Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
LANGKAH protes pelanggaran hak asasi berat, menolak penjajahan, dan mendukung kemanusiaan melalui aksi boikot produk Israel masih menggema.
Apalagi aksi brutal militer yang melakukan serangan terhadap Gaza, Palestina, masih berlanjut. Bahkan Kementerian Kesehatan Gaza mencatat korban tewas agresi Israel di Jalur Gaza mencapai 27.585 orang per Selasa (6/2).
Jumlah korban mencakup 107 orang yang meninggal dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Oleh karena itu, sebagai bentuk menghentikan kekejaman Israel adalah melakukan boikot produk Israel dan produk yang berafiliasi dengan Zionis.
Baca juga : Boikot Produk Global Terafiliasi Israel untuk Dukung Kemerdekaan Palestina
Aksi seruan boikot berlanjut di depan Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/2).
"Boikot Produk Israel! Hentikan Penjajahan atas Palestina!" tulisan spanduk dibawa puluha pengunjuk rasa yang melakukan aksi meraka di depan Kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat.
Mereka juga membentangkan spanduk penolakan dan membakar sejumlah gambar produk-produk makanan dan minuman yang terafiliasi dengan Israel.
Baca juga : Capres Diminta Sikapi Manuver Asing Jegal Gerakan Boikot Produk Pro Israel
Unjuk rasa itu digelar Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI), Gerakan Kebangkitan Produk Nasional (Pronas) dan sejumlah relawan pendukung calon presiden (capres).
Mereka mendesak MUI untuk menegaskan kembali Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan Perjuangan Palestina.
Tuntutan tersebut demi menguatkan kembali fatwa dan mencegah kebingungan di masyarakat tentang boikot penggunaan produk terafiliasi Israel.
Baca juga : Bela Warga Gaza, Presiden Harvard Claudine Gay Diteror dan Dituduh Anti-Semitisme
"Masyarakat masih bimbang karena saat ini produk terafiliasi Israel ini masih gencar muncul di iklan-iklan dengan klaim produk mereka 100 persen murni Indonesia," kata Ketua Gerbang Pronas Fuad Adnan kepada awak media di sela-sela aksi unjuk rasa damai.
"Makanya, ini yang kami minta agar MUI menegaskan kembali fatwa terkait aksi boikot produk Israel. Sehingga moral masyarakat makin dikuatkan untuk boikot produk ini," ungkap Fuad.
Fuad melanjutkan, desakan itu tidak hanya ke MUI. Tepat dengan momentum jelang Pilpres 2024, Pronas dan YKMI sepakat akan terus meminta komitmen ketiga pasangan capres yang maju, yaitu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Baca juga : Boikot Produk Israel di Indonesia Diprediksi Terus Membesar
"Kami ingin melihat komitmen para capres. Seperti apa mereka terhadap perjuangan Palestina, bagaimana komitmen mereka juga terhadap Israel, termasuk lewat boikot produk yang terafiliasi," tegas Fuad.
Ketua Relawan Muda Bersuara (pendukung duet capres Anies-Muhaimin/AMIN) Zulkifli menduga adanya upaya manipulatif atau penipuan sejumlah produk terafiliasi Israel melalui iklan yang muncul di televisi maupun media massa lainnya.
Konten itu mengaku produk yang dibuat asli Indonesia dan tak ada keterkaitan dengan Israel. Zulkifli menuding promosi manipulatif itu sebagai upaya penipuan kepada konsumen Indonesia, terutama kaum Muslim.
Baca juga : MUI Puji Tindakan Afrika Selatan Ajukan Israel ke Mahkamah Internasional
"Belakangan iklan-iklan itu muncul massif. Mungkin karena merugi, banyak yang akhirnya mengaku-ngaku sebagai produk lokal 100 persen murni milik Indonesia," ucap Zulkifli.
Beralih Produk Lokal
Aksi ini merupakan bagian tindak lanjut YKMI dan Pronas usai menggelar dialog publik di Jakarta Selatan, Jumat (2/2/2024) lalu.
Baca juga : Direktur Eksekutif Center for Uyghur Studies Mengelak Saat Dituduh Bela Israel
Diskusi itu juga menggaungkan pesan agar publik tidak lagi menggunakan produk yang berafiliasi dengan Israel dan beralih ke produk lokal murni buatan Indonesia.
Direktur Eksekutif YKMI Ahmad Himawan mengajak masyarakat tetap mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Tindakan itu bisa dimulai dari hal kecil, yakni menggunakan produk buatan lokal yang tidak terafiliasi dengan Israel.
"Ini bentuk tindakan nyata kita untuk menolak aksi pembantaian massal atau genosida yang terjadi di Gaza, Palestina. Sekaligus juga menjadi momentum untuk kita makin cinta dan bangga menggunakan produk lokal murni buatan Indonesia," ujar Ahmad. (S-4)
Baca juga : Danone Beri Bantuan Kemanusiaan Rp 630 Juta untuk Gaza Melalui Kedubes Palestina
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan negaranya tidak gentar menghadapi ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump, meski Iran tengah diguncang.
Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas.
Komisi III DPR RI meluruskan berbagai narasi keliru soal KUHP baru, menegaskan pidana mati, pasal presiden, zina, hingga demo tetap dibatasi prinsip keadilan.
Revisi Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat terkait UMSK 2026 tidak menyelesaikan masalah mendasar.
Polri pastikan dua kerangka di Gedung ACC Kwitang adalah Reno dan Farhan. Hasil forensik: tewas akibat luka bakar tanpa tanda penganiayaan.
Presiden Ekuador Daniel Noboa selamat dari serangan massa yang melempari batu dan menembaki iring-iringan mobilnya di tengah aksi protes kenaikan harga BBM.
Boikot adalah kontribusi nyata yang paling memungkinkan dilakukan oleh masyarakat sipil di tengah keterbatasan akses bantuan ke Gaza.
Pihak ahli waris Ryuichi Sakamoto menyebut telah meminta label rekaman untuk menghapus seluruh katalog musiknya dari platform digital di Israel.
Wakil Ketua DMI, Imam Addaruqutni, menyebut semangat membela Palestina sebagai bentuk empati yang mulia.
Seruan memboikot Israel kian meluas di Italia menjelang laga kualifikasi Piala Dunia 2026 yang akan digelar pada 14 Oktober mendatang.
Boikot bisa menekan penjualan dan membuat perusahaan mengambil langkah efisiensi, yang ujung-ujungnya berisiko pada pemutusan hubungan kerja (PHK)
Israel semakin terjepit di panggung internasional akibat perang Gaza.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved