Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ILUSTRATOR Emte menerbitkan buku berjudul Life As I Know It sekaligus membuka pameran tunggal dengan tajuk tersebut pada 16 Juli di galeri dia.lo.gue, Jakarta.
Life As I Know It adalah buku kedua dari serial buku ilustrasi Life As We Know It yang diterbitkan pada 2023 oleh Gramedia Pustaka Utama.
Bila pada buku pertama Emte melukiskan observasinya pada kehidupan urban secara umum, Life As I Know It menampilkan lebih dari 250 ilustrasi cat air yang menyuguhkan pengalaman personal. Sebagai seniman yang lahir, tumbuh besar, dan bekerja di Jakarta, Emte menghadirkan ilustrasi kegiatan-kegiatan sehari-hari, mulai dari bersantai di rumah, makan di restoran, nonton di bioskop, melihat konser, hingga pergi liburan – yang dilakukan sendirian.
Menurut sang seniman, “Bagi saya, melakukan aktivitas sendiri itu tidak aneh dan tidak menyedihkan. Saya happy dan enjoy menjalaninya. Bukan berarti kita tidak butuh orang lain, tetapi jika kita bisa menikmati kesendirian kita, kehadiran orang lain jadi terasa bermakna.”
Dikenal melalui kejenakaannya bermain warna, berbahasa visual dan mengulik ‘plesetan’ kata, Emte mengungkapkan kekuatan bahasa visual untuk berkomunikasi melintasi budaya.
“Sebetulnya memang sangat menantang untuk berkomunikasi hanya lewat gambar, tanpa menggunakan kata-kata. Tapi, saya merasa fenomena hidup sendiri ini memang lazim terjadi di kota-kota besar di dunia. Sehingga, saya pikir siapapun yang melihat gambar-gambar ini tetap bisa merasakan pengalamannya," kata dia.
Peluncuran buku Life As I Know It juga disertai dengan pameran tunggal perdana Emte di dia.lo.gue. Menurut Engel Tanzil, Co-Founder dari dia.lo.gue, kolaborasi bersama Emte ini sejalan dengan misi galeri untuk menjadi ruang yang inklusif untuk seni, desain dan budaya.
"Kami sangat antusias untuk menampilkan karya-karya Emte. Setiap ilustrasi yang ada di dalam buku Life as I Know It akan dapat kita lihat di pamerannya – bahkan kalau kamu beruntung, kamu bisa berjumpa langsung dengan Emte. Harapan saya semoga pengunjung bisa melihat proses panjang yang dilalui oleh seorang ilustrator sejak masa kecilnya, hingga inspirasi dari kesehariannya lewat berbagai ukuran kertas, warna, referensi," jelasnya.
Selain pameran ada juga program workshop dan talkshow bersama Emte, dan informasi tersedia di Instagram @emteemte dan @dialogue_arts. Pameran Life As I Know It berjalan dari 16 Juli hingga 17 Agustus 2025. Dibuka untuk publik secara gratis.(H-2)
Dengan integrasi ini, para pelaku bisnis tidak hanya mendapatkan akses pasar, tetapi juga ruang untuk pertukaran pengetahuan dan kolaborasi lintas sektor yang lebih efisien.
Melalui pameran seni bertajuk Prosperous Horse Year, publik diajak merayakan pergantian tahun melalui deretan karya patung dan lukisan yang sarat akan makna optimisme.
Pasar barang mewah sekunder di Indonesia menunjukkan dinamika yang kuat.
Sejak pekan pertama Desember 2025, pameran ini telah menyambangi tiga titik pusat keramaian di Jakarta, yakni Masjid Istiqlal, Stasiun Tanah Abang Baru, dan berakhir di Ragunan.
Tahun 2025 menjadi tahun gemilang bagi reputasi akademik ITB.
MUSEUM Macan mempersembahkan Uma, karya terbaru untuk Ruang Seni Anak, yang dikembangkan oleh Ibu Arsitek, sebuah kolektif arsitek perempuan Indonesia.
Hendri Satrio menjelaskan, karya tersebut lahir dari keresahannya melihat pola komunikasi pejabat yang seringkali memicu polemik.
Ekoteologi bukan sekadar konsep akademik, melainkan kerangka berpikir yang menghubungkan manusia, alam, dan Tuhan.
Priyambudi Sulistiyanto resmi meluncurkan bukunya, Finding Kapiten Boodieman, dalam sesi Book Launch di Ubud Writers & Readers Festival 2025
Karya GKR Hemas berhasil menggambarkan dinamika peran DPD RI sejak reformasi hingga kini, serta menegaskan pentingnya memperkuat hubungan antara pusat dan daerah.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengapresiasi peluncuran buku bertajuk yang ditulis dr Inez Nimpuno, MPS, MA, sebagai upaya menggencarkan edukasi tentang kanker payudara.
Buku kaya antropolog Jepang, Prof. Mitsuo Nakamura berjudul ‘Mengamati Islam di Indonesia 1971–2023’ Selasa (23/9) diluncurkan di Gedung Sardjito Universitas Islam Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved