Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PROGRAM Studi (Prodi) Magister Ilmu Komunikasi (Mikom) Universitas Mercu Buana (UMB) menggelar diskusi publik tentang bagaimana cara mengatasi krisis komunikasi di sebuah perusahaan pada Senin (4/12) di Kampus Universitas Mercu Buana Menteng, Jakarta.
Kegiatan diskusi publik ini dilaksanakan langsung oleh mahasiswa S2 Ilmu Komunikasi Angkatan 43 dan dibuka langsung oleh Dr Heri Budianto MSi selaku Ketua program Studi Magister Ilmu Komunikasi UMB.
“Saya yakin mereka (peserta) sangat ingin belajar dari pengalaman ibu Dr.Laila Mona sebagai akademisi dan praktisi, Pak Budi yang jelas-jelas sebagai praktisi dan juga Mas Rahman diperlukan sharing kepada teman-teman terkait dengan pengalamannya” kata Heri Budianto dalam sambutan pembuka acara diskusi publik.
Baca juga: Fikom UMB Gelar Seminar Kecerdasan Emosional bagi Siswa SMK
Lebih lanjut, Heri mengatakan apalagi semua mahasiswa yang mengambil mata kuliah Komunikasi Organisasi dan Kepemimpinan ini tidak semua berkecimpung di humas dan memiliki latar belakang yang berbeda-beda.
Pada kesempatan yang sama, ketua panitia diskusi publik, Indra menyebut bahwa tujuan utama dari diadakannya kegiatan ini adalah agar mahasiswa dan seluruh peserta yang hadir bisa mendapatkan pengetahuan atau ilmu tambahan dari para praktisi maupun dari para akademisi yang kompeten di bidang Humas.
Diskusi Publik dengan tema "Corporate Communication: How to Handle Communication Crisis in a Corporate" ini menghadirkan beberapa narasumber yaitu Dr. Leila Mona Ganiem, S.Pd, M.Si, M.Si, CPR, CICS sebagai Praktisi Humas dan Dosen S2 Ilmu Komunikasi UMB, Budi Hananto sebagai Asdep Humas BPJS Ketenagakerjaan dan Abdur Rahman, S.I.Kom sebagai Direktur Vena Wasir Center yang juga Mahasiswa aktif S2 Ilmu Komunikasi UMB.
Dalam penyampaian materinya, Leila Mona Ganiem menyebutkan perkembangan teknologi digital menuntut berbagai bisnis melakukan transformasi sejak dini atau jika tidak akan tertinggal dan dilibas oleh perubahan.
Baca juga: Generating Meaning di Era Digital dalam Lanskap Mediamorfosis
“Sehinga jika itu sampai terjadi maka muncul krisis pada perusahaan. Dampaknya apa? reputasi buruk, nilai saham turun, kehilangan pelanggan, gangguan operasional, rugi hingga bangkrut dan hubungan dengan stakeholder jadi terganggu,” kata Leila Mona.
Disebutkan ada beberapa langkah yang perlu diambil dalam berkomunikasi saat krisis yaitu pertama, ambil alih kendali situasi secepat mungkin, kemudian pahami apa masalah sebenarnya dan mendapat info terpercaya.
“Tentukan sasaran-sasaran komunikasi yang dapat diukur untuk menanganinya. Ketika krisis meletus, semua orang di organisasi harus tahu siapa yang perlu dihubungi,” ujar Leila.
Kemudian, kedua; kumpulkan sebanyak mungkin Informasi. Gali masalah dari berbagai sumber, ada orang khusus yang bertugas menambang informasi.
Ketiga; tentukan sebuah pusat manajemen krisis. Pada saat manajer sedang menghubungi orang-orang yang benar dan mengumpulkan informasi, mereka juga harus membuat persiapan-persiapan dalam menciptakan sebuah pusat krisis.
Baca juga: UMB Perkuat Kerja Sama dengan Kementerian Pendidikan Singapura
"Empat, berkomunikasi awal dan sering, lima, pahami misi media di dalam sebuah krisis. Enam, berkomunikasi langsung dengan konstituen yang terkena dampak. Tujuh, ingat bahwa bisnis harus berlanjut. Terakhir, buat rencana untuk menghindari krisis lain secepatnya," ucap Leila dalam penjelasaanya.
Sementara itu Budi Hananto sebagai Asdep Humas BPJS Ketenagakerjaan mengungkapkan bahwa di lembaganya dirinya pernah berhasil mengatasi krisis komunikasi di mana pada saat itu muncul issu database BPJS Ketenagakerjaan telah ditambahkan ke forum hacker untuk dijual oleh Bjorka.
“Kejadian itu pada 12 Maret 2023 akun media sosial yang meng-capture postingan Bjorka soal bocornya data BPJS Ketenagakerjaan. Bahkan selama periode tersebut terdapat total 241 berita yang berkaitan dengan Bjorka, berita negatif cukup tinggi pada periode ini,” kata Budi.
Akan tetapi, menurut Budi, dirinya berhasil mengatasi persoalan tersebut dengan beberapa langkah, pertama, membentuk tim krisis, tim ini akan fokus menangani krisis yang terjadi, termasuk menganalisis masalah yang menyebabkan terjadinya krisis serta akibatnya pada perusahaan.
“Spokeperson, konferensi pers, investigasi dukungan pihak lain, di mana melibatkan stakeholders terkait isu untuk menguatkan posisi institusi atau perusahaan” jelas Budi.
Baca juga: Kepala LLDIKTI 3 : Kemampuan Beradaptasi Dengan Perubahan Lingkungan Jadi Kunci
Di sisi yang lain, Abdur Rahman menyebutkan ada beberapa tantangan sendiri dalam manajemen krisis di rumah sakit dan klinik. Mulai dari alokasi sumber daya, gangguan komunikasi, kekurangan staf dan persepsi masyarakat.
“Ketidakpastian dan kekhawatiran terkait dengan krisis dapat mempengaruhi kepercayaan masyarakat. Hal ini berdampak pada reputasi organisasi dan dapat mempengaruhi keputusan pasien untuk mencari perawatan di tempat lai” kata Rahman.
Namun ia juga turut membagikann tips tentang bagaimana manajemen krisis pada rumah sakit dan klinik. Mulai dari pengidentifikasian ancaman dan risiko; menentukan jenis krisis yang mungkin, menganalisis risiko-risiko yang terkait dengan setiap jenis krisis.
“Tidak lupa juga melakukan pelatihan reguler untuk personel rumah sakit agar mereka terbiasa dengan rencana tanggap darurat. Dan memantau kondisi dan perkembangan yang mungkin memicu krisis,” paparnya.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Syaifuddin, M.Si., CICS selaku dosen mata kuliah komunikasi organisasi dan kepemimpinan mengungkapkan mengapa harus ada diskusi tentang komunikasi krisis dalam organisasi,
Pertama, ini salah satu tuntutan kurikulum OBE (Outcome Based Education) untuk mata kuliah “Komunikasi Organisasi dan Kepemimpinan”, yang menuntut agar peserta kelas dapat secara maksimal dalam memahami secara teoritis, praktis, kreatif dan kritis tentang komunikasi krisis dalam suatu organisasi.
“Karena krisis komunikasi itu sering kali menjadi sumber masalah mendasar di dalam suatu organisasi. Kedua, Baik secara teoritis maupun praktis diasumsikan bahwa banyak organisasi sering mengalami jalan buntu dalam mencari solusi atas krisis komunikasi dalam organisasi itu," jelasnya. (RO/S-4)
Sebagai agenda pembangunan global, SDGs diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui aksi-aksi terukur di lapangan.
Kekuatan baja tidak muncul saat ia disimpan rapi, melainkan saat ia terus-menerus ditempa dengan panas dan tekanan tinggi.
Prof. Nurhayani Saragih mengukuhkan diri sebagai pakar di bidang Komunikasi Digital Antarbudaya, sementara Prof. Augustina Kurniasih mendalami bidang Manajemen Keuangan.
DOSEN dan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi serta Fakultas Desain dan Seni Kreatif Universitas Mercu Buana berkolaborasi dengan pelaku seni Benni Krisnawardi dan Firman Hidayat Mahmud.
Mahasiswa FIKOM UMB melakukan pendampingan langsung kepada para pedagang melalui edukasi mengenai produksi konten foto dan video promosi di media sosial
Perempuan bukan sekadar figur pasif dalam sejarah seni, melainkan pusat resonansi estetika dan pemikiran
Seluruh inisiatif lembaga sepanjang satu tahun terakhir telah diselaraskan dengan 17 Program Prioritas Nasional.
Sebanyak 3.500 penonton tumplek di empat titik penyelenggaraan Soundrenaline “Sana Sini di Makassar”
Orangtua perlu memiliki informasi yang cukup dan memadai ketika ingin membagikan edukasi pada anak untuk menyikapi atau merespons kondisi-kondisi sosial politik yang sedang terjadi.
Dompet Dhuafa akan menggelar Sarasehan Tokoh Bangsa bertema “Merajut Kebersamaan, Mewujudkan Merdeka dari Kemiskinan”.
MK menolak lima gugatan yang diajukan sejumlah pemohon berkaitan dengan pengujian formil dan materiil UU TNI
selama ini lebih dari 50% lembaga di Indonesia sudah memberikan layanan menggunakan UU TPKS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved