Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBERAGAMAN ialah hukum alam yang tidak terhindarkan. Perbedaan agama dan perbedaan pandangan itu akan semakin wajar dalam kehidupan modern sekarang. Namun, hidup rukun dan penuh kasih sayang merupakan pilihan terbaik yang diajarkan Tuhan kepada kita semua.
Itu disampaikan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo dalam sambutannya mengucapkan selamat Natal bagi umat nasrani. "Semoga kehangatan Natal memenuhi hati kita dengan penuh suka cita, damai, dan sejahtera," ucap Hasto dalam acara Natal Bina Rohani Kristen BKKBN bersama Mitra Kerja Tahun 2023 pada Jumat (12/1/2024) di Jakarta.
Hasto mengajak para peserta untuk senantiasa menjaga toleransi dalam keberagaman. Penting juga memacu semangat untuk memupuk persatuan dalam kemajemukan, sikap moderat dalam beragama, serta meletakkan kepentingan kebangsaan sebagai bagian dari keimanan. "Di tahun politik ini sebentar lagi kita akan menyelenggarakan pemilu, memilih presiden, wakil presiden, serta anggota legislatif, kita harus terus jaga toleransi, persatuan, dan perdamaian. Perbedaan pilihan politik itu wajar dalam demokrasi," tuturnya.
Baca juga: Penurunan Prevalensi Stunting 14% Hanya Target Ambisius dan Sulit Direalisasikan
Di antara perbedaan tersebut, Hasto berharap masyarakat dipersatukan oleh satu kepentingan yang mulia, yaitu menjaga persatuan, kesatuan, dan perdamaian. Ia juga menggugah kesadaran untuk membangkitkan jiwa kemanusiaan, menggerakkan naluri persaudaraan untuk bertindak dan membantu sesama. "Semoga terang cahaya Natal, damai dan kasih Natal menuntun Bapak Ibu kepada kemuliaan dan mengantarkan pada masa yang gemilang. Semoga momentum meraih Indonesia maju, adil, makmur, dan sejahtera bisa konsisten kita perjuangkan dan memperoleh bimbingan dan kemudahan dari Tuhan yang Maha Kuasa," pungkasnya.
Ketua Bina Rohani Kristen BKKBN yang juga menjabat Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) BKKBN Victor H. Siburian mengajak umat Kristiani dan sesama untuk menerapkan damai dan kasih dalam menjalankan program yang ditetapkan pemerintah. "Kasih akan menutupi banyak sekali dosa. Iman mengalahkan kasih. Mari jadikan kasih sebagai fondasi dari setiap aktivitas dan tugas kita dalam menyukseskan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan penurunan stunting demi Indonesia yang lebih maju," ajak Victor.
Baca juga: Sumedang Jadi Percontohan Percepatan Penanganan Tengkes
Lebih lanjut Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN Edi Setiawan mengatakan bahwa perayaan Natal bertujuan menggugah mental dan spiritual untuk mewujudkan kinerja yang lebih baik. "Juga untuk menumbuhkan semangat berbagi dan saling melayani, membangun kerukunan, dan solidaritas saling tolong menolong sesama," paparnya.
Perayaan Natal tahun ini tidak hanya diperuntukan bagi pegawai nasrani di lingkup BKKBN, melainkan juga mengundang para mitra kerja. "Kita mengundang teman-teman dari Tim Pendamping Keluarga (TPK). Merekalah pahlawan-pahlawan di lapangan dalam mewujudkan keluarga berkualitas bebas stunting. Kita beri apresiasi kepada TPK. Kita juga mengundang Bapak/Ibu purnabakti BKKBN yang merupakan implementor dan konseptor program kita," ucap Edi.
Salah satu mitra kerja yang turut hadir dalam acara ini ialah Ketua Organisasi Wanita Indonesia Keren Maria Hasto Kristiyanto. Ditemui selepas acara, dirinya berpesan kepada keluarga Indonesia untuk mewujudkan keluarga berkualitas. "Sebagai orangtua, anak, anggota keluarga dalam kehidupan yang saat ini tidak mudah. Kita harus semangat berjuang mewujudkan kasih dan damai dalam keseharian," ucapnya.
Maria berharap spirit kasih Tuhan dapat meresap dalam kehidupan berkeluarga, sehingga tercipta kedamaian antaranggota keluarga. "Kesehatan jiwa perlu diperhatikan. Kita menjaga kesehatan mental dan jiwa antaranggota keluarga saling menunjukkan kasih dan berikan waktu bersama yang berkualitas," ungkap Maria. "Selain sehat jiwa, (keluarga harus) juga memperhatikan kualitas kesehatan fisik sejak dari 1.000 hari pertama kehidupan. Sebagai orangtua wajib memberikan nutrisi dan optimalkan tumbuh kembang sejak dini," tutupnya. (RO/Z-2)
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
AWAL Oktober kemarin, saya berkesempatan hadir menjadi salah satu pembicara pada ajang the 4th PCINU Belanda’s Biennial International Conference di University of Groningen, Belanda.
KEMENTERIAN Agama Republik Indonesia menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin atas komitmennya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.
Gen Z hidup di dua ruang sekaligus, yaitu dunia nyata yang penuh tuntutan dan dunia digital yang sarat perbandingan yang membuat ruang batin mereka mudah terdistraksi.
Kegiatan ini diinisiasi Kanwil Kemenag Sumbar bersama FKUB dan Kemenag Kota Padang sekaligus menjadi simbol nyata komitmen Sumbar merawat keragaman dan persatuan antar umat beragama.
KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Azhar di Pekanbaru, Riau.
Refleksi 80 tahun Kementerian Agama menjaga kerukunan, pendidikan, dan pengelolaan dana umat demi kemaslahatan bangsa Indonesia.
LIGA Muslim Dunia (Muslim World League/MWL) menyerukan penguatan solidaritas dan persatuan umat Islam di tengah tantangan global saat ini.
SEKRETARIS Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin, mengatakan, penguatan nilai-nilai moderasi beragama di generasi muda adalah yang yang fundamental.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen (Dirjen Bimas Kristen) Jeane Marie Tulung turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam apel Hari Santri.
BPIP dan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar diskusi bertajuk “Aktualisasi Nilai Ketuhanan dan Kebangsaan dalam Menjaga Moderasi Beragama di Indonesia”. Edukasi Pancasila
Toleransi, katanya, adalah kata yang paling sering terdengar tapi terkadang bisa berbalik menjadi penyebab tindakan-tindakan intoleran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved