Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNA menangani krisis air bersih masyarakat setempat Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (UI) membangun sistem pemanenan air hujan (PAH) di Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan ini adalah rangkaian kegiatan Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia Tahun 2023.
Lokasi pendirian PAH berada di area MCK umum dengan tujuan agar air hujan yang dipanen dapat langsung dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari masyarakat. Desa Pantai Bahagia dikenal sebagai salah satu wilayah yang berpotensi terjadinya rob dan tidak adanya akses air perpipaan.
Masyarakat Kampung Beting dalam kegiatan sehari-harinya memanfaatkan air tanah yang bersifat payau dan tidak layak untuk dikonsumsi. Masyarakat pesisir utara Muara Gembong telah mengalami kesulitan akses terhadap air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca juga : Awas Potensi Hujan Lebat dan Panas Terik Hari ini
Perwakilan warga Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Nursan mengaku antusias dalam penyelenggaraan program pengabdian SIL UI tersebut.
"Semoga kegiatan ini dapat berlanjut kedepannya dan dapat memberikan manfaat secara maksimal bagi warga setempat”, tuturnya.
Baca juga : Waspada! Potensi Cuaca Ekstrem di Libur Natal dan Tahun Baru
Kepala Program studi S2 Ilmu Lingkungan UI, Hayati Sari mengucapkan rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada warga setempat yang telah turut terlibat dan menerima pemanenan air hujan ini.
"Harapan kedepannya semoga adanya pemanenan air hujan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga setempat," kata Hayati.
Ia mengungkapkan permasalahan keterbatasan air bersih di Desa Pantai Bahagia ini membuat Sekolah Ilmu Lingkungan tergerak untuk menginisiasi pembangunan PAH.
"Dikarenakan potensi curah hujan yang cukup tinggi, yaitu 200 mm/bulan, sehingga PAH yang diterapkan dinilai dapat berkelanjutan," tambahnya. (Z-8)
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
BMKG merilis prakiraan cuaca Jakarta Kamis 5 Februari 2026. Waspadai potensi hujan petir dan angin kencang di seluruh wilayah DKI Jakarta. Cek detailnya!
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Istilah awan kontainer tidak dikenal dalam ilmu meteorologi. Narasi yang beredar di masyarakat merupakan bentuk kesalahpahaman dalam memahami fenomena atmosfer.
Waspada terhadap peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang bersifat fluktuatif, yang dapat terjadi pada pagi, siang atau sore, malam, hingga dini hari.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved