Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MAHASISWA Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Mercu Buana (UMB) kembali menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk Kuliah Peduli Negeri (KPN). Tema yang diusung kali ini ialah 'Pentingnya Kecerdasan Emosional dalam Menghadapi Dunia Kerja'.
Kegiatan ini diselenggarakan di SMK Islam Said Na'um Jakarta yang berlokasi di Jl KH Mas Mansyur No 25, Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Selasa (14/11). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang mendalam kepada siswa SMK Islam Said Na'um Jakarta tentang pentingnya mengembangkan kecerdasan emosional dalam persiapan mereka untuk memasuki dunia kerja yang kompetitif.
Kecerdasan emosional memainkan peran penting dalam kesuksesan seseorang dalam karier mereka. Seminar ini menyoroti berbagai aspek kecerdasan emosional, termasuk kemampuan mengelola emosi, berkomunikasi dengan efektif, bekerja dalam tim, serta memahami dan menangani tekanan kerja. Ini akan memberikan wawasan berharga kepada siswa dalam menghadapi tantangan yang mungkin mereka hadapi dalam dunia kerja.
Adapun kegiatan ini diselenggarakan oleh empat mahasiswa Jurusan Public Relation dan Marketing Communcation Fakultas Ilmu Komunikasi UMB yakni Ali Akbar selaku ketua pelaksana, serta tiga anggota, Desi Fardila, Dewi Fardiana, dan Wildani Arifah. Adapun dosen pembimbing kegiatan ini Suman Jaya.
Baca juga: Unas Bersinergi dengan Badan Keahlian DPR Terapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi
"Kegiatan ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan penyampaian materi, diskusi bersama, serta sesi tanya jawab. Sebelum dan sesudah acara, para murid diminta untuk
mengisi form kusioner yang memiliki pertanyaan yang sama untuk melihat bagaimana hasil pengetahuan murid seputar materi yang dibawakan sebelum dan setelah penyampaian materi," ujar Ali Akbar dalam keterangan yang diterima, Jumat (17/11).
Sementara itu, pihak sekolah menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa UMB. "Saya mewakili sekolah sangat senang dan berterima kasih dengan kegiatan ini, terlebih tema yang dibawakan sangat penting buat murid-murid yang ada, karena kita semua setuju kalau orang pintar yang EQ-nya rendah hidupnya bisa berakhir ataupun sengsara, tetapi orang yang biasa-biasa saja tapi bisa mengendalikan emosinya, bisa jadi orang yang sukses," kata Wakil Kurikulum SMK Islam Said Na'um Jakarta, Kuswanto.
Dia pun berharap dengan kegiatan ini, para siswanya lebih mengerti bahwa pengendalian emosi yang baik lebih berguna ketimbang memiliki IQ yang tinggi. Tidak memiliki emosi adalah hal yang tidak baik, dan emosi yang berlebihan merupakan suatu masalah, maka dari itu materi yang disampaikan semoga bisa di meningkatkan kesadaran anak-anak tentang kecerdasan emosional (EQ).
Pihak UMB dan SMK Islam Said Na'um Jakarta berharap bahwa seminar ini akan memberikan manfaat yang besar bagi para siswa dalam mempersiapkan mereka untuk masa depan yang cerah di dunia kerja. (RO/I-1)
Sebagai agenda pembangunan global, SDGs diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui aksi-aksi terukur di lapangan.
Kekuatan baja tidak muncul saat ia disimpan rapi, melainkan saat ia terus-menerus ditempa dengan panas dan tekanan tinggi.
Prof. Nurhayani Saragih mengukuhkan diri sebagai pakar di bidang Komunikasi Digital Antarbudaya, sementara Prof. Augustina Kurniasih mendalami bidang Manajemen Keuangan.
DOSEN dan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi serta Fakultas Desain dan Seni Kreatif Universitas Mercu Buana berkolaborasi dengan pelaku seni Benni Krisnawardi dan Firman Hidayat Mahmud.
Mahasiswa FIKOM UMB melakukan pendampingan langsung kepada para pedagang melalui edukasi mengenai produksi konten foto dan video promosi di media sosial
Perempuan bukan sekadar figur pasif dalam sejarah seni, melainkan pusat resonansi estetika dan pemikiran
Seminar internasional ini membahas bagaimana negara perlu memperkuat kapasitas tata kelola publik di tengah lanskap global yang semakin kompleks.
Gubernur Agustiar Sabran menegaskan komitmen Pemprov Kalteng untuk melindungi eksistensi dan martabat Masyarakat Adat Dayak sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan Kalimantan.
AI harus dilihat sebagai peluang besar untuk menciptakan solusi kreatif dalam berbagai bidang, terutama pendidikan.
Kompetensi digital harus dibarengi dengan pembentukan karakter dan nilai profesional.
Prof. Bo An menjelaskan tentang peran penting Autonomous Agents dalam memecahkan berbagai permasalahan kompleks di dunia nyata.
Melalui forum ini, Forhati menegaskan komitmen dalam mengonsolidasikan kekuatan perempuan dan membangun pengetahuan kolektif tentang isu-isu strategis perempuan di 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved