Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKUMPULAN Penulis Indonesia ALINEA menggelar acara peluncuran buku anak bertajuk Bumiku Kelak di Kafe Sastra Balai Pustaka, Jalan Bunga, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (14/12/2023).
Ini merupakan acara peluncuran kedua setelah buku tersebut pertama kali diperkenalkan dalam acara Ubud Writer & Reader Festival (UWRF) pada 20 Oktober 2023.
Bumiku Kelak merupakan serial buku bertema persoalan lingkungan dan perubahan iklim yang terdiri dari lima judul: Aku Mau Jadi Penjaga Bumi, Langkah Kecil untuk Bumi, Peri Penjaga Bumi, Aksi Mencintai Bumi, dan Seribu Pohon Satu Bumi.
Baca juga; Sekolah Sukma Bangsa Luncurkan 44 Buku Karya Guru dan Siswa
Kumpulan cerita di dalamnya ditulis oleh penulis anak, yang sebelumnya mengikuti workshop ALINEA.
Dalam sambutannya, Mardiyah Chamim, Presidium ALINEA mengatakan, peluncuran buku ini adalah pencapaian luar biasa.
Prosesnya hampir dua tahun, konsepnya dibuat dengan melibatkan anak-anak secara langsung. Buku ini juga menjadi sesuatu yang bersejarah, sebab finalisasinya dibantu dengan artificial intelligence (AI).
“Tapi yang namanya mesin, ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Terlepas dari itu semua, kami merasa bangga menerbitkan buku ini karena menjadi bagian dari topik yang krusial, yaitu perubahan iklim,” ka Mardiyah
Baca juga: Tim PKM UNY Gandeng Guru Hasilkan Tiga Buku
Salah satu penulis anak, Kalyana Langit Senja, membagikan kisahnya saat menulis Hidup Tanpa Jajan, Bisakah? yang dimuat dalam serial buku Mencintai Bumi.
Ia mengaku tidak menghadapi kesulitan yang berarti ketika menyusun cerita tersebut karena terinspirasi dari kehidupan sehari-hari. Anak yang baru berusia 11 tahun itu bahkan memadukan ceritanya dengan istilah-istilah yang identik dengan isu lingkungan.
Hal senada diungkapan juga oleh Nadiyya Putri Fatna yang menulis cerita tentang kegelisahannya terhadap lingkungan yang diwujudkan lewat karakter imajiner.
Baca juga: Buku Cerita 'Konser Musik' Ungkap Keistimewaan Anak Berkebutuhan Khusus
Acara pun dilanjutkan dengan bincang-bincang bersama Reda Gaudiamo yang turut terlibat dalam proses penulisan buku anak Bumiku Kelak selaku editor, Amanda Katili Niode yang merupakan seorang ahli pengelolaan lingkungan, Anggalia Putri dari Yayasan Madani Berkelanjutan, serta Ikrom Mustofa seorang pemerhati mitgasi perubahan iklim.
Para narasumber mengapresiasi langkah Alinea dalam merumuskan upaya melestarikan lingkungan melalui buku cerita anak.
Karakter Momo dan Zaza
Bukan hanya ceritanya yang mengusung isu lingkungan, ilustrasinya pun demikian. Evelyn, Pencetus Karakter Momo dan Zaza, mengatakan salah satu karakternya yang menyerupai orang utan bermula dari diskusi terkait hewan yang juga menjadi perhatian dalam isu pemanasan global.
“Waktu itu, kami diskusi soal hewan apa, sih, yang jadi perhatian di climate change ini? Akhirnya kami pun terpikirkan untuk membuat karakter menyerupai orang utan,” papar Evelyn,
Deasy Tirayoh, Direktur Eksekutif ALINEA berharap serial buku anak Bumiku Kelak bukan menjadi satu-satunya karya yang mereka terbitkan. Ke depannya, Perkumpulan Penulis Indonesia ini berharap juga bisa membuat localize konten, yang mana membahas isu-isu lokal di suatu daerah. (RO/S-4)
Hendri Satrio menjelaskan, karya tersebut lahir dari keresahannya melihat pola komunikasi pejabat yang seringkali memicu polemik.
Ekoteologi bukan sekadar konsep akademik, melainkan kerangka berpikir yang menghubungkan manusia, alam, dan Tuhan.
Priyambudi Sulistiyanto resmi meluncurkan bukunya, Finding Kapiten Boodieman, dalam sesi Book Launch di Ubud Writers & Readers Festival 2025
Karya GKR Hemas berhasil menggambarkan dinamika peran DPD RI sejak reformasi hingga kini, serta menegaskan pentingnya memperkuat hubungan antara pusat dan daerah.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengapresiasi peluncuran buku bertajuk yang ditulis dr Inez Nimpuno, MPS, MA, sebagai upaya menggencarkan edukasi tentang kanker payudara.
Buku kaya antropolog Jepang, Prof. Mitsuo Nakamura berjudul ‘Mengamati Islam di Indonesia 1971–2023’ Selasa (23/9) diluncurkan di Gedung Sardjito Universitas Islam Indonesia.
Di luar sanksi hukum, WALHI Sumut menekankan pentingnya agenda pemulihan ekosistem yang terencana, terukur, dan melibatkan masyarakat terdampak.
Menag juga mencontohkan perilaku ramah lingkungan dalam ibadah, seperti anjuran Nabi SAW untuk berhemat air saat berwudu.
Baterai kertas umumnya menggunakan substrat berbasis selulosa, yakni kertas, sebagai struktur utama yang digabung dengan material elektroda dan elektrolit yang aman serta mudah terurai.
Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini menegaskan bahwa upaya penurunan emisi gas rumah kaca dapat dimulai dari langkah yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak perempuan Indonesia mengambil peran aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
Peserta diajak meningkatkan kesadaran untuk menjaga kelestarian Bumi dari ancaman seperti polusi, perubahan iklim, dan menurunnya kualitas sumber daya alam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved