.
PEMERINTAH mengucurkan anggaran bantuan sosial (bansos) sebesar Rp17,5 triliun menjelang Lebaran 2026.
Gus Ipul menekankan bahwa akurasi data adalah fondasi utama agar program bantuan sosial (bansos) tidak lagi salah sasaran.
Pemerintah menyediakan dua kanal utama untuk cek penerima bansos Februari 2026 yang bisa diakses secara daring
PEMERINTAH menyiapkan anggaran senilai Rp12,83 triliun untuk paket stimulus ekonomi kuartal I 2026 yang mencakup diskon tiket transportasi, potongan tarif jalan tol, serta bansos.
Masalah tawuran tidak cukup diselesaikan hanya dengan imbauan moral atau nasihat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengevaluasi bahkan, jika diperlukan, mencabut bantuan sosial (bansos) bagi keluarga yang anggotanya terlibat dalam aksi tawuran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved