Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH seorang pendiri Goodenoughparents.id dan edukator bersertifikat bidang positive discipline parent Damar Wijayanti menjelaskan pentingnya core memory pada anak dan cara menanamkan core memory positif untuk mereka.
Damar, dikutip Rabu (20/12), menjelaskan core memory merupakan memori atau kenangan akan kejadian yang paling berpengaruh bagi anak. Core memory tidak hanya memberi kesan mendalam, tetapi, juga bisa menjadi dasar dari nilai dan tabiat yang dimiliki anak saat dia dewasa.
"Sangat sulit memprediksi apa yang akan diingat anak. Memori sering kali mengejutkan kita, bahkan hal yang terasa remeh di masa lalu bisa dimaknai mendalam oleh anak dan menjadi bagian dari memori yang diingat hingga dewasa. Sedangkan kadang hal yang kita rasa penting malah terlewat begitu saja dan terlupakan," kata Damar.
Baca juga: Ini Cara Andien Eratkan Hubungan dengan Anak
Namun, bukan berarti orangtua tidak bisa membantu anak memiliki core memory positif yang akan dikenang hingga dia dewasa nanti.
Menurut Damar, kuncinya adalah memperbanyak pengalaman positif pada hidup anak karena kumpulan pengalaman ini bisa menjadi kenangan dalam memori, berperan dalam membantu anak memahami siapa dirinya, mendukung kepercayaan diri, hingga kemampuan menyelesaikan masalah.
Meskipun core memory sulit dihilangkan, baik ingatan positif maupun negatif, orangtua dapat menjadikan ingatan tersebut sebagai pembelajaran bagi mereka. Dengan begitu, anak akan lebih menerima core memory yang dialaminya ketika bertambah dewasa.
Baca juga: Upaya Pencegahan Pneumonia pada Anak
"Core memory yang kurang menyenangkan bisa dijadikan pembelajaran pada anak, coba untuk merefleksikan kembali core memory tersebut pada mereka (agar anak lebih mengerti dan menerimanya)," kata lulusan ilmu komunikasi tersebut.
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan orangtua untuk menciptakan core memory positif bersama anak. Pertama, bangun antusiasme anak terhadap suatu aktivitas dengan menceritakan apa yang bisa mereka alami dan pelajari.
Kedua, orangtua hadir sepenuhnya dan ikut menunjukkan antusiasme saat melakukan aktivitas bersama anak. Lakukan metode mindful atau sadar dan hadir ketika melakukan sebuah aktivitas bersama anak.
Ketiga, libatkan semua indera dalam aktivitas bersama. Misalnya, memutar lagu yang disukai anak sepanjang perjalanan, atau menggunakan parfum atau aroma yang menyegarkan.
Keempat, simpan memori melalui foto dan video, atau ajak anak melukis momen yang dilalui bersama orangtua.
"Terakhir, diskusikan kembali dengan anak tentang aktivitas bersama yang dilalui agar anak semakin mengingat core memory positif ini," pungkas Damar. (Ant/Z-1)
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Inisiatif ini mempertegas komitmen platform dalam melibatkan orangtua secara langsung untuk menyusun kebijakan dan pengembangan Roblox di masa depan.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Anak tengah memiliki risiko lebih besar merasa diperlakukan berbeda dibandingkan saudara sulung maupun bungsu.
Untuk menyiasati dampak negatif FOMO, kunci utamanya justru terletak pada fondasi yang dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga.
Adil tidak berarti memberikan perlakuan yang identik kepada setiap anak, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved