Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui TCWC Jakarta (Tropical Cyclone Warning Center) melaporkan terbentuknya satu Siklon Tropis di sekitar Samudra Hindia bagian Barat Daya Bengkulu, serta satu Bibit Siklon di wilayah Utara Australia, pada Selasa (16/1) pukul 01.00 WIB.
Berdasarkan data terbaru per tanggal 16 Januari 2024 pukul 07.00 WIB, Siklon Tropis Anggrek berlokasi di koordinat 9.4° LS, 93.3° BT, dengan kecepatan angin maksimum di sekitar pusatnya mencapai 40 knot (75 km/jam), dan tekanan udara di pusatnya mencapai 995 hPa. Diperkirakan intensitas Siklon Tropis Anggrek masih akan meningkat dalam 24 jam mendatang dan akan bergerak ke arah tenggara.
Siklon Tropis Anggrek berpotensi memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia dalam 24 jam mendatang. Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 99S terpantau di bagian utara Australia, khususnya di sekitar 16.7° LS 131.8° BT dengan kecepatan angin maksimum mencapai 15-20 knot (28-37 km/jam).
Baca juga: Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi Mengintai Indonesia Hingga Februari 2024
Dalam jangka waktu 48-72 jam ke depan, sistem Bibit Siklon 99S diperkirakan akan bergerak lambat ke arah timur-tenggara, dengan potensi untuk berkembang menjadi sistem Siklon yang cenderung kecil peluangnya.
Bibit Siklon 99S berpotensi memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di Indonesia dalam 24 jam ke depan, seperti hujan dengan intensitas sedang-lebat di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, dan Papua bagian selatan.
Baca juga: Banjir Rob Bayangi Pantura Jawa Tengah Hingga Akhir Januari 2024
Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1.25 - 2.5 meter (Moderate Sea) di Samudra Hindia selatan Kupang - Pulau Rote, Laut Flores, Laut Banda bagian utara, Perairan Utara Kepulauan Kai - Aru, dan Perairan Amamapere - Agats, serta Perairan Yos Sudarso. Sementara itu, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 2.5 - 4.0 meter (Rough Sea) di Laut Banda bagian selatan, Perairan Kepulauan Sermata hingga Tanimbar, Perairan Selatan Kepulauan Kai - Aru, dan Laut Arafuru.
Penting untuk mencermati perkembangan dinamika atmosfer, termasuk fenomena seperti Madden Julian Oscillation (MJO) yang aktif di wilayah Indonesia, serta disertai fenomena gelombang Kelvin dan Rossby Wave. Selain itu, penguatan aliran Monsun Asia Musim Dingin juga dapat berkontribusi dalam memicu peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan. Potensi hujan lebat di sebagian wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan perlu diwaspadai. (Z-3)
PRAKIRAAN cuaca Jawa Tengah hari ini 1 Maret 2026 menunjukkan adanya potensi cuaca ekstrem disertai gelombang tinggi hingga mencapai 4 meter di perairan selatan dan air laut pasang
Pengaruh bibit siklon tropis, sistem tekanan rendah, serta sirkulasi siklonik memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan di berbagai kawasan.
Daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem, ungkap Farita Rachmawati, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk di berbagai wilayah Indonesia. sepekan ke depan.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
BATAM diperkirakan mengalami cuaca umumnya berawan pada Jumat, 27 Februari 2026. Meski pada pagi hari kondisi relatif cerah berawan, hujan berpotensi turun pada siang hingga sore hari.
Peneliti menemukan penurunan kadar garam di Samudra Hindia bagian selatan. Fenomena ini mengancam sistem sirkulasi laut global dan iklim dunia.
Selanjutnya gelombang tinggi juga akan berlanjut ke arah Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Satelit Thailand THEOS-2A gagal mengorbit akibat malfungsi roket India. Satelit akan segera dibangun ulang karena tercakup asuransi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia akan mengalami curah hujan tinggi pada tahun 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk 12 Desember 2025.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam terhadap perkembangan Bibit Siklon Tropis 93S.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved