Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KOLABORASI akademisi dan praktisi media perempuan menghasilkan sebuah buku setebal 124 halaman yang mengulas dokumentasi komprehensif mengenai proses desain, tata letak, hingga transformasi teknis sebuah majalah nasional sejak edisi perdana 1972 hingga memasuki era digital.
Buku berjudul Menelusuri Jejak Desain Majalah Femina yang ditulis Ariani Kusumo Wardhani, dosen Desain Komunikasi Visual Universitas Mercu Buana, bersama Widarti Gunawan, pendiri sekaligus mantan Direktur Editorial Majalah Femina, ini diluncurkan di Beranda, Komunitas Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu (26/7).
Disusun dengan pendekatan historis sekaligus akademis, buku ini memuat berbagai prinsip desain, kisah editorial, serta analisis visual yang memperlihatkan cara berperan membentuk representasi perempuan modern Indonesia selama lebih dari lima dekade.
Selama lebih dari 50 tahun, majalah itu menjelma ikon budaya populer perempuan urban Indonesia. Namun, tak banyak yang mencermati bagaimana wajah visualnya dibentuk.
Ariani mengungkapkan buku tersebut hadir sebagai upaya pencatatan sejarah desain sejak edisi perdana yang terbit 18 September 1972 hingga dekade disrupsi digital yang mengguncang media konvensional. “Sebagai desainer, saya ingin tahu cara desain agar bisa bertahan dan berkembang di tengah arus perubahan zaman, teknologi, dan gaya hidup,” kata Ariani.
Ia mengaku buku ini berangkat dari kegelisahan akademis dan rasa hormatnya terhadap dunia penerbitan perempuan yang membesarkannya.
Kisah dalam buku ini terasa akrab, karena berangkat dari keseharian ruang redaksi, cerita deadline, layout dummy, hingga pemilihan foto yang mewakili selera perempuan urban Indonesia.
Widarti Gunawan, yang ikut menyumbangkan narasi sejarah dari balik meja redaksi edisi-edisi awal tahun 1970-an, membawa pembaca menyusuri awal mula perjalanan majalah, dari sebuah garasi di Menteng hingga menjadi pelopor media perempuan nasional.
Dalam pernyataannya, Widarti menyampaikan buku ini adalah wujud dari proses panjang dan kesabaran. “Penulisan buku ini memakan waktu hampir 4 tahun. Saya berharap buku ini tidak hanya jadi catatan sejarah, tetapi juga rujukan belajar bagi mahasiswa, terutama di bidang desain grafis, untuk memahami proses produksi majalah cetak bekerja sebelum semuanya bergeser ke digital,” ujarnya.
Acara peluncuran turut dihadiri praktisi media, desainer grafis, akademisi, serta mahasiswa. Suasana diskusi berlangsung hangat dan terbuka, menjadi ruang temu lintas generasi antara mantan awak redaksi dengan generasi muda yang baru mengenal majalah tersebut melalui cerita.
Berbagai topik dibahas, mulai dari dinamika industri media perempuan, transformasi teknologi cetak, hingga pentingnya dokumentasi visual dalam konteks budaya populer.
Diterbitkan PT Rekacipta Proxy Media, buku ini juga memuat rubrik-rubrik legendaris seperti boga dan mode, serta mengulas cover-cover ikonik yang menjadi ciri khas majalah dari masa ke masa. Dalam penyajiannya, buku ini menggabungkan narasi populer dan visual arsip, sehingga menarik dibaca oleh kalangan profesional dan pembaca umum. (H-2)
Hendri Satrio menjelaskan, karya tersebut lahir dari keresahannya melihat pola komunikasi pejabat yang seringkali memicu polemik.
Ekoteologi bukan sekadar konsep akademik, melainkan kerangka berpikir yang menghubungkan manusia, alam, dan Tuhan.
Priyambudi Sulistiyanto resmi meluncurkan bukunya, Finding Kapiten Boodieman, dalam sesi Book Launch di Ubud Writers & Readers Festival 2025
Karya GKR Hemas berhasil menggambarkan dinamika peran DPD RI sejak reformasi hingga kini, serta menegaskan pentingnya memperkuat hubungan antara pusat dan daerah.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengapresiasi peluncuran buku bertajuk yang ditulis dr Inez Nimpuno, MPS, MA, sebagai upaya menggencarkan edukasi tentang kanker payudara.
Buku kaya antropolog Jepang, Prof. Mitsuo Nakamura berjudul ‘Mengamati Islam di Indonesia 1971–2023’ Selasa (23/9) diluncurkan di Gedung Sardjito Universitas Islam Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved